<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095</id><updated>2011-09-25T22:06:48.719+07:00</updated><title type='text'>muhasabah......</title><subtitle type='html'>evaluasi diri
untuk menata hati
jadi hamba berprestasi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-1788505045753560511</id><published>2008-11-12T19:30:00.001+07:00</published><updated>2008-11-12T21:03:19.046+07:00</updated><title type='text'>Setengah Sholeh, Setengah Tidak....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/SRrYTcfnjFI/AAAAAAAAAAk/Jnuk5kD6PHM/s1600-h/S6301127.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/SRrYTcfnjFI/AAAAAAAAAAk/Jnuk5kD6PHM/s200/S6301127.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267760542741138514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Jika semua orang tua muslim di dunia ini ditanya, apa harapannya terhadap anak-anak mereka tentu jawabannya dengan serentak  "ingin punya anak sholeeeeeeeeehhhhhhhh........" klise memang, tetapi seharusnya demikian. Masalahnya adalah setiap kepala memiliki batasan dan definisi yang berbeda-beda tentang bagaimana profil anak sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat liburan ramadhan lalu, ada cerita lucu aku geli dibuatnya. Seorang anak perempuan muridku bercerita padaku, kalau ia benar-benar bingung dengan sikap mamanya "gimana tidak, coba ibu bayangkan..., di pesantren ini aku kan diajarin untuk menutup aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki, karena semua jengkal tubuh wanita itu kan aurat sehingga saat kembali pulang ke rumah orang tuaku, aku selalu mengenakan jilbab dan kaus kaki jika keluar rumah. Suatu hari ibuku menyuruhku mengambil cepat-cepat jemuran baju di luar rumah karena hari akan hujan, tentu saja aku pun sibuk berpakaian lengkap mengenakan kerudung, baju panjang dan kaus kaki sehingga agak lama sedikit. Mamaku tidak sabar melihatku dan berteriak.......aduh ni anak apa-apaan sih pake kerudung dan kaus kaki segala &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; cuma ambil jemuran di halaman belakang saja....cepaaaaaaaatttttt.....mau hujan..Akhirnya karena aku lupa menyimpan kaus kakiku jadi agak lama untuk melakukan perintah mamaku, jemuran mamaku sedikit terkena hujan,  meledak deh marah mamaku...sampai keluar kata-kata, aduh ini anak dimasukin ke pesantren itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; agar nurut sama orang tua, jadi anak sholeh,,kenapa ya Allah anakku jadi begini, disuruh ambil jemuran aja lama susah sekali, pake acara cari-cari kaus kaki segala, masa ke belakang rumah aja musti pake kerudung dan kaus kaki???diajarin apa sama ustdz di pesantren kamu koq jadi begini, terlalu fanatik. Mama &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; masukin kamu ke pesantren agar kamu jadi anak sholeh, nurut sama perintah orang tua dan tidak membangkang jika dinasihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu mengatakan sama mamanya kalau berjilbab itu merupakan salah satu ciri anak sholeh, ajaran Rasulullah yang harus ditaati eh..mamanya bilang iya..taat sih taat tapi jangan terlalu taat begini...., sholeh sih sholeh tapi jangan terlalu sholeh begini, anak itu pun bingung dibuatnya @@$$%%^&amp;amp;**^())%%$$@@@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun geli mendengarnya, aku yakin bukan hanya mama anak ini saja yang berpikiran serupa, banyak orang tua yang memiliki sifat seperti ini, di satu sisi mereka berharap anak-anak mereka menjadi anak yang baik, sholeh dan menjadi hamba Allah tetapi di sisi lain mereka pun tidak ingin anak-anak mereka terlalu taat dan seolah-olah bersikap beda dengan kebiasaan masyarakat, berkarakter tidak seperti kebanyakan orang, bingung kan...???&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sikap inilah yang membuat anak menjadi bingung, plin plan. Menjadi muslim yang hanya setengah-setengah saja, menjadi sholeh yang hanya setengah-setengah saja, padahal Allah sudah mengajak kita untuk memasuki Islam itu secara kaffah (menyeluruh) tidak setengah-setengah. Mengambil sebagian ayat Allah yang ia sukai dan menjauhi ayat Allah yang tidak disukai. Sikap inilah yang harus kita tepis jauh-jauh. Komitmen dan konsekuen merupakan sikap yang wajib dimiliki siapa pun yang mengaku dirinya mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina Mutaqinah Taufik&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-1788505045753560511?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/1788505045753560511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=1788505045753560511' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/1788505045753560511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/1788505045753560511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2008/11/setengah-sholeh-setengah-tidak.html' title='Setengah Sholeh, Setengah Tidak....'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/SRrYTcfnjFI/AAAAAAAAAAk/Jnuk5kD6PHM/s72-c/S6301127.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-1310274542914369151</id><published>2007-11-21T12:02:00.000+07:00</published><updated>2007-11-21T12:23:39.113+07:00</updated><title type='text'>PUBER….?????????: Berbohonglah pada hawa nafsu…..!!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/R0O-heWAAMI/AAAAAAAAAAU/R08HfMWs9Bs/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/R0O-heWAAMI/AAAAAAAAAAU/R08HfMWs9Bs/s200/images2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135157482422796482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Lingkungan di sekitar kita penuh warna dan rona bagai pelangi yang menghiasi langit…dibuat indah sedemikian rupa sehingga membuat terbuai para pecinta dunia. Hidup penuh dengan warna-warni rasa, yang dengan rasa tersebut seharusnya menghantarkan manusia kepada sang maha pemilik rasa, namun kekuatan rasa ini begitu menakutkan, bahkan konon menjadi ketakutan terbesar bagi seorang petuah, penasihat, pengkritik, pengajar dan da’i saat diri berhadapan dengan situasi yang dengan rasa tersebut dapat menurunkan mutu berpikir dan mengacaukan tatanan tata letak nilai hidup yang terpatri dan tersusun rapi. Tiba-tiba saja menjadi pencemas, penggelisah, penakut dan penggembira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi kenyataan kalau ternyata kita adalah seorang yang terjebak dalam tindakan yang bersembunyi dibalik kata-kata bijak yang selalu kita luncurkan pada pagi, siang dan malam, saat tersadar sesuatu sudah berlangsung sebagian, bagai burung unta yang menenggelamkan kepalanya kedalam pasir sementara tubuh besarnya nampak jelas terlihat, berusaha menutupi diri dari kenyataan kalau diri kita tidak pernah cela.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Para desainer penghancur akhlaq begitu hebat membungkus kebebasan wanita dengan ‘emansipasi’, membungkus kebebasan beragama dengan ‘fluralisme’, membungkus gaya hidup instant dengan kemudahan teknologi. Mereka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan misinya telah berhasil melancarkan pointer-pointer tersebut ke target yang tepat dimulai dengan &lt;i style=""&gt;fashion, food and&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fun&lt;/i&gt; yang tergoda pun tidak tanggung-tanggung dari mulai rakyat jelata, pengusaha, pejabat, penguasa bahkan para da’I sekalipun tidak lepas dari jeratan dan jebakan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Misi yang dilancarkan bukan untuk mengkafirkan muslimin tetapi mudah saja...”buatlah aqidahnya sedikit rapuh...”dengan membuatnya cinta akan glamoritas…kesenangan…dan kenyamanan…hidup, ditambah dengan hal-hal yang klasik harta, tahta dan wanita. Satu yang terakhir ini agak berbeda, godaan yang satu ini agak spesial karena menyentuh seluruh manusia tidak hanya yang kaya tetapi yang miskin pun memiliki masalah yang sama. Harta dan tahta mungkin sebagian manusia saja yang memiliki kesempatan mendapatkannya tetapi wanita bagi siapapun termasuk para petuah dan da’i mengalaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bohong jika ada orang yang mengatakan tidak menyukai perhiasan dunia, hanya saja bagi mukmin semua perhiasan dunia itu seharusnya menjadi fasilitas untuk menjalankan amanah mendhohirkan keridhaan Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Rasulullah menganalogikan ‘wanita’ bukan berarti hanya berlaku bagi para pria saja tetapi juga hadits tersebut ditujukan bagi para wanita juga, maksudnya godaan yang berupa ‘pria’. Jadi maksudnya Rasulullah berpesan hati-hatilah wahai orang beriman dengan semua godaan akan harta, tahta dan wanita/pria. Ketiga elemen inilah yang melekat erat dengan hal yang sangat esensial kebutuhan manusia. Manusia dengan semua perangkatnya memiliki nafsu pada ketiga hal tersebut, hanya saja kadarnya yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Godaan Wanita/ Pria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Jika seorang abang becak, sopir, pedagang, pengusaha tergoda oleh wanita/ pria adalah hal yang biasa namun jika seorang petuah, da’i, pemimpin dan guru/ ustadz maka ceritanya akan lain. Menjadi sebuah kenyataan yang ironi dimana dalil dan teori menjadi saksi bisa tak berdaya mendakwa sang penuturnya. Betapa tidak mereka adalah figur public, semua gerak, langkah mereka selalu menjadi pusat perhatian menjadi rujukan dan patron pengikat semua orang, makanya orang tua membuat pepatah ” &lt;i style=""&gt;guru kencing berdiri, murid kencing berlari...”&lt;/i&gt; itu artinya jika seorang figur public saja dapat berbuat demikian maka lebih-lebih murid dan atau umatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sebenarnya di dalam kamus goda menggoda bagi syetan tidaklah pandang bulu, dan tidak pula membuatnya repot , dinasti syetan sudah jauh lebih maju dari manusia, syetan sangat profesional dalam melakukan pekerjaannya. Untuk level seorang sarjana S3 maka tidak mungkin syetan yang menggodanya lulusan SD yang nulis bacanya pas-pasan. Maka raja syetan akan menugaskan sarjana S3 terbaik lulusan universitas syetan ternama untuk menggoda manusia tersebut, begitu pun untuk seorang da’i maka syetan yang menggodanya pun adalah syetan yang sudah tahfidz Al Qur’an, dan jika itu seorang guru/ustadz maka syetan yang menggodanya pun adalah ustadz ternama yang sudah beberapakali khatam qur’an, dengan jam terbang mengajar, seminar, workshop yang tak terhitung. Ini berarti semakin tinggi predikat seseorang maka syetan yang menggodanya pun semakin hebat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Tidak heran jika seorang petuah, da’i, guru atau ustadz tergoda syetan melalui yang namanya mahluk bernama wanita/ pria karena bukankan mereka juga manusia normal??? Dimana saat datangnya masa puber baik saat remaja atau puber kedua setelah menikah godaan dari wanita/ pria pun akan menimpanya. Meminjam kata-kata grup band serieus....ustadz...juga...manusia...!!!. Maka saat itu datang menjadi ujian keimanan bagi siapa-siapa saja yang lulus melewati ujian tersebut maka Allah akan tinggikan derajatnya...seperti sedang ujian karate jika lulus maka seorang karateka naik peringkat dari ban hijau naik jadi ban biru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Kalau yang tergoda adalah remaja, duda, atau suami yang tertarik pada wanita lajang maka inilah ayat-ayat Allah dimana mereka harus segera menikahinya. Celakanya yang saling tergoda justru mereka yang sudah menikah sang wanita adalah seorang istri dang sang pria adalah seorang suami. Maka tidak ada lagi kata yang tepat selain HARAM bagi mereka untuk berinteraksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Mengapa Tergoda...???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Faktor dominan yang menyebabkannya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm; color: rgb(0, 102, 0);" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sistem yang ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Adanya peluang /      kesempatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Tidak adanya hijab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Iman yang rapuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Lemahnya sosial      kontrol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Faktor psikologis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Lingkungan di sekitar kita begitu bebasnya, wanita-wanita dan pria ”tanpa busana” berkeliaran seakan menjadi pemandangan yang biasa, begitupun kehidupan bebas lainnya di sekolah, pusat belanja,tempat wisata, tempat hiburan dan kantor-kantor semuanya membebaskan para wanita dan pria untuk melakukan aktifitas tanpa batas. Bahkan tugas-tugas ke luar kota pun tidak ada perlakuan khusus bagi wanita. Wanita-wanita bisa pergi kemana saja tanpa pendamping, karena sistem menuntut demikian. Kondisi seperti ini keimanan benar-benar di pertaruhkan, bagaimana tidak seorang pria mendapat tugas ke luar kota satu tim dengan teman kerja wanita selama 3 bulan, dapat dibayangkan...??? betapa orang-orang seperti ini memerlukan energi yang sangat banyak untuk melawan keinginan hatinya, mengendalikan dirinya agar imannya terpelihara....(wah...cape deeeeehhhh...). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Belum lagi gaya hidup yang dihembuskan kaum orientalis dan yahudi, gaya hidup yang mengambil filosifis ” &lt;i style=""&gt;kalau masih ada orang yang jual sate untuk apa membeli kambing...???&lt;/i&gt;”, wanita pria yang sudah menikah memiliki pasangan lain di kantor, kalau boleh dibilang mereka mengaku sebagai PIL (pria idaman lain), WIL (wanita idaman lain), TTM (teman tapi mesra) dan entah apalagi sebutan-sebutan yang menunjukkan jika pria dan wanita yang telah menikah menjadi teman sehati bahkan selingkuh dalam segala hal di kantor. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Berinterakasi di tempat kerja dalam sehari kurang lebih 10 jam efektif bahkan lebih (jika lembur) ditambah dengan perjalanan pulang pergi rumah 4 jam maka kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain menjadi lebih banyak dan leluasa, bandingkan dengan jam di rumah yang hanya mendapatkan porsi 10 jam diambil istirahat tidur 6-7 jam, jadi interaksi dengan istri/suami dan anak hanya 3-4 jam, mending jika interaksi yang dilakukannya berkualitas bagaimana kalau setiap bertemu istri/ suami/anak bawaannya marah-marah karena stress memikirkan pekerjaan kantor?. Maka tak ayal lagi peluang untuk dekat dengan seseorang di kantor sulit untuk dihindari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Awalnya mungkin hanya ngobrol biasa sesama teman, lama-lama saling &lt;i style=""&gt;curhat&lt;/i&gt; masalahnya masing-masing maka timbullah simpati, jika interaksi ini diteruskan maka muncullah empati dan selebihnya jika terus-terusan interaksi ini dipelihara maka muncullah perasaan yang mendalam, membuai hati, muncullah rasa nyaman jika berdekatan, dan jika salah satunya tidak ada maka rasa kehilangan dan rindu untuk bertemu...dan seterusnya lah syetan membimbingnya agar terus berada dalam jebakannya. Setelah itu maka akal sehatpun nyaris hilang. Perasaan yang berbunga-bunga, berbuih-buih melenakan mereka ...setelahnya wallahualam apa yang akan terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Faktor psikologis seperti masa dimana seseorang sedang mengalami puber kedua, menjadi pemicu munculnya perselingkuhan, ditambah jika teman di kantor memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pasangan kita di rumah. Kalau bukan karena iman yang membendung dan mengendalikan nafsu maka tak ada jalan bagi hati untuk tertambat di pelabuhan hati sang pengagum. Hal ini tidak saja menimpa segelintir orang tetapi semua orang mengalami ’rasa ini’, kagum pada selain istri/suami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Allah SWT sudah memperingatkan untuk senantiasa menjaga hijab antara pria dan wanita, bahkan bagi wanita jika ia pergi keluar rumah maka harus seijin suami dan ada seorang muhrim yang menemani, namun dunia saat ini tidak memungkinkan demikian maka hijab hati, jaga pandangan, jaga lisan menjadi sesuatu hal yang teramat penting untuk diperhatiikan oleh para aktifis dan semua orang yang bekerja di luar rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Tip n Trik Mengatasinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Saat masa dimana perasaan ’itu’ datang maka :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;janganlah mengekspresikan rasa yang muncul itu dengan perasaan dan pemikiran kita, apalagi dengan sikap dan perilaku kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;sembunyikanlah perasaan tersebut cukup Allahlah yang mengetahuinya, agar tidak mengganggu orang lain dan mempermalukan diri serta keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;berlindunglah kepadaNya jangan sampai tergoda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;berpalinglah pada istri dan suami kita, gaulilah mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;kurangi interaksi dengan ’sang pengagum’, jika perlu hindarilah dia &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;perbanyak sholat malam dan shaum sunat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;berolahragalah agar energi kita tersalurkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;buatlah diri kita bener-benar sibuk sehingga perasaan dan pikiran kita tidak tertambat pada sang pengagum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;ingatlah jika hal ini terjadi pada pasangan kita, apa yang kita rasakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;selalu ingatlah bahwa Allah maha pedih adzabnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Evaluasi Diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Bagaimana bisa…banyak ayat yang telah kita hafal…tetapi mengapa tidak dapat menjadi syifa bagi hati yang gundah gulana ditempa perasaan yang meluap-luap terhadap orang bukan selayaknya???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bagaimana mungkin bibir ini basah dengan dzikir untuk mengingat Allah, tetapi tidak bisa menjadi terapi bagi lisan yang terus-menerus menyebutkan dan menyanjung sang pengagum???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Katakan TIDAK pada hawa nafsu….dan nyatakan mulai detik ini sampai selama-selamanya syetan adalah musuh utama kita…seperti &lt;st1:city st="on"&gt;Ibrahim&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:state&gt; nyatakan itu di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pasir pada saat syetan menggodanya untuk berpaling dari titah perintah Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bagaimana mungkin ar rasyi…bisa bergetar mendengar do’a kita jika hati kita dan qolbu kita kotor????&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bagaimana mungkin generasi penerus cita-cita luhur pengemban amanah akan terhantar dari tangan kita jika tangan penuh dengan lumpur dosa???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bagaimana mungkin do’a kita bisa menggedor pintu langit dan malaikat menyambutnya...kalau lisan kita penuh dusta....???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Bagaimana mungkin rahmat Allah menyapa kita, jika otak kita penuh dengan siasah dan taktik licik untuk menipuNya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sekali lagi saudaraku katakan TIDAK pada hawa nafsu, pada syetan laknatullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Janganlah mengikuti langkah-langkah syetan dan berbohonglah pada perasaanmu sendiri, berbohonglah pada hawa nafsu yang akan membuatmu celaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Dan terakhir...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harum semerbak bunga melati di taman puri&lt;br /&gt;Dijadikan hiasan mahkota mempelai putri&lt;br /&gt;Tanda/lambang kesucian dan kelembutan hati&lt;br /&gt;Lembutnya hati bila berhiaskan Asma Ilaahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembut tampaknya buih dihempas ombak&lt;br /&gt;Terpukau mata seakan kabut yang berarak&lt;br /&gt;Padahal buih sisa hempasan perasaan riak-riak&lt;br /&gt;Banyak manusia seakan dirinya berakhlaq&lt;br /&gt;Padahal hatinya senantiasa memberontak&lt;br /&gt;Akui berhati lembut, ternyata keras berpijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru disadari ternyata diri banyak tertipu&lt;br /&gt;Menyangka hati telah lembut&lt;br /&gt;Menyangka diri telah jadi kekasih Allah&lt;br /&gt;Menyangka diri telah berbuat baik&lt;br /&gt;Menyangka dan menyangka&lt;br /&gt;Yang selalu diulang dan menjadi bayangan diri&lt;br /&gt;Bukankah ini khayalan yang pasti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini... terlihat batu telah berada dalam suatu proses&lt;br /&gt;Ternyata batu yang keras bukan saja dapat dipecahkan&lt;br /&gt;Melainkan dapat pula dihaluskan laksana tepung&lt;br /&gt;Ternyata disini pulalah letak ketinggian mutunya karena telah berubah fungsi selaku penghalus dan pengokoh suatu bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... inikah maksud pelajaran dari melembutnya sebongkah batu&lt;br /&gt;Tertunduk wajah menyimpan rasa malu&lt;br /&gt;Seulas cibiran menukik di diri sambil berkata.....&lt;br /&gt;Batu yang keras saja ternyata sabar memproses diri&lt;br /&gt;Lalu bagaimana diri ini: “HATI” hakikatnya&lt;br /&gt;Telah tercipta dalam kondisi lembut&lt;br /&gt;Tak mampu berproses menuju kelembutan&lt;br /&gt;Mengapa diri tak merasa malu dengan kekerasan hati&lt;br /&gt;Bukannya hati yang mengeras.... tetapi nafsulah yang menjadikan hati tampil mengeras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tak mampu hati tersentuh kelembutan Ilaahi&lt;br /&gt;Sehingga tak mampu hati menangkap isyarat berhikmah&lt;br /&gt;Sehingga tak mampu hati bergetar dan menangis,&lt;br /&gt;Bila diingatkan dan disentuh ayat-ayat Al Qur\'an.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Oh alangkah keras dan membatunya hati...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wahai Allah wahai Rabbi Dzat pendidik kami&lt;br /&gt;Kerasnya hati kami, tak pernah kau membenci&lt;br /&gt;Engkau tersenyum melihat tingkah polah kami&lt;br /&gt;Laksana seorang ibu selalu sabar menjagai&lt;br /&gt;Rahmat terus kau beri agar tersadar diri ini&lt;br /&gt;Sungguh kami adalah hamba yang tak pandai mensyukuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allah wahai Rabbi tempat kami mengadu&lt;br /&gt;Selangkah demi selangkah kami tinggalkan nafsu&lt;br /&gt;Agar mencair hati yang selama ini keras membatu&lt;br /&gt;Baru kami mengerti betapa pemurahnya sifat-Mu&lt;br /&gt;Kami yang selama ini acuh dengan sabar kau tunggu&lt;br /&gt;Oh ternyata kami adalah hamba yang tak mau tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allah wahai Rabbi sumber segala bahagia&lt;br /&gt;Banyak sudah hidup kami yang tersia-sia&lt;br /&gt;Tanpa kami sadari kelak berakhir petaka&lt;br /&gt;Karena terlena pada keindahan fatamorgana&lt;br /&gt;Mohon kiranya agar waktu yang masih tersisa&lt;br /&gt;Untuk berbakti dan bersyukur selaku hamba.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Dan ini puisi favorite sang pecinta sejati........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cinta....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tuhan…….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menyukai seseorang teman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ingatkanlah aku akan ada sebuah akhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sehingga aku tetap bersama yang tak berakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tuhan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku merindukan seorang kekasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Rindukan aku kepada yang rindu cinta sejatiMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tuhan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kembali mencintai seseorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Teruskan aku dengan orang yang mencintaiMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Agar bertambah kuat cintaku padaMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tuhan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku sedang jatuh cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Agar tak melebihi cintaku padaMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tuhan....&lt;br /&gt;Ketika aku berucap aku cinta padaMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kukatakan kepada yang hatinya terpaut padaMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Agar aku tak jatuh cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam cinta yang bukan karenaMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagaimana orang bijak berucap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mencintai seseorang bukan apa-apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dicintai seseorang adalah sesuatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dicintai oleh orang yang kau cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah berarti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tapi……..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dicintai oleh seorang pecintaMu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Adalah segalanya……….&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-1310274542914369151?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/1310274542914369151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=1310274542914369151' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/1310274542914369151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/1310274542914369151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2007/11/puber-berbohonglah-pada-hawa-nafsu.html' title='PUBER….?????????: Berbohonglah pada hawa nafsu…..!!!!!'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/R0O-heWAAMI/AAAAAAAAAAU/R08HfMWs9Bs/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-52457413539690346</id><published>2007-10-26T10:38:00.000+07:00</published><updated>2007-10-26T10:45:04.816+07:00</updated><title type='text'>AIR MATA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kadang-kadang aku tak mengerti pada diriku sendiri, di saat moment lebaran sesyahdu ini sulit sekali mataku mengeluarkan air mata, di saat air mata ini tidak diperlukan begitu deras sekali mengalir tak diundang, semula kurencanakan agar air mata ku bisa mengalir tulus saat diperlukan, tetapi ternyata air mata memiliki kehidupannya sendiri, sulit diatur dan sulit untuk dikondisikan.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seperti biasa di rumah ibu mertuaku, sungkem saat lebaran adalah kebiasaan yang dipelihara dengan baik, dan seperti tahun-tahun sebelumnya aku selalu saja menjadi orang yang terlihat culun, saat orang lain bercucuran air mata secara emosional, aku selalau bingung dengan mataku, mataku tidak terlihat sembab-sembabnya padahala sebenarnya perasaanku terkadang teramat sedih di hari lebaran seperti itu, tapi mata ini selalu tak bias diajak kompromi. Kekuatiranku sebenarnya sangat tidak beralasan aku hanya selalu ketakutan kalau-kalau aku tidak begitu tulus untuk sungkeman dengan orang tua dan sanak famili lainnya, karena ukuran orang yang tulus meminta maaf pada momen seperti ini adalah siapa yang terbanyak mengeluarkan air mata maka ia akan terlihat sebahgai orang yang bersungguh-sungguh tulus menyesali kesalahan dan memaknai lebaran, dan aku bukan termasuk orang yang begitu mudah mengeluarkan air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Terlepas dari penafsiran orang yang berbeda-beda tentang makna air mata tapi demikianlah kenyataannya indicator yang orang tetapkan bagi harga sebuah ketulusan adalah air mata, maka celaka lah orang-orang seperti aku…yang sulit mengeluarkan air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ketulusan adalah bahasa hati, dan air mata adalah ekspresi nyata dari bahasa tersebut, bisa jadi air mata tidak bisa mewakili sebuah ketulusan, buktinya acting yang diperankan seorang pemain peran merupakan contoh nyata bahwa air mata bukan wakil dari bahasa hati, bisa jadi air mata yang deras tidak memiliki hubungan yang sifnifikan dengan ketulusan karena untuk orang-orang tertentu air mata bisa dikondisikan dan dikendalikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Untuk menunjukkan sebuah ketulusan, air mata bisa mengalir deras walaupun sebenarnya tidak mewakili bahasa hatinya hanya sekedar menunjukkan bahwa kita sangat tulus, atau mungkin untuk mengelabui siapapun yang hatinya mudah terenyuh air mata, inilah yang disebut orang air mata buaya dimana air mata bisa menjadi sejenak mengubur kenyataan yang sesungguhnya, menimbulkan rasa iba yang mendalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Terlepas jenis air mata apa yang keluar saat sungkeman itu, yang jelas aku masih tetap sulit mengeluarkan air mata, walau hatiku menangis menyesali dosa yang sempat kuperbuat sebelum lebaran. Dosa pada orang tua yang sempat membuatku dongkol, dosa pada suami dan anak-anak, juga dosa pada seseorang yang hatinya terluka karena aku, karena sikapku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dia hari yang syahdu ini ingin kusampaikan bahasa hatiku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Setiap orang dalam hidupku merupakan pantulan tertentu dari diriku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Orang yang aku cintai mencerminkan sisi-sisiku yang penuh cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak aku sukai mencerminkan bagian-bagian diriku yang memerlukan penyembuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Setiap pengalaman dalam hidupku merupakan sebuah kesempatan untuk tumbuh, berubah dan sembuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aku disini bukan untuk mengendalikan orang lain, Aku disini untuk menymbuhkan hidupku sendiri. Orang-orang datang padaku pada waktu yang tepat, kami berbagi waktu yang memang dikhususkan untuk kami gunakan bersama, dan kemudian pada saat yang tepat, mereka pun pergi, dengan cinta aku melepaskan. Aku melepaskan orang lain untuk mengalami apa yang bermakna bagi mereka, dan aku bebas menciptakan hal yang bermakna bagi diriku sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-52457413539690346?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/52457413539690346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=52457413539690346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/52457413539690346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/52457413539690346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2007/10/air-mata.html' title='AIR MATA'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-6435341992065072245</id><published>2007-09-11T12:41:00.000+07:00</published><updated>2007-09-11T12:54:28.843+07:00</updated><title type='text'>Berlatih koq tak selesai-selesai…!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/RuYtEUuytBI/AAAAAAAAAAM/5UO9yFmztlw/s1600-h/138846578_030bb4df16_m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5108820379606103058" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 107px" height="107" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/RuYtEUuytBI/AAAAAAAAAAM/5UO9yFmztlw/s200/138846578_030bb4df16_m.jpg" width="146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Ramadhan tinggal menghitung menit, pesan-pesan moral hampir semuanya klise….bulan ramadhan bulan menempa diri, bulan rekonstruksi dan bulan berlatih meningkatkan keimanan, ketakwaan dan kepekaan ruhani. Ungkapan terakhir ini memang klise tapi begitulah yang kita dengar dari tahun ke tahun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah pertemuan kecil dengan ananda, malah menjadi bahan renungan bagiku, aku terkejut dan sekaligus merasa bangga dengan pemikiran anakku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;“ Ibu, kenapa orang2 selalu bilang kalo shaum di bulan ramadhan untuk berlatih?”&lt;br /&gt;“Emangnya berlatih apa gitu, Bu?””Ya berlatih keimanan, ketaatan dan kesabaran dalam menahan lapar n haus”&lt;/em&gt; anakku tampak bingung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;“ Sampai kapan kita berlatih ketaatan, keimanan dan kesabaran?”&lt;br /&gt;“ Ya selamanya tidak hanya di ramadhan tapi seterusnya kita harus terus berlatih”&lt;br /&gt;Aku merasa puas telah menjelaskan pada anakku, tapi anakku…&lt;br /&gt;“ Tapi sampai kapan berlatihnya, koq tiap tahun berlatih aja…, tahun kemaren pun ibu bilang shaum ramadhan untuk berlatih tahun sekarang pun untuk berlatih, emangnya…orang dewasa kalo berlatih tidak ada selesainya?? Kapan mulainya jadi orang sabar, taqwa dan taat?????? Koq berlatih melulu…. ”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="mailto:h@...$$hu....%%&amp;@#$%^.................."&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;h@...$$hu....%%&amp;amp;@#$%^..................&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;Nah loh……………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam otak anakku seharusnya orang tua seperti kita harus sudah berhenti berlatih…..seharus kita sudah mulai menjadi manusia-manusia yang taat, taqwa dan sabar…, menurutnya mungkin berlatih seperti halnya berlatih sepeda…kalau sudah bisa bersepeda bukan lagi berlatih sepeda tapi….harus sudah pintar bermain bersepeda, malakukan atraksi-atraksi yang lebih menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sepenuhnya salah pemikiran anakku, coba kita renungi kilas balik hidup kita, apa ada peningkatan yang lebih baik dari tahun ke tahun??kalau mengukur sudah berapa ayat Al Qur’an yang sudah kita hafal sangatlah mudah mengukurnya, tetapi coba ukurlah sudah sesabar apa kita menghadapi cobaan hidup???? Sudah sebaik apa lisan kita untuk tidak menyakiti orang??? Sudah setangguh apa mental kita dihadapkan dengan kesulitan??? Sudah sesiap apa kita untuk bisa dikritik orang lain???...sulit bukan mengukurnya?…kalau kita jujur pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam psikometrika, perlu waktu yang sangat panjang untuk memiliki alat ukur yang tepat, akurat ajeg (reliabel dan valid) sehingga dapat mengukur seberapa baik kinerja seseorang, seberapa tinggi motivasi seseorang, mengukur seberapa komit seseorang dengan organisasi…. tapi sebenarnya jauh lebih sulit jika alat ukur itu digunakan diri kita sendiri. Mengukur, menilai orang lain sangatlah mudah walaupun beberapa teori menyebutkan harus menempuh alur dan prosedur yang panjang untuk mengembangkan instrumennya, tetapi lebih sukar jika dibandingkan kita sendiri yang harus mengukur dan menilai diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya penonton bola, jauh lebih ‘pandai’jika dibandingkan pemainnya (maksudnya lebih pandai dalam berkomentar he…he…), kita mukmin bukanlah penonton bola tetapi kita semua adalah pemain yang menghantarkan ‘bola’ risalah sampai pada goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka teruslah berlatih…………….Berlatih menempa ruhani agar lebih siap menghadapi tantangan baru, menciptakan atraksi-atraksi baru bukan tantangan dan atraksi-atraksi lama yang dari tahun ke tahun itu-itu saja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah para pemain bola yang handal dan tangguh tidak mudah menyerah untuk terus berlari…berlari..mengejar bola di lapangan sebenarnya…dan meng-up grade diri di bulan ramadhan untuk tampil lebih prima di lapangan yang sebenarnya…yang lebih menantang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-6435341992065072245?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/6435341992065072245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=6435341992065072245' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/6435341992065072245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/6435341992065072245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2007/09/berlatih-koq-tak-selesai-selesai.html' title='Berlatih koq tak selesai-selesai…!!!'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K8FQ9zwDTgo/RuYtEUuytBI/AAAAAAAAAAM/5UO9yFmztlw/s72-c/138846578_030bb4df16_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-2448639253617951364</id><published>2007-06-01T17:19:00.000+07:00</published><updated>2007-06-01T17:26:08.057+07:00</updated><title type='text'>Otak Manakah Yang Sedang Anda Pakai....???</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dr Paul Maclean, menyebutkan kalau manusia memiliki tiga bagian otak yang ia sebut sebagai ‘Otak triune’yang terdiri dari &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Batang atau otak reptil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem limbik atau otak mamalia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neokorteks. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing bagian mempunyai struktur syaraf tertentu dan mengatur tugas-tugas yang harus dilakukan. Fungsi pada otak reptil ini (batang) berkaitan dengan insting mempertahankan diri, fungsi motor sensorik, dorongan biologis seperti bereaksi saat lapar, haus dan seks. Ketika sitruasi tidak aman dan mengancam maka ia akan melarikan diri dari bahaya. Ia tidak dapat berpikirpada tingkat yang lebih tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya bangsa reptil, manusia yang didominasi otak reptil ini, ia berperilaku seperti reptilia ,ia akan melakukan apa saja saat lapar, apapun akan dilakukannya demi terpenuhinya rasa lapar tersebut. Begitupun saat dorongan seksual menimpanya,ia pun akan melakukan apa saja agar kebutuhan seksnya terpenuhi, tidak berpikir panjang lagi dengan cara apapun dan dengan siapapun, Saat bahaya datang maka bangsa reptilalkan serta merta berlari atau berhadapan untuk membela/mempertahankan diri Sebagai contoh perilaku pada cecak ketika kita iseng menjepret seekor cecak yang sedang kawin,maka tanpa berpikir panjang ia akan lari terbirit dengan meninggalkan sang betinanya yang barusan sedang ’dikawinin’ (maaf...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak mamalia (sistem limbik) terletak di bagian tengah otak kita, ia berkaitan dengan semua yang dimiliki mamalia. Ia bersifat emosional dan kognitif, yaitu menyimpan perasaan,pengalaman dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengendalikan bioritme seperti pola tidur, lapar,haus, tekanan darah, detakjantung,gairah sekssual, temperatur,metabolisme dan sistem kekebalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan reptilia, manusia yang otak mamalianya lebih dominan ia akan berperilaku lebih baik dari bangsa reptil karena ia memiliki perasaan/ emosional serta kemampuan untuk mengendalikannya. Seperti bangsa mamalia ia memliki perasaan yang halus terhadap anaknya dan terhadap situasi yang mengancam ia akan melindungi anaknya agar terhindar dari bahaya, mencarikannya makan, minum dan lain-lain.Ia pun akan belajar dari pengalamannya untuk memperbaharui perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neokorteks ini terbungkus di sekitar bagian atas dan sisi-sisi sistem limbik yang membentuk 80% dari seluruh materi otak. Bagian otak ini tempat bersemayamnya kecerdasan kita seperti berpikir intelektual, penalaran, bahasa dan kecerdasan lainnya. Dengan adanya neokorteks inilah maka manusia memiliki kelebihan dibandingkan binatang,ia menjadi spesies yang sempurna dan unik dibandingkan mahluk lainnya, namun jika neokorteks ini lebih mendominasi manusia maka kecenderungannya manusia akan selalu menomorsatukan nalarnya denganmengesampingkan perasaan/ emosionalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang sebaik-baiknya manusia yang memiliki keseimbangan ketiganya tidak satupun yang, mendominasi dengan bimbingan wahyu manusia akan mampu memberdayakan semua fungsi otak ini sehingga cara berpikir dan perilakunya selaras, seimbang, sempurna menjadi al ihsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika saja adsa orang yang bewrpikir hanya untuk sdirinya sensdiri tanpa memikirkan orang lain, yang penting ia kenyang....maka ia tidak jauh beda dengan bangsa reptil...bahkan lebih hina daripada itu... Allah menyebutnya dalam QS 7 : 179&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ayo...manakah yang mendominasi anda....???? otak reptilkah?? mamalia, neokorteks atau ketiganya...??????&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-2448639253617951364?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/2448639253617951364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=2448639253617951364' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/2448639253617951364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/2448639253617951364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2007/06/otak-manakah-yang-sedang-anda-pakai.html' title='Otak Manakah Yang Sedang Anda Pakai....???'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-6208786090272049500</id><published>2007-05-25T10:02:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T10:07:01.137+07:00</updated><title type='text'>Pedagang VCD 'Biru'</title><content type='html'>Selangkah demi selangkah tapak kaki menandai jalan yang dilalui seakan memberi tanda pada setiap langkah kaki yang dipijak, deru bis antar kota, metromini, mobil aneka jenis, sepeda motor menambah bising dan penatnya suasana jalan raya seputar UKI-Cawang, tepatnya di bagian jalan dimana bis antar kota tertambat dan ‘ngetem’. Setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing tak terkecuali pedagang asongan yang berlarian memburu bis yang merayap rapat, mereka sudah sangat akrab dengan laju bis yang seakan tak mempedulikan para pemburu rejeki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain pedagang asongan lain pula penjaja barang ‘haram’ di sepanjang jalan berpagarkan teralis besi setinggi 2 meter itu, mereka tidak berlarian tetapi diam berdiri menanti para pembeli yang tergoda bujuk rayu gambar ‘hewan’ telanjang. Dengan usaha berbagai cara pedagang menawarkan jualannya mulai dengan cara berpura-pura memanggil-manggil seseorang ...Bu...Bu...,Pa...Pa....,Neng...Neng, atau melambai-lambaikan tangannya pada setiap orang yang kebetulan lewat dengan harapan agar orang-orang tersebut melirik dagangannya dan berharap dapat langsung bertransaksi tanpa ba bi bu be bo....&lt;br /&gt;Reaksi orang-orang pun bermacam-macam, ada yang bergidig ngeri, ada yang tertarik menghampiri, ada juga yang malu-malu tapi penasaran dengan ujung matanya melirik deretan VCD ‘biru’ tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang kebetulan menghampiri tidak hanya orang-orang biasa tetapi juga polisi yang bertugas di jalan tersebut pun ikut menghampiri para pedagang itu (pedagangnya bukan hanya satu, tapi 5-8 pedagang berjejer di situ), yang lebih mengerikan ketika ada anak-anak yang dibawa oleh ibunya dan kebetulan menunggu di sepanjang jalan dekat pagar tersebut, bisa dibayangkan kan....???berapa ratus anak setiap harinya yang melihat pemandangan haram tersebut? kebetulan di samping pagar itulah tempat dimana para calon penumpang bis antar kota berdiri menunggu, apa nanti tanggapan anak-anak mengenai hal tersebut....? yang sudah barang tentu pemandangan tersebut terrekam dalam benak anak....akan seperti apa nanti masa depan mereka jika sejak kecil sudah mengetahui dan penasaran dengan adegan-adegan ’gituan’, yang ini baru di satu titik lokasi di Jakarta, tentu hal ini tidak hanya di kawasan tersebut, aku yakin di setiap terminal, pinggir jalan raya banyak sekali pedagang yang menjual VCD-VCD blue, dan bukan hanya di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melihat pemandangan tersebut berat sekali rasanya napas ini, walau belakangan sudah nampak biasa karena hampir dua hari sekali aku melewati jalan tersebut tetapi hati nurani ini selalu menjerit jika melihat dan melihatnya lagi, sakit rasanya. Perasaan dongkol terhadap pedagang, polisi dan petugas kantib selalu saja memenuhi perasaanku, tapi benar-benar aku secara pribadi tidak berdaya menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sadarlah wahai pedagang...masih banyak barang halal yang bisa dijual.....Pak Polisi dan petugas keamanan....aku tahu tugasmu banyak tapi kalau bapak-bapak memiliki program yang jelas dan konsisten dalam memberantas miras, prostitusi dan penjualan VCD porno tentunya kejadian-kejadian tersebut tidak akan pernah ada.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-6208786090272049500?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/6208786090272049500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=6208786090272049500' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/6208786090272049500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/6208786090272049500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2007/05/pedagang-vcd-biru.html' title='Pedagang VCD &apos;Biru&apos;'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-9070670385534405555</id><published>2007-01-14T22:20:00.000+07:00</published><updated>2007-01-14T22:25:08.334+07:00</updated><title type='text'>KEBETULAN Vs KEPASTIAN</title><content type='html'>Dalam konteks ini ‘kebetulan’ adalah perbuatan yang dilakukan secara tidak sengaja, sedangkan ‘kepastian’ adalah segala sesuatu yang dengan sadar dilakukan dan pasti benarnya. Kita kadang selalu ragu dengan sesuatu yang menimpa diri kita atau yang lainnya. Kita sering menyalahkan keadaan saat kita kepepet dan kecewa dengan kondisi yang sedang kita hadapi. Sebagai contoh saat musibah menimpa diri maka kita akan katakan “ Andai saja aku tidak melakukan ini dan melakukan itu, tentu semua ini tidak akan terjadi” atau bahkan saat kita mendapat kesenangan kita dengan taqabur berkata    &lt;br /&gt;“ Untung saja aku cepat bertindak” atau “ Untung saja ada aku, kalau tidak kita tidak akan selamat”. &lt;br /&gt;Kita lupa bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendakNya, kepastianNya bukan atas terjadi karena kebetulan. Naif sekali jika kita mengatakan ‘kebetulan kita selamat’ seakan telah melupakan allah yang maha tahu atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang buta disuruh memilih satu bola hitam diantara dua bola, maka yang diambilnya ada dua kemungkinan ambil bola yang benar atau ambil bola yang lainnya, jadi nilai kebetulannya adalah fifty-fifty. Lain halnya jika kepadanya diberikan 100 atau 1000 bola, maka nilai kebetulan si Buta mengambil bola yang benar adalah 0,01 atau jika bolanya 1000 maka nilai kebetulannya 0,001. Jika saja si Buta itu mengambil bola yang benar (bola hitam) dari 1000 atau dengan pilihan yang jauh lebih banyak dari itu tetapi ia benar-benar mengambil bola yang tepat MAKA  dapat dipastikan bahwa si buta itu bukan orang yang buta ia pasti orang yang mampu melihat dengan jelas karena ia dengan tepat mampu mengambil bola yang benar karena nilai kebenaran yang diampu oleh si buta adalah 0,9999 alias 99,99 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari iliustrasi tersebut dapat kita simpulkan bahwa ‘kebetulan’ hanya bisa terjadi kalau jumlah obyek sedikit jika jumlah obyek banyak maka nilai kebetulan semakin kecil. Begitu pun alam semesta ini yang begitu luas dengan obyek yang tak terhitung jumlahnya diciptakan bukan secara kebetulan terjadi, karena nilai kebetulan dari semua obyek alam semesta yang tak terhingga maka nilai kebetulan 1/∞ sama dengan 0, jika nilai kebetulan 0 maka nilai kepastian sangat dapat dipastikan 1 artinya nilai kepastian 100 %. Hal ini menunjukkan bahwa semua fenomena yang terjadi pada diri kita atau pada dunia ini bukan terjadi karena kebetulan tapi semuanya terjadi karena kepastian dari sang Maha Pengatur yang hebat, begitupun dengan jatuhnya daun dari pohonnya semua atas kehendakNya buka karena kebetulan terjadi seperti dikutip dalam QS.Al An’am : 59  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-9070670385534405555?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/9070670385534405555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=9070670385534405555' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/9070670385534405555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/9070670385534405555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2007/01/kebetulan-vs-kepastian.html' title='KEBETULAN Vs KEPASTIAN'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-116219192086608986</id><published>2006-11-03T14:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-03T10:36:11.690+07:00</updated><title type='text'>Malu Pada Ulat...</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;Allah berfirman, dalam QS Al baqoroh 183, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Hai orang2 yg beriman diwajibkan atas kamu berpuasa (shaum)...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Shaum yang dimaksud adalah bukan hanya menahan haus dan lapar tapi hakikatnya adalah menahan dan mengendalikan diri dari hawa nafsu. Shaum selama 1 bulan di bulan Ramadhan adalah pendidikan dan latihan bagi orang2 yang beriman untuk menempa diri menjadi hamba yang lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang lebih baik dalam hal ilmu, pemikiran, pembersihan hati, sikap mental dan perilaku Perintah shaum ini bukan hanya diwajibkan pada ummat Rasulullah Muhammad tetapi juga bagi ummat2 sebelumnya telah Allah perintahkan seperti tercantum pada ayat di mukadimah tadi, bahkan binatang2 pun melakukan shaum demi kelangsungan hidupnya, mereka tunduk dan taat pada fitrah yang telah Allah tetapkan bagi mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mengerami telur, ayam harus shaum. Demikian pula ular, shaum baginya untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras terlindung dari sengatan matahari dan duri hingga ia tetap mampu melata di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaum nya Ulat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Pada waktu yang telah ditentukan ulat shaum dengan menyembunyikan dirinya dalam selembar daun kering yang kita sebut kepompong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama didalam kepompong ia tidak makan, tidak minum dan tidak melakukan aktifitas apapun selain diam dan merenungi diri menunggu masanya tiba dimana semua tubuh, kulit, sikap dan karakternya berubah menjadi lebih baik. Kalau dulu semasa menjadi ulat ia menjadi binatang yang merugikan, selalu merusak setiap daun dan tanaman, sehingga ia menjadi musuh bagi manusia dan tumbuhan. Bahkan sebagian manusia merasa jijik melihat ulat, bulu2 yang dimiliki ulat membuat gatal dan bentol2 pada kulit, setiap kali manusia melihat ulat maka tak ayal lagi binatang ini dibunuh dengan gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah melalui masa shaum di dalam kepompong ia hadir dengan bentuk yang berbeda menjadi mahluk yang paling indah di di seantero jagad Tumbuhan dan bunga- bunga pun sangat mengharapkan kehadirannya hinggap di setiap mahkota bunga mereka, menyerbuki mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kupu-kupu bunga tidak bisa mekar, tumbuhan tak akan berbuah, dan para petani pun mengeluh bunga, tanamannya tidak berbuah. Kini ulat yang menjijikkan itu telah berubah rupa menjadi binatang yang cantik nan menawan, memberikan manfaat bagi lingkungannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun harus banyak belajar pada ulat, masa shaum selama bulan ramadhan hendaknya menjadikan kita untuk berubah rupan dan bentuk yang tadinya memiliki sifat ulat yang senantisa merusak diri dan lingkungan menjadi kupu2 yang indah dan memberi manfaat bagi sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu kita sering berghibah, berbohong dan memfitnah, maka mulai dari 1 syawal ini hilangkan sifat kita menjadi manusia yang jujur, senang membicarakan kebaikan orang , tidak menggunjing dan tidak memfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu kita menjadi ukhti yang gampang tersinggung dan marah kalau di kritik, maka sejak 1 syawal dan seterusnya kita menjadi orang yang pemaaf, berlapang dada, tersenyum dan senang mendapatkan kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-116219192086608986?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/116219192086608986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=116219192086608986' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116219192086608986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116219192086608986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/11/malu-pada-ulat.html' title='Malu Pada Ulat...'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-116219288614014678</id><published>2006-10-23T14:12:00.000+07:00</published><updated>2006-11-02T09:24:36.366+07:00</updated><title type='text'>Menjelang 1 Syawal 1427 H</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;Dunia memang tak pernah ingkar menandakan ketuaan Tapi manusia banyak ingkar memungkiri ketuaannyaSegelintir manusia yang hina selalu lupa jati dirinyaSeolah akan hidup selamanya dan lupa tempat kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam ini menyiratkan kata-katanya&lt;br /&gt;Peringatan bagi yang berpikir dan bertafakur&lt;br /&gt;Hidup akan bertepi dan kita pun akan terkubur&lt;br /&gt;Menjadi bagian dari sejarah masa silam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan yang kita jalin sangat berkesan&lt;br /&gt;Memberi arti yang berbeda untukku&lt;br /&gt;Keinginanku agar kita selamanya bersatu&lt;br /&gt;Dalam ikatan kebersamaan ikhwanul muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih bahagia bersama, bahagia yang sebenarnya&lt;br /&gt;Bukan semu tidak juga hambar tapi bahagia&lt;br /&gt;Dimana diri tidak mengetahui lagi arti kecewa, arti derita&lt;br /&gt;artinya pedih artinya rasa sakit dan artinya luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada maksud apa-apa aku hanya mengajakmu&lt;br /&gt;Mentertawakan diri dan berkaca pada pengalaman&lt;br /&gt;Untuk selalu memperbaiki diri dari hari ke hari&lt;br /&gt;Mengajakmu belajar dari pelajaran unik&lt;br /&gt;yang telah alam siratkan pada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kebersamaan ini menyimpan seribu asa&lt;br /&gt;Yang sulit kau ungkap padaku,&lt;br /&gt;Atau sulit kau sampaikan padaku&lt;br /&gt;perasaan marah, sedih, duka, kecewa juga dendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin....&lt;br /&gt;Dalam ucap ini ada kata yang membuatmu sakit&lt;br /&gt;Dengan pena ini ada kalimat yang membuatmu teriris perih&lt;br /&gt;Dalam rangkaian kata ini ada bahasa yang menusuk kalbu&lt;br /&gt;Hingga membuatmu berpikir dan kadang mendendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi........&lt;br /&gt;Percayalah semuanya adalah kata Tuhan&lt;br /&gt;Untuk mengajakmu berpikir jernih tentang dirimu,&lt;br /&gt;diriku juga diri-diri yang lain&lt;br /&gt;Tak ada maksudku menyakiti siapapun&lt;br /&gt;Hanya sekedar mengevaluasi diri untuk dijadikan cermin diri&lt;br /&gt;Agar aku dan juga kau mampu perbaiki diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendapat pesan dari seorang kawan&lt;br /&gt;membuatku terperanjat, menangis dan sadar&lt;br /&gt;aku bukan apa-apa dan juga bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;aku terlalu sombong....kini aku ingin kau pun memaknainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Jangan sekedar memahami apalagi berteori,&lt;br /&gt;tapi hayatilah diri dan hidupmu agar kau tak terjebak&lt;br /&gt;Pada bayang-bayang semu yang membuatmu lupa&lt;br /&gt;bahwa kau bukan siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali lepaskan otakmu dari simpul logika,&lt;br /&gt;Bebaskan anganmu dari belenggu teorema,&lt;br /&gt;dan belajarlah merasa dan berkaca.&lt;br /&gt;Melihat dirimu dalam semesta maha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggalkan bajumu, telanjanglah di depan hatimu.&lt;br /&gt;Dengarkan suara rincik air bening yang menetes di kedalaman jiwamu.&lt;br /&gt;Ada yang terus mengalir tenang, tanpa kau sadari yang jika kau ikuti akan&lt;br /&gt;membawamu ke samudera tanpa tepi:&lt;br /&gt;semesta yang tak habis-habis kau pahami.tak perlu kau menjadi apa-apa.&lt;br /&gt;jadilah bukan siapa-siapa karena di situ, makna dirimu yang sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila ada kata yang merangkai dusta&lt;br /&gt;Ada kalimat membekas lara&lt;br /&gt;Ada langkah menoreh luka&lt;br /&gt;Ada prasangka dan curiga&lt;br /&gt;Mohon bukakan pintu maafmu untukku, untuk kami&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Selamat Iedul Fitri 1 Syawal 1427 H&lt;br /&gt;Dari kami sekelurga&lt;br /&gt;Rina Muttaqinah –Taufik Hidayatullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-116219288614014678?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/116219288614014678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=116219288614014678' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116219288614014678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116219288614014678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/10/menjelang-1-syawal-1427-h.html' title='Menjelang 1 Syawal 1427 H'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-116098445769185649</id><published>2006-10-16T14:36:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T14:40:58.806+07:00</updated><title type='text'>MBS, Komite Sekolah dan Oknum...</title><content type='html'>Implementasi MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) menuntut adanya perans erta masyarakat lebih banyak, peran yang diharapkan adalah ‘sense of belonging’ masyarakat pada sekolah sehingga sekolah tidak didominasi oleh ‘apa maunya pemerintah’ tetapi ‘ apa yang dibutuhkan masyarakat’. Kehadiran sekolah harus benar-benar menjadi tumpuan harapan dan cita-cita masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti jamannya kakek dan nenek kita dulu, masyarakat benar-benar merasa membutuhkan berdirinya sekolah di tengah kehidupan mereka, sehingga mereka bahu-membahu mendirikan sekolah, mencarikan kepala sekolahnya dan gurunya yang akan mendidik putra-putri mereka. Sekolah lahir atas dasar cita-cita kepentingan bersama. Ruh tersebut nampaknya ingin dihidupkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dengan munculnya MBS berbagai pendapat kontroversi bermunculan memperdebatkan kehadiran MBS yang terlalu dini bagi masyarakat kita, seperti yang disampaikan Prof. Surya yang menganggap bahwa masyarakat kita saat ini belum cukup siap untuk bisa tune in memiliki dan menjadi bagian warga sekolah, belum lagi kewenangan sekolah mengatur dirinya belum sepenuhnya diberikan pemerintah terutama pemerintah daerah dengan berlakunya otonomi daerah, itu artinya menunjukkan pemerintah pun belum siap sepenuhnya memberlakukan MBS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah semasa pemerintahan Pak Harto telah ditempatkan sebagai agen perpanjangan ‘apa yang dimaui pemerintah’. Sistem top down pendidikan yang sudah mendarah daging akan dirubah dengan adanya MBS, dimana sekolah secara penuh mengelola dirinya sendiri. “ Kalau tidak dimulai sekarang mau kapan lagi, sekolah diberi kewenanganmengatur dirinya” kita-kira begitulah yang diungkapkan Pak Indra Jati Sidi saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komite Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kita simpan persoalan besar tadi, mari kita lihat peran serta masyarakat yang diwakili oleh komite sekolah, wadah yang menampung seluruh aspirasi masyarakat, orang tua dan stake holder. Sejak dulu pun wadah yang memiliki fungsi yang hampir sama telah ada, yang disebut BP3, namun peran sekarang seharusnya lebih luas lagi. Selain sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dan masyarakat, komite sekolah memiliki fungsi kontrol terhadap berlangsungnya proses pendidikan di sekolah agar sesuai dengan komitmen mutu pendidikan yang telah disepakati sebelumnya. Oleh sebab itu orang yang duduk sebagai pengurus komite sekolah seharusnya mengetahui visi, misi dan program-program sekolah sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan menunjukkan lain di lapangan, salah satu contoh di Kab. Purwakarta ketika penulis sedang bertugas mengambil data dan sempat melakukan wawancara dengan beberapa kepala sekolah, guru dan komite sekolah SMP. Setelah menjelaskan panjang lebar diakhir pembicaraan ketua komite sekolah dengan bangga mengatakan kalau dirinya dipercaya menjadi ketua komite sekolah dibeberapa sekolah di Kab. Purwakarta “ wow …weleh…weleh…” dengan sedikit ‘kerung’ saya pribadi merasa sangat aneh dan tak habis pikir, seberapa banyak waktu yang dimiliki oleh orang ini? sampai mampu mengurus beberapa sekolah dengan program seabreg dan jika dijalankan dengan benar tupoksi komite sekolah, tentunya sanghat menyita waktu dan energi. wah…hebat……….&lt;br /&gt;Rasa penasaran mendorong saya berbicara secara pribadi dengan salah seorang kepala sekolah&lt;br /&gt;“Pak, kalau ketua komite sekolah mendapatkan honor setiap bulannya?&lt;br /&gt;“ Tentu atuh, Bu”&lt;br /&gt;“ Berapa honornya per bulan? “&lt;br /&gt;dengan agak sedikit ragu karena takut terdengar oleh yang bersangkutan, Kepala Sekolah tersebut menjawab&lt;br /&gt;“ 700 ribu rupiah per bulan Bu”dengan polos tanpa beban Bapak Kepsek itu menjawab.&lt;br /&gt;“ Apa…???” otakku langsung berputar memikirkan perkataan ketua komite sekolah tersebut, kalau ia menjadi ketua komite di beberapa sekolah 700 ribu kali sekian sekolah…wah jadi penghasilan yang menggiurkan…&lt;br /&gt;benar juga ternyata pikiran cas cis cus ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari kita Tanya Kenapa????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-116098445769185649?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/116098445769185649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=116098445769185649' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116098445769185649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116098445769185649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/10/mbs-komite-sekolah-dan-oknum.html' title='MBS, Komite Sekolah dan Oknum...'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-116070881300712412</id><published>2006-10-13T09:16:00.000+07:00</published><updated>2006-10-13T10:06:53.406+07:00</updated><title type='text'>Parcel.....???</title><content type='html'>Fenomena yang terjadi saling mengirim dan menerima parcel saat hari raya atau hari spesial lainnya beberapa tahun belakangan, telah membudaya di kalangan masyarakat kita terutama di kalangan para pejabat mulai presiden sampai pejabat RT sekalipun. Ucapan selamat hari raya..., selamat atas wisuda..., selamat atas peresmian... dan terima kasih atas kerjasama…yang disematkan pada pembungkus parcel yang dikirim, menjadi hal yang lumrah. Isi parcel pun beraneka macam mulai dari buah-buahan, makanan kaleng, alat rumah tangga dan elektronik, jumlah parcel dan pengirimnya  tergantung seberapa tinggi jabatan/ posisi seseorang di perusahaan atau di lembaga pemerintah, makin tinggi jabatan/ posisinya maka makin banyak parcel yang akan mereka terima, pengirimnya bervariasi mulai dari pejabat yang lebih rendah (untuk menunjukkan rasa hormatnya), pengusaha (untuk mempererat hubungan kerjasama), juga kenalan/ teman- teman dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin jika seorang pejabat mendapatkan parcel banyak sekali dari bawahannya atau dari temannya, ia pun merasa dituntut untuk mengirim parcel ke pejabat yang lebih tinggi dari dirinya maka dipilihlah parcel-parcel terbagus yang ia dapatkan, kemudian kartu ucapannya diganti dengan bahasa yang berbeda dan tujuan yang berbeda. Selanjutnya parcel tersebut saling dikirim seperti lalu lintas jalan raya bolak-balik, yang pada akhirnya sampai lagi pada si pengirim pertama…(nah…lho!!!!!!!!) “ Lho…ini kan parcel yang gue kirim ke si fulan…????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah parcel yang kita kirim dimakan/bermanfaat bagi si penerima ? itu nomor dua yang penting pengakuan dari si penerima kalau si pengirim sudah kirim parcel, sudah kasih perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini mengingatkan saya sewaktu di kampung, orang tua saya dan warga di kampung saya selalu masak saat memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, masakan tersebut lantas dikirimkan ke semua warga di kampung. Hal yang sama pun dilakukan tetangga dan warga lainnya, alhasil maka beredarlah nampan aneka masakan tersebut, jika ada seorang tetangga yang lupa tidak diberi maka senampan makanan dari tetangga lainnya pun jadi diberikan pada tetangga yang belum kebagian tersebut atau jika berlebih makanan itu akan dikirim ke warga yang letaknya agak jauh dari kampung walaupun sebenarnya masakan tersebut bukan bikinan si pengirim tapi tetangga yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ini telah berubah bentuk menjadi saling mengirim parcel yang walaupun pada tahun 2005 KPK mengeluarkan aturan tidak boleh memberi dan menerima parcel bagi para pejabat saat hari raya, tetapi budaya untuk saling memberi sebagai bentuk perhatian akan selalu menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Siapa tahu saling mengirim parcel diantara para pejabat dihentikan berubah dengan saling mengirim  angpow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada kalangan yang sangat membutuhkan untuk diberi parcel atau angpow yakni fakir miskin dan anak-anak terlantar, merekalah orang-orang yang berhak menerima hadiah, sodaqoh, santunan dan perhatian bukan para pejabat…mereka tidak membutuhkan hal tersebut karena gaji, deposit dan hartanya sudah cukup membiayai hidup layak bahkan mewah. Sebaiknya paradigma memberi dari bawahan ke atasan, dari pejabat rendah ke pejabat yang lebih tinggi dirubah menjadi memberi dari para pejabat tinggi ke pejabat rendah dari yang kaya ke yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu ditutup-tutupi karakter masyarakat Indonesia adalah selalu ingin memberi jadi bukan tidak mungkin jika ada aturan dihentikannya mengirim parcel pada pejabat tinggi dirubah menjadi saling memberi angpow, atau secara terang terangan "DENGAN TIDAK MENGURANGI RASA HORMAT KAMI TIDAK MENERIMA PARCEL TAPI ANGPOW"...lho........???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-116070881300712412?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/116070881300712412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=116070881300712412' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116070881300712412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116070881300712412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/10/parcel.html' title='Parcel.....???'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-116063418667661186</id><published>2006-10-12T13:17:00.000+07:00</published><updated>2006-10-12T13:23:07.666+07:00</updated><title type='text'>Banyak Bertanya Sesat di Jalan...........???</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ketika aku SD dulu, Bu Guru selalu bilang “jadi jelema teh kudu bodo alewoh” (kalo jadi orang harus rendah hati, banyak bertanya jika tidak mengerti) kira-kira begitulah artinya. Pepatah ini sangat terasa sekali jika di jalanan mencari alamat apalagi di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bekasi dan Bogor (tidak tahu kalo kota lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dari kantor memaksaku melakukannya, dari orang ke orang kami bertanya mencari alamat sekolah untuk melakukan pengambilan data penelitian mulai dari abang becak, pedagang, tukang ojek , tukang asong tidak bisa memberi informasi yang benar tentang alamat yang kami tanyakan, bahkan aku curiga mereka membuat kami harus terus berputar-putar kayak orang limbung sampai kurang lebih 5 jam an. Saat kami kembali pada posisi awal eh…si orang yang memberi kami petunjuk hanya nyengir memperlihatkan wajah tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tak habis pikir dibuatnya, mengapa orang Indonesia yang dikenal ramah koq tega ya…. membuat orang susah (senang lihat orang susah, susah lihat orang senang), padahal aku pribadi sering memberi petunjuk benar pada orang yang sedang kebingungan nyari alamat. Apa kehidupan keras Jakarta telah membuat orang bersikap seperti Yahudi??? Selalu berpikir “apa untungnya buatku jika kutolong?” wallahualam yang kutahu sulit sekali mendapatkan orang baik di jalanan. Sampai tulisan ini kuposting semua kota yang kusebutkan tadi kami hampir mendapatkan masalah yang sama dalam mencari alamat, jadi tidak salah kalau aku beranggapan bahwa menanyakan alamat di jalanan akan membuat kita nyasar………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan pepatah bodoh yang beredar dikalangan para birokrat menular juga di masyarakat “ kalau bisa dipersulit untuk apa dipermudah????????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-116063418667661186?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/116063418667661186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=116063418667661186' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116063418667661186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116063418667661186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/10/banyak-bertanya-sesat-di-jalan.html' title='Banyak Bertanya Sesat di Jalan...........???'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115945724223190191</id><published>2006-09-28T22:26:00.000+07:00</published><updated>2006-10-02T10:24:59.760+07:00</updated><title type='text'>Jangan pipis sembarangan.........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/pintu%20doang.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/200/pintu%20doang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi ingat lagu anak-anak yang dinyanyikan Melisa kecil “…&lt;i&gt;.jangan pipis sembarangan…..”&lt;/i&gt; , menyerukan pada setiap orang terutama anak kecil untuk tidak buang hajat sembarangan tapi nasihat ini ternyata hanya berlaku bagi teman teman kecilnya Melisa. Di sepanjang jalan tol, sering sekali saya menemukan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;mobil berhenti di pinggir jalan dan melihat sopir truk, sopir kendaraan pribadi berdiri dibalik pintu mobil yang sengaja dibuka dan….astagfirllah…nampaknya pengelola jalan tol khususnya, &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;harus memfasilitasi pengguna jalan tol WC-WC umum di sepanjang jalan tol, he..he..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kejadian serupa pun terjadi di terminal-terminal hampir di setiap kab/ &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di Jawa Barat selalu ada pojok bau menyengat, yang membuat pening kepala, bau pesing yang tak tertahankan...., pernah suatu ketika saya mengantar turis nyasar, di terminal Leuwi Panjang Bandung ia bermaksud mencari Hotel Topaz &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;tempatnya ia menginap, ketika saya mengajaknya melewati barisan bis antar kota, masyaAllah….saya merasa malu sekali dibuatnya, sepanjang jalan yang kami lalui si bule itu terus-menerus ‘ongkek’ (muntah tak jadi/ batuk-batuk) saya tidak menduga sebelumnya akan demikian bau.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya tidak habis pikir mengapa banyak orang memiliki kebiasaan aneh, meniru kebiasaan binatang yang suka buang hajat dimana saja, padahal saya sangat yakin sebagian besar para awak bis dan angkot adalah muslim…….OH TUHAN…….&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b&gt;Budaya Buang Hajat Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika saya ditugaskan dari kantor tempat saya bekerja berkeliling ke daerah-daerah pelosok Jawa Barat saya melihat ada kebiasaan buruk masyarakat daerah terutama dalam mendidik anak-anak mereka. Orang tua tidak mengajarkan secara benar kepada anak-anak balita mereka mengenai ‘toilet training’, umumnya anak-anak buang hajat atas inisitif dan keinginannya sendiri, mau di selokan kecil, di halaman rumah, di sungai, sawah semuanya berlangsung atas dasar insting ‘gimana moodnya’. Saya berasumsi kemungkinan orang tua mereka memiliki pemahaman yang terbatas mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya melihat program-program yang dijalankan PKK di desa-desa yang dicanangkan sejak tahun 1976 belum menyentuh semua lapisan masyarakat khususnya ibu-ibu di daerah terpencil dan pelosok. Saya kira factor pendidikan keluargalah&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;yang membentuk pertama kali budaya bersih masyarakat dewasa ini.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Lantas kemana para cerdas cendikiawan dari daerah?? Umumnya mereka hidup di perkotaan, masyarakat yang melek pendidikan dan ‘berbudaya’ memiliki pekerjaan dan tempat tinggal di perkotaan. Jarang sekali para cendikiawan tersebut kembali ke tempat asalnya untuk membangun daerahnya sehingga akselerasi pembangunan manusia &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; seutuhnya tidak merata.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau dihubungkan dengan peristiwa yang saya alami dengan kebiasaan orang-orang yang saya sebutkan (termasuk diantaranya para awak bis di terminal) bisa kita asumsikan bahwa mereka&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;tidak mendapatkan pendidikan mengenai kebersihan di keluarga mereka terutama saat mereka masih tumbuh dan berkembang, sehingga budaya bersih tidak terinternalisasi dalam diri mereka.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Solusi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain pembinaan keluarga khususnya pendidikan keluarga bagi ibu/ orang tua penangan yang cepat dalam mengatasi masalah tersebut adalah control dari ‘government’ dan masyarakat, sebab walau bagaimana pun kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama tentunya dengan ‘government’ sebagai trigger dalam menjalankan program tersebut dimulai dengan ;&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;memfasilitasi penambahan tempat buang hajat di setiap fasilitas umum seperti jalanan, terminal, pasar;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;melibatkan sector informal untuk menjaga dan mengawasi fasilitas kebersihan tersebut (tentunya dengan pemerintah sebagai pemeliknya);&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;membuat aturan main yang konsisten bagi semua orang dalam memelihara kebersihan dan kesehatan (khususnya dalam buang hajat sembarangan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;WC Umum Milik Perorangan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari sekian masalah yang disebabkan karena keinginan buang hajat, beberapa kalangan masyarakat menangkap peluang tersebut dengan membuka usaha WC Umum milik perorangan, bahkan ada sebuah kecamatan di Kab. Garut hampir sebagian besar penduduknya bermata pencaharian pengusaha dan pengelola WC Umum. Penghasilan mereka terbilang besar sekali melebihi gaji PNS golongan IIIb plus tunjangan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Fenomena ini harus ditanggapi dengan baik, kalau menurut saya pribadi pemerintah harus turut memfasilitasi usaha-usaha seperti ini bahkan seharusnya pemerintahlah yang harus memiliki program seperti ini sebab walau bagaimanapun fasilitas milik umum harus dimiliki dan dikelola oleh pemerintah sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat agar terciptanya ketertiban dan keamanan juga akan membelajarkan masyarakat untuk hidup bersih.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Baru selesai saya memikirkan semua ini, saat keluar dari pintu gerbang tol Cileunyi pagi ini , ternyata PT Jasa Marga mulai membangun sarana WC umum tepat berdekatan dengan pintu sebelah utara.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115945724223190191?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115945724223190191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115945724223190191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115945724223190191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115945724223190191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/09/jangan-pipis-sembarangan.html' title='Jangan pipis sembarangan.........'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115925293177112583</id><published>2006-09-26T13:15:00.000+07:00</published><updated>2006-09-26T14:03:05.796+07:00</updated><title type='text'>Program Ramadhan</title><content type='html'>Shaum....Shaum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun sebelumnya usia kita masih bisa mencicipi indahnya Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan untuk sebagian orang dan bulan yang sangat menyiksa pun untuk sebagian orang. Ampunan dan berkah ini memang hanya diberikan bagi mereka yang merasa diseru untuk shaum (karena tidak semua orang diwajibkan shaum), hanya orang-orang yang berimanlah yang diwajibkan shaum. Berbagai program digelar untuk memasuki Ramadhan, ya setidaknya program diri, pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki, membenahi diri karena suasana yang terbangun sangat kondusif untuk lebih khusyu bermesraan denganNya. Bahkan Allah mengatakan di bulan Ramadhan semua syetan, &lt;em&gt;dedemit, ririwa&lt;/em&gt; dikerangkeng untuk tidak menggoda manusia maka oleh sebab itu setiap diri hendaknya memiliki program untuk &lt;em&gt;'continous improvement'.&lt;/em&gt; Rasulullah mengatakan bahwa orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, hari esok lebih baik dari ini (sangat cocok ya dengan prinsip ISO he..he..) Kalau Ramadhan lalu hati kita selalu senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang (kayak iklan...) maka Ramadhan kali ini kita harus merubah diri menjadi senang melihat orang lain senang, dan menolong orang lain yang kesusahan. Kalau dulu sholat kita tidak bisa khusyu maka mulai Ramadhan dan seterusnya kita belajar memahami arti dan makna setiap do'a yang diucapkan saat sholat, begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah Allah didalam Al Qur'an disebutkan bahwa tujuan shaum di bulan Ramadhan adalah agar kalian bertakwa " Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kita terlalu sering mendengar ayat tersebut dibacakan bahkan materi shaum pun selama hidup kita tak pernah ketinggalan, tapi sudahkah apa-apa yang kita ketahui teraplikasi dalam kehidupan kita? sudahkah setiap Ramadhan sikap dan perilaku kita berubah menjadi lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai untuk belajar mengevaluasi, berkontemplasi dan merefleksi diri atas segala yang sudah kita lakukan. Azamkan dalam diri bahwa Ramadhan tahun ini harus memberikan arti dalam merevolusi diri, merubah yang buruk menjadi baik, merubah kebiasaan salah menjadi benar dan merubah pemahaman yang keliru menjadi lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115925293177112583?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115925293177112583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115925293177112583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115925293177112583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115925293177112583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/09/program-ramadhan.html' title='Program Ramadhan'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115734651610134144</id><published>2006-09-04T11:44:00.000+07:00</published><updated>2006-09-08T12:15:01.610+07:00</updated><title type='text'>Surat Cinta Untukmu...</title><content type='html'>&lt;span style="color:#003300;"&gt;Kepada, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Saudaraku yang malang yang kusayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Bumi Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Kita tidak pernah tahu kapan kita meninggal, kalau saja kita tahu tentunya kita akan bersiap-siap menyambut ajal datang, kita akan mengumpulkan semua perbekalan yang diperlukan untuk bisa hidup bahagia di akhirat kelak. Beruntunglah orang-orang yang meninggal karena penyakit yang menggerogotinya...ya setidaknya mereka dapat menangkap sinyal-sinyal yang Allah berikan pada mereka, sayang tidak semua orang meninggal karena sakit, sada yang meninggal tertabrak kereta api, mobil,truk, serangan jantung tiba-tiba, saat tidur pulas, saat tertawa terbahak bahkan ada yang meninggal saat sedang berbuat maksiat. Wallahualam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun yang mampu menghindari diri dari sakaratul maut: isteri yang cantik, sholeh dan pintar,harta yang melimpah, deposit, rumah dan kendaraan yang kita sayangi semuanya terlepas begitu saja dari diri kita tak ada yang mau menemani. Boleh tanya pada suami atau isteri tercinta kita ’maukah mereka menemani kita saat ajal datang menjemput” jawabannya tentu TIDAK.......sekalipun isteri dan suami kita adalah orang tersholeh di dunia. Kita hanya sendiri menghadapNya...sendiri mempertanggungjawabkan semua amal baik-buruk kita selama di bumi, sanggupkah kita menghadapNya? Sanggupkah kita menghindar dari siksa kubur? Sanggupkah kita mengelak, berbohong diahadapanNya seperti yang sering kita lakukan di hadapan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia adalah tempat singgah dari perjalanan yang teramat panjang, kita hanya singgah di dunia ini paling banter hanya 70 an tahun, waktu yang teramat singkat jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang satu harinya sama dengan 1000 tahun waktu di bumi. Wow....sulit dibayangkan betapa lamaaaaaaaaanya...Apa dunia yang singkat ini yang menjadi prioritas kita? Sekali lagi TIDAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di dunia kita selalu berpikir menhitung amal seperti menghitung utang, saat kita lalai tidak sholat, tidak shaum, tidak zakat, kita berpikir ”semuanya akan beres jika kita membayarnya mengakumulasinya dengan rajin beribadah dalam seminggu” dalam seminggu kita lakukan berbagai macam dan jenis sholat baik wajib maupun sunat, berzakat sampai menghabiskan seluruh gaji kita dalam sebulan, shaum pun tidak ketinggalan shaum dawud, shaum senin-kamis...hati kita pun tentram berpikir Allah adalah maha pengampun, Allah akan ngertiin kita, dan rasa bersalah kita pun lambat laun berkurang merasa diri sudah membayar semua kesalahan yang kita lakukan dengan amal sholeh yang kita anggap banyak, kita anggap telah mewakili semua kesalahan kita......Eh giliran minggu berikutnya...saat semuanya berjalan baik-baik saja kita pun merasa bahwa semua dosa telah terampuni ” tak apalah berbuat dosa sedikit...aja, ntar juga ditebus lagi ” (Emangnya Allah tukang kredit???) memaklumi diri menganggap bahwa yang kita lakukan adalah sesuatu yang wajar, toh orang lain pun berbuat maksiat lebih dari saya....., apalah artinya dosa yang saya lakukan jika dibandingkan dengan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita dihadapkan pada sesuatu dimana kita harus memilih maka iman kita simpan dalam peti yang terkunci tapi setelah semuanya selesai baru kita sadar bahwa yang kita lakukan adalah salah, dan otak pun berputar mencari pembenaran dan justifikasi dari apa yang sudah kita lakukan ya...sekedar membuat hati tentram dan mencoba lari dari rasa bersalah. DIMANA HATI NURANI KITA???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri mukmin ada cahaya iman yang senantiasa menjaga kita dari jalan yang hitam dan gelap, cahaya ini harus senantiasa kita jaga dan pelihara agar tidak padam. Bukankah setiap kali kita akan berbuat salah hati kita selalu berdialog, berperang ? ada bisikan positif dan ada bisikan negatif, bisikan positif datangnya dari cahaya Allah melalui malaikat yang senantiasa menjaga kita sedangkan bisikan negatif bersala dari syetan yang selalu mengajak kita terjerumus dalam lembah dosa. Bisikan atau dialog itu yang disebut dalam teori &lt;em&gt;Self Empowering&lt;/em&gt; sebagai &lt;em&gt;Positive and Negative Internal Dialog&lt;/em&gt;, dimana orang yang mampu mengabaikan bisikan negatif sebagai seorang yang tangguh dalam memberdayakan dirinya, yang oleh Rasulullah dikatakan bahwa jihad terbesar manusia adalah saat ia berperang melawan bisikan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin hatinya cenderung pada bisikan-bisikan malaikat yang, karena inilah esensi dari rukun iman yang kedua yakni percaya pada malaikat, percaya bukan karena keberadaannya tapi jauh dari itu percaya dan mengikuti apa yang senantiasa berbisik dalam hatinya untuk selalu berbuat baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih, ’apa sebenarnya yang sedang kita cari?’ rumah indah, mobil mewah, uang yang banyak? Apa dengan semua itu lantas kita akan merasa puas dan cukup? Jawabannya TIDAK, kita akan terus dan terus mengejar rasa puas, tidak ada akhirnya. Dulu saat kita merasa diri paling miskin di dunia kita bermimpi, ’aku akan merasa cukup jika saja memiliki rumah dan mobil saja, setelah kedua hal itu terpenuhi maka keinginan itu bertambah lagi............., begitulah jika kita mengejar sesuatu yang tidak abadi, padahal semua itu tidak akan kita bawa mati, tidak akan menemani kita saat kita menghadapNya. Hanya 3 hal yang akan menolong kita : anak yang sholeh, harta yang dishodaqohkan dan ilmu yang amalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Kalau kita ingat-ingat lagi sudahkan kita mendidik anak kita, membekali mereka dengan tuntunan Allah? Jawabnya TIDAK maka celaka lah kita, walau bagaimana pun mendidik anak harus dengan uswah, mereka belajar dari apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. Harta kita? Sudahkah kita shodaqohkan dan infaqkan di jalan Allah? Jawabannya mungkin saja iya tapi........bukankah semua itu hanya sebagai alat penebus dosa untuk menutupi dosa-dosa yang kita perbuat, maka kita pun jadi tidak ikhlas menshodaqohkannya jawabannya TIDAK, lalu bagaimana dengan ilmu kita ? sudahkah ilmu yang kita miliki kita amalkan? Ah...sekali-kali juga TIDAK, banyak ayat yang kita hafal, banyak pengetahuan agama yang kita tahu bahkan ilmu-ilmu politik, ilmu perang, ilmu ekonomi, dan life style orang manapun kita tahu, tapi apakah semua itu sudah menjadikannya sikap kita? Apakah ilmu yang kita miliki sudah kita aplikasikan dalam hidup kita sebagai sikap hidup dan amal sholeh? Jawabannya juga TIDAK , rugi dan celakalah kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115734651610134144?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115734651610134144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115734651610134144' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115734651610134144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115734651610134144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/09/surat-cinta-untukmu.html' title='Surat Cinta Untukmu...'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115458597638946346</id><published>2006-08-03T12:38:00.000+07:00</published><updated>2006-08-03T13:22:03.023+07:00</updated><title type='text'>Sifat Zionis itu ada diantara dan dalam hati kita</title><content type='html'>&lt;span style="color:#003300;"&gt;Dalam sejarah diciptakannya manusia, para malaikat mengatakan pada Allah SWT dalam QS Al Baqarah : 30 : ”&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan amanah menjadi khalifah di bumi pada manusia semata-mata sebagai ujian bagi manusia, siapa yang beriman diantara mereka dan Allah membiarkan manusia-manusia sesat sebagai ujian juga bagi manusia beriman siapa yang istiqomah dengan keimanannya, serta agar manusia mengetahui dengan jelas mana yang haq dan bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyak kejadian di luar sesuatu yang dipikirkan manusia, semakin memperjelas siapa yang haq dan bathil, siapa kawan dan lawan, mana yang mendukung terhadap kebathilan. Sejarah kebiadaban yang dilakukan musuh-musuh Islam dari masa ke masa selalu sama namun dengan bentuknya yang berbeda. Kalau dulu Hindun memakan hati As Syahid panglima perang Hamzah, keluarga Yasin didigodok di dalam air mendidih, Bilal yang dijemur, ditindih batu di tengah padang pasir yang panas, dan sekarang serangan brutal mengoyak fisik dan mental sangat bertolak belakang dengan human right yang mereka deklarasikan sebagai kaum yang paling mengahrgai human right. Semakin memperjelas identitas hitam dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solidaritas umat menggelembung bagai bola salju, melalui long march, demonstrasi yang menyatakan keprihatinan serta mengutuk &lt;em&gt;abis &lt;/em&gt;keangkaramurkaan yang dilakukan para zionis dan antek-anteknya. Sumbangan untuk rekonstruksi digalakan, serta do’a mengalir deras melalui mulut para mukmin sedunia atas kebiadaban yang terjadi, muslimin sedunia siap membantu secara fisik untuk melawan kaum zionis. Lantas apa lagi yang harus kita lakukan???????????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah bermuhasabah atas segala sesuatu yang menimpa kita, mari kita tengok lebih dekat apa saja yang bersarang di hati kita??? Adakah sifat-sifat zionis itu ada dalam diri kita???sifat serakah, egois, dengki, kejam, memerangi secara terang- terangan dienul Islam, ’membatu’ atas ayat-ayat dan perintah Allah ??? Sudah seberapa besar usaha yang sudah kita lakukan dalam menata hati dan perilaku kita sesuai tuntunan Allah???JANGAN-JANGAN KITA MENGUTUK HABIS PARA ZIONIS TERNYATA SIFAT DASAR MEREKA TIDAK JAUH BEDA DENGAN SIFAT YANG KITA MILIKI audzubillahimindalik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik bagi para mujahidin dan muslimin yang gugur di medan juang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Saya pribadi ikut prihatin bela sungkawa sedalam-dalamnya atas terjadinya kebiadaban di muka bumi ini dulu, sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115458597638946346?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115458597638946346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115458597638946346' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115458597638946346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115458597638946346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/08/sifat-zionis-itu-ada-diantara-dan.html' title='Sifat Zionis itu ada diantara dan dalam hati kita'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115396535341153577</id><published>2006-07-19T08:25:00.000+07:00</published><updated>2006-07-27T08:55:53.630+07:00</updated><title type='text'>Kebiasaan Yang Menjadi Beban</title><content type='html'>Bulan Juli di Indonesia selalu dijadikan bulan yang tepat untuk melakukan kenduri terutama mengkhitan anak laki-laki, pertimbangannya karena anak yang di khitan memerlukan waktu untuk sembuh dan kebetulan bulan Juli adalah masa liburan pelajar dari mulai TK-SMA di Indonesia, sehingga para orang tua memanfaatkan moment ini untuk meng khitan anak-anak mereka. Kalau dihitung-hitung aku pribadi mendapatkan undangan atas kenduri khitanan dalam satu minggu bisa 3-4 undangan, maklum aku dan suamiku termasuk manusia yang banyak dikenal orang (terutama di kampungku...he..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya orang lain, aku pun melakukan hal yang sama memanfaatkan liburan anak untuk mengkhitan dan mengadakan kenduri bagi anakku Sebagai muslim mengkhitan anak merupakan bagian dari sunnah Rasulullah. Niatku tulus hanya melaksanakan sunnah Nabi. Titik...., tapi ternyata tidak untuk orang lain ternyata kenduri khitanan menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang yang mendapat undangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, kultur yang berkembang di Indonesia khususnya di tatar Sunda, mengharuskan tamu yang diundang  harus membawa amplop berisi uang untuk ’nyecep’ (memberi uang bagi anak yang dikhitan).Kultur yang berkembang puluhan tahun bahkan ratusan tahun seakan mendarah daging dalam diri kita, sehingga ada perasaan malu jika datang pada acara kenduri khitanan tidak membawa uang/ amplop, yang lebih parah lagi mereka lebih memilih tidak datang daripada tidak ’nyecep’.&lt;br /&gt;Bahkan ada perasaan yang ngedumel dan mangkel saat menerima undangan 3-4 kenduri khitanan dalam seminggu di bulan juli, artinya mareka harus mengeluarkan 3-4 amplop uang/amplop. Dapat dibayangkan berapa budget yang harus dikeluarkan dalam sebulan jika setiap amplop berisi 20 ribu-50 ribu ( ukuran rata-rata keluarga menengah ke bawah) kurang lebih 240 ribu – 800 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya inilah yang membuatku kesal karena sudah menjadi sikap massal dari masyarakat untuk tidak datang pada undangan jika mereka tidak memiliki uang. Sangat jauh dari tujuan kenduri yang sebenarnya, bukankah mengundang orang datang pada saat kenduri adalah untuk mempererat silaturahiim?, mengumpulkan orang yang jarang bertemu di satu tempat?, bersyukur atas rahmat Allah dengan mengumpulkan sanak saudara, handai taulan  untuk berbagi kebahagiaan. Bahkan Rasulullah mencontohkan syukuran dengan mengadakan kenduri  mengundang fakir miskin untuk makan makanan yang lezat, berbagi kebahagiaan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Undangan Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 tahun yang lalu kebiasaan menghadiri undangan pernikahan agak lain dengan undangan khitanan, kalau undangan khitanan setiap orang merasa terbebani untuk membawa uang/amplop, maka undangan pernikahan saat itu ’mengharuskan’ undangan membawa kado yang berisi barang-barang yang bermanfaat bagi sang pengantin, biasanya alat-alat rumah tangga. Tapi seiring dengan kemajuan jaman dimana dituntut nilai praktis, maka paradigma itu bergeser menuntut hal yang sama seperti halnya undangan khitanan bahkan di surat undangan pernikahan acapkali kita menemukan tulisan ” Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kado atau cindera mata tidak berupa barang ” pernyataan tersebut nampak halus, padahal artinya undangan diharuskan membawa uang jangan barang. Inipun sama semakin jauh dari tujuan syukuran kenduri yang sebenarnya, terkesan  komersil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kurenungkan lebih seksama masyarakat kita sudah terjebak budaya yang ’material oriented’alias kapitalis alias ’yahudi’ semua sikap/ perilaku selalu diukur dengan materi. Pengorbanan yang dilakukan harus selalu sepadan dengan sejumlah materi yang harus kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kawan kita kembali pada sunnah Rasulullah bahwa esensi syukuran kenduri adalah untuk mengumpulkan fakir miskin, sanak family menjalin erat silaturahiim, memohon do’a mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi kalau kita luruskan lagi niat, maka tidak wajib untuk membawa uang/amplop pada saat diundang kenduri khitanan atau pernikahan, kalau punya uang tidak salah memberi uang/ amplop sekedar ikut merasakan senang tapi jika hal itu menjadi beban sehingga menghambatnya untuk datang..hati...hati kita bisa terjebak dosa, karena pesan Rasulullah dalam sebuah hadits mengatakan ’kewajiban mukmin yang satu pada yang lainnya dalah : jika mereka diundang maka mereka wajib untuk datang’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115396535341153577?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115396535341153577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115396535341153577' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115396535341153577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115396535341153577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/07/kebiasaan-yang-menjadi-beban.html' title='Kebiasaan Yang Menjadi Beban'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389219291234070</id><published>2006-07-12T12:35:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T12:36:32.916+07:00</updated><title type='text'>Rasa Sakit = Warning system</title><content type='html'>&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”&lt;/em&gt; QS. Al Imran 191&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian banyak ayat dalan Al Qur’an yang menyebutkan bahwa semua yang Allah ciptakan teratur rapi memiliki fungsi yang luar biasa. Seisi langit dan bumi termasuk didalamnya makhluk-makhluk sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata, semuanya memiliki peran dan fungsinya masing-masing, yang Allah titipkan/ amanahkan kepada manusia dalam mengelola dan memeliharanya sesuai dengan kehendakNya, sesuai dengan aturanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia yang Allah angkat sebagai khalifah di muka bumi ini,  tidak menjalankan dan memfungsikan sumber daya dan sumber dana sesuai dengan kehendak Allah, maka tunggulah adab dariKu. Artinya alam yang kita ciptakan menuntut haknya untuk diperlakukan sebagaimana mestinya termasuk tubuh kita sendiri. Tubuh kita ini harus berdaya dan berhasil guna untuk mengabdi kehadapanNya dengan aktifitas bermanfaat yang semuanya dinisbatkan demi tegaknya risalah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik alam di luar diri kita maupun tubuh kita sendiri, Allah sudah melengkapi semua perangkat sistemnya dengan sangat sempurna. Contoh kecil, jika kita lupa makan seharian maka perut kita akan sakit melilit dan perih, jika tubuh kita pusing atau panas tentunya ada organ tubuh kita yang kena infeksi terserang virus. Rasa perih, pusing dan demam ini adalah bentuk protes tubuh pada kita mereka seakan berkata”...tolonglah jangan perlakukan kami begini,...aduh..tolonglah ini ada virus yang menyerang kami gara-gara kamu tidak menjaga kesehatan....” atau dengan istilah lain sebagai WARNING SYSTEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya sistem keamanan alarm yang dipasang di rumah-rumah atau kendaraan, jika ada serangan atau something wrong maka warning system nya menyala atau berbunyi.....itu berarti petunjuk bagi sang pemilik. Rasa sakit ini memberi tanda adanya luka/ cedera . Ia juga merupakan satu bentuk mekanisme perlindungan dan peringatan kepada seseorang supaya tidak membuat atau mengulangi sesuatu mendatangkan cedera. Tanpa petunjuk ini, sesorang tidak mungkin mengetahui ada anggota tubuh atau organ mereka mengalami luka/ cedera dan memerlukan perawatan dan penanganan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan biasa, rasa sakit merupakan  reseptor pinggiran yang dirangsang, menyalurkan isyarat-isyarat melalui sistem sarag ke otak. Apabila terdapat cedera, isyarat-isyarat tersebut disalurkan melalui saraf yang berkaitan ke otak dan seseorang  akan menderita kesakitan.&lt;br /&gt;Bayangkan jika saja warning system atau rasa sakit dalam tubuh kita tidak kita rasakan, APA YANG AKAN TERJADI????????? Tentunya tubuh kita ini sudah hancur dan punah sejak lama karena kita tidak bisa mengontrol apakah tubuh kita sedang sakit atau tidak. Banyak diantara kita yang menghilangkan secara berlebih rasa sakit itu dengan mengkonsumsi beraneka macam obat-obatan penahan rasa sakit, akan merugikan jika menkonsumsi lebih dari batas toleransi,  tentunya akan merusak sistem dalam tubuh , tubuh kita akan menjadi kebal dan warning system kita pun tidak akan berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bersyukurlah dengan rasa sakit yang telah Allah berikan kepada kita, syukurilah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389219291234070?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389219291234070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389219291234070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389219291234070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389219291234070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/07/rasa-sakit-warning-system.html' title='Rasa Sakit = Warning system'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389736240864474</id><published>2006-06-06T13:54:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T14:02:42.593+07:00</updated><title type='text'>Ketika Engkau Jatuh CINTA</title><content type='html'>&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ibu Rina Mutaqinah Taufik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;(materi pembelajaran Akhlaq dan Pembiasaan Kelas 2 semester 1 SMP Terpadu Baiturrahman Ciparay-Bandung)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia normal pasti mengalami jatuh cinta, tak terkecuali engkau Anakku, Ibumu, Ayahmu, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara orang menyikapinya ada yang membuatnya menjadi prustasi, ada yang membuatnya jadi berprestasi, ada yang menjadikannya motivasi atau mungkin ada juga yang membuatnya mati dikuasai cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, sebentar lagi atau mungkin diantara kalian ada yang sudah mengalami jatuh cinta…Ibu sangat khawatir jika kalian salah dalam menyikapi ‘jatuh cinta’ oleh karena itu, Ibu berharap materi ini akan membekali kalian bagaimana seharusnya kalian bersikap ketika jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Definisi CINTA Dalam Al Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah seminar yang digelar DKM Ulil Albab Unpas Bandung, Zonaina Yuhadisi membeberkan bahwa kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam QS Ali Imron : 14 &lt;em&gt;“Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).”&lt;/em&gt; Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Wudda dalam QS Maryam : 96 &lt;em&gt;“ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ”&lt;/em&gt; jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 “&lt;em&gt; Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir&lt;/em&gt;.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Dalam ayat inipun Allah menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan terraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta Nya kepada hamba yang dkehendakiNya. Allah yang akan mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah tidak menghendakiNya. Oleh karena itu terraihnya cinta—wudda pada satu pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yang Allah berikan pada pasangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya, cinta yang atas nama Allah, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;(Ayo jangan kerung begitu, wah materinya agak berat ya…dong tersenyumlah…, baiklah Ibu akan jelaskan lebih lanjut dengan bahasan yang agak ringan)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Masa Remaja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja adalah masa yang penuh konflik, kritis dan penuh gejolak. Bagaimana tidak, masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Banyak diantara remaja yang bingung menghadapi semua perubahan yang dialaminya, baik perubahan fisik, psikis dan mental. (Tugas perkembangan remaja akan dijelaskan lebih lanjut pada materi pembelajaran selanjutnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kurang pengetahuan, banyak diantara mereka menjadi rendah diri saat suaranya mulai besar dan parau, ditambah perubahan fisik dan wajahnya yang berjerawat sehingga perubahan tersebut membuat remaja menarik diri dari lingkungan yang membuatnya tertekan. Di saat seperti ini lingkungan sangat membantu dan memberi pengaruh yang besar dalam perkembangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kebutuhan remaja senang berkumpul, membuat kelompok dengan teman sebaya (peer group) menjadikannya menarik diri dari lingkungan keluarga, kalian lebih memilih berkumpul dengan teman daripada pergi dengan orang tua, iya…kan??????. Berkumpul dengan teman, merencanakan suatu kegiatan yang membuatmu merasa dihargai, membuatmu merasa diakui sangat lah penting, apalagi jika ada seorang gadis atau seorang remaja putera yang menarik perhatianmu….rasanya kamu ingin sekali menunjukkan kelebihanmu… &lt;em&gt;(hayooo…ngaku.aja….tuh Ibu tau kan???, so pasti karena Ibu juga pernah muda he…he…)&lt;/em&gt; kita lanjutkan ya…Kamu juga sangat tidak ingin orang lain meremehkanmu, apalagi jika itu cewek dan yang paling membuatmu sebel jika ayah ibumu selalu mendiktemu menganggapmu masih anak-anak…nyuruh ini ..itu, harus begini…harus begitu…, tidak boleh mealkukan ini dan itu…rasa sebel deh kalo sudah kayak gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So…yang sangat membuatmu sulit mengendalikan diri yaitu` pada saat kamu sedang jatuh cinta…nah..lho…ketauan…, di sisi lain ustadz dan ustadzah menyuruhmu untuk menghindari diri dari “pacaran” sementara itu adalah sesuatu yang indah menurut orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Ketika hati sedang dilanda CINTA…&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Didalam Islam tidak ada istilah pacaran yang ada pernikahan, jika sepasang laki-laki dan perempuan saling jatuh cinta maka haram bagi mereka untuk tidak segera menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ Janganlah engkau mendekati zinah, sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”&lt;/em&gt; (QS. Al Israa : 32 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendekati jinah saja tidak boleh….sikap dan perilaku yang terkategori mendekati jinah adalah :&lt;br /&gt;- memandang lawan jenis dengan penuh nafsu&lt;br /&gt;- dengan sengaja menyentuh kulit lawan jenis&lt;br /&gt;- berduaan di tempat gelap&lt;br /&gt;- pergi berduaan tanpa muhrim&lt;br /&gt;- pacaran&lt;br /&gt;- dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Pacaran adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah dengan alasan yang walaupun dibikin sedikit masuk akal sebagai bentuk ta’aruf menjelang menikah, tapi tetap saja pacaran sebagai perilaku yang termasuk ‘mendekati jinah’. Ta’aruf dan pacaran merupakan dua konsep yang jauh berbeda (selanjutnya akan dibahas pada materi Pacaran atau Ta’aruf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting bagi kalian untuk saat ini adalah apa yang harus dilakukan saat kita sedang jatuh cinta???..walaupun kalian seorang santri… tetap aja ‘ santri juga manusia…punya rasa…punya ..hati” iya kan…he..he…jadi ketularan lagunya boy band serieus. Artinya kalian pun punya perasaan yang sama dengan yang lainnya pasti mengalami jatuh cinta…karena itu adalah Sesuatu yang alami, sesuatu yang sangat wajar, jika tidak pernah mengalaminya patut dipertanyakan…apakah kalian normal???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadzah Zonaina Yuhadisi ada 3 respon yang biasa dilakukan remaja saat jatuh cinta .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Hanyut dan tenggelam dalam rasa cinta, ini akan membuat orang rugi dunia dan akhirat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Membuang dan membunuh rasa cinta tersebut, ini bukan sikap yang bijak karena rasa cinta tidak bisa dibunuh &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Mensyukuri dan mengenndalikannya, ini sikap yang tepat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Mengendalikan CINTA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Ustadzah Zonaina Yuhadisi&lt;br /&gt;Sikap yang harus kalian camkan dan lakukan saat kalian jatuh cinta adalah&lt;em&gt;….(apa hayo….ada yang tau…ada yang sudah punya pengalaman ngatasin jatuh cinta???baiklah gini…)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Bersyukur kepada Allah karena bias jatuh CINTA&lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Berlindunglah kepada Allah agar tidak dikuasai CINTA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Sadari mengapa jatuh CINTA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Sadari hal-hal positif yang bias dibangkitkan dengan CINTA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Sadari hal-hal negative sebagai dampak dari jatuh CINTA&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Eliminir kekeliruan akibat jatuh CINTA&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(penjelasan lanjutan pada materi berikutnya…nah lho …)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Sedangkan rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Jangan berduaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Jangan bertatap-tatapan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Jangan di tempat sunyi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Jangan ikuti bisik dan langkah syetan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Nah, cukup sekian materi kali ini Ibu berpesan, ketika rasa CINTA itu datang dan menggoda, waspadalah…syetan sedang memberi angan-angan dan menjebak kita dalam kenistaan. Awalnya seseorang akan hanyut dengan cinta karena ia membiarkan rasa itu ada dan mengalir sesuai kehendak cinta itu sendiri, karena itu lah banyak orang yang menjadi korban cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu marilah kita belajar mengendalikan cinta dan menyikapinya dengan bijaksana. Jangan beri peluang sekecil apapun kepada cinta untuk menguasai diri kita. Kembalikan rasa cinta kita kepada pemilik dan pemberi cinta sejati, agar hidup kita penuh cinta yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga engkau anak-anakku Allah memberi semua perlindungan dan kemampuan dalam mengolah emosi mengendalikan diri agar tidak terjatuh dalam cinta yang nisbi dan palsu, dan semoga pula kalian mendapatkan wudda dalam hidupmu dengan prestasi amalmu, Ibu akan ada untuk kalian…bersama menggapai langit…menuju keharibaanNya, dalam kampung akhirat yang penuh wangi bunga, dengan air jernih mengalir di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya marilah kita simak puisi indah, kalau Ibu tak salah mengingat begini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan…….&lt;br /&gt;Saat aku menyukai seseorang teman&lt;br /&gt;Ingatkanlah aku akan ada sebuah akhir&lt;br /&gt;Sehingga aku tetap bersama yang tak berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Ketika aku merindukan seorang kekasih&lt;br /&gt;Rindukan aku kepada yang rindu cinta sejatiMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Jika kembali mencintai seseorang&lt;br /&gt;Teruskan aku dengan orang yang mencintaiMu&lt;br /&gt;Agar bertambah kuat cintaku padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Ketika aku sedang jatuh cinta&lt;br /&gt;Agar tak melebihi cintaku padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Ketika aku berucap aku cinta padaMu&lt;br /&gt;Biarlah kukatakan kepada yang hatinya terpau padaMu&lt;br /&gt;Agar aku tak jatuh cinta&lt;br /&gt;Dalam cinta yang bukan karenaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana orang bijak berucap&lt;br /&gt;Mencitai seseorang bukan apa-apa&lt;br /&gt;Dicintai seseorang adalah sesuatu&lt;br /&gt;Dicintai oleh orang yang kau cinta&lt;br /&gt;Sangatlah berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi……..&lt;br /&gt;Dicintai oleh seorang pecinta&lt;br /&gt;Adalah segalanya……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam, sampai jumpa materi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389736240864474?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389736240864474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389736240864474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389736240864474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389736240864474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/06/ketika-engkau-jatuh-cinta.html' title='Ketika Engkau Jatuh CINTA'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115440567064997847</id><published>2006-05-10T11:05:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T11:14:30.816+07:00</updated><title type='text'>Tubuh Rambo Hati Rinto</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Eit…jangan mesem gitu dong….he..he.. paling tidak kita semua tau kan siapa Rambo&lt;/em&gt;?? &lt;em&gt;Iya..itu lho si Prajurit yang gagah perkasa, yang tak NATO alias ’no action talk only’, yang ksatria, pemberani berotot besi, berurat kawat dan bertulang baja, yang diperankan oleh Silver Stallone...(wah itu sih film favorite ummi, setidaknya cerita heroiknya)&lt;/em&gt;. Nah...itu dia..orang macam gitu lah yang dimaksud dalam tulisan ini tubuhnya bagai Rambo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,.......lain Rambo Silver Stallone lain juga Rambo yang berhati Rinto. Kamu tahu kan Rinto Hararap (..&lt;em&gt;kayaknya kurang begitu kenal ya..ini penyanyi dan pencipta lagu kawakan Indonesia)&lt;/em&gt; beliau itu pencipta lagu-lagu yang notabene berlirik cengeng, memelas, mengeluh dan melankolis gitu lah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So…bertubuh Rambo dan berhati Rinto adalah bukan arti yang sebenarnya, tubuh Bung Rinto Harahap sendiri tinggi besar, yang saya maksud adalah lagunya itu, …jadi bertubuh Rambo dan berhati Rinto macam orang-orang berperawakan besar dan kekar tapi sangat cengeng ketika menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering bertanya-tanya dalam hati setiap berhadapan dengan orang-orang seperti demikian, apa yang salah dengan mereka?, pendidikan macam apa yang pernah mereka rasakan dari orang tua atau gurunya? Dan terapi apa yang tepat agar mereka bisa cukup tegar mengarungi hidupnya, mampu memberi manfaat bagi dirinya dan juga orang lain. Dari renungan-renungan itu, bisa kita tarik garis merahnya mereka tidak memiliki sikap &lt;em&gt;’fighting spirite’,  struggle of life&lt;/em&gt; nya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan IQ yang tinggi tapi juga skill-skill lainnya yang kadang-kadang luput dari kurikulum pendidikan kita, atau guru yang lupa mengajarkan/ menanamkannya atau bahkan orang tua tidak menyadari betapa pentingnya menanamkan sikap dan membentuk kepribadian militan, padahal memasuki arus global fighting spirite skill itu sangat mutlak diperlukan agar mereka bisa kompetitif selalu berusaha untuk terus belajar,belajar meraih apa yang dicita-citakan, tidak mudah patah arang dalam mengejar cita-cita dan melaksanakan tugas hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba  kita bayangkan seperti apa dunia kita ini di 20 tahun mendatang?? Tentunya teknologi semakin canggih bergerak cepat seperti cahaya, ilmu pengetahuan semakin berkembang, orang-orang pun terus melakukan pengembangan dan peningkatan diri. Bagaimana dengan nasib kita, mukmin di masa yang akan datang? Akankah kita menjadi pecundang dan penonton atas semua kemajuan yang ada? Atau mau menjadi pelaku sejarah untuk mengubah dunia ini sesuai dengan kehendakNya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah tidak ada lagi tempat bagi mereka yang malas, yang kerjanya hanya melamun meratapi nasib, memelas minta dikasihani dan mengeluh setiap kali musibah datang menghampiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tugas Hidup Manusia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingat-ingat lagi tugas kita sebagai manusia yakni&lt;br /&gt;- sebagai abid (hamba) QS. Adzari’at : 56&lt;br /&gt;- sebagai khalifah QS. Al Baqarah : 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Abid (Hamba)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan tugas manusia sebagai abid adalah Mengabdi berasal dari dari kata abadan, abdi artinya menyerahkan secara totalitas semua yang kita miliki kepada Allah termasuk factor subyektif yang dimiliki aku kepada Allah. Posisi abid adalah posisi yang teramat hina, kalau dianalogikan (namun Allah tidak bisa dianalogikan) maksudnya posisi abid adalah hamba sahaya pada jaman Rasulullah adalah posisi yang tak punya kuasa sedikitpun sekalipun hak untuk hidup. Jika seorang majikan menginginkan hamba sahayanya pergi atau mati maka dibunuhnya lah ia, artinya posisi abid tak punya hak untuk bertanya, berpendapat, membantah , meminta, memohon termasuk hak untuk hidup sekalipun. Semuanya bergantung kepada si pemilik hamba sahaya tersebut. Begitu pun diri kita di hadapan Allah, kita tidak punya hak apapun yang ada hanyalah kewajiban untuk tunduk dan taat kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khalifah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kholifah adalah pemimpin, kholifah fil ard adalah pemimpin di muka bumi. Setiap diri adalah pimpinan untuk dirinya, keluarganya dan masyarakatnya. Posisi kholifah sangat bertolak belakang dengan posisi hamba namun paradok ini adalah suatu tatalitas jati diri mukmin. Disamping sebagai hamba di hadapan Allah juga sekaligus sebagai pimpinan di muka bumi, di hadapan mahluk dan pemimpin sebagai kepanjangtanganan dari posisi Allah sebagai raja.Pemimpin untuk dirinya sendiri, ia bertanggung jawab atas amanah tubuh dan jiwanya untuk mengabdu hanya kepada Allah. Pemimpin dalam keluarga ia bertanggung jawab memimpin, mendidik, membimbing, menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. Sedangkan pemimpin bagi seluruh alam adalah ia bertanggung jawab atas amanah sumber daya alam dan manusia dan apapun yang Allah beri kepada seluruh manusia untuk digunakan dimanfaatkan dan diatur sesuai dengan keinginan sang maha mencipta sehingga menjadi rahmatan lil alamin: (QS Al Anbiyaa : 107)Ciri-ciri kholifah :a. Hamba Allah yang sholehb. Beriman dan beramal sholeh dengan fastabikul bil khoirot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tugas yang segitu berat?????????, perlu sikap mental yang tangguh, kuat, tahan guncangan, kompetitif alias fastabikul bil khoirot (berlomba dalam kebaikan), sportif, memiliki daya lenting yang tinggi dan tidak pernah berputus asa akan rahmat Allah SWT. Bukan mental yang cengeng, banyak mengeluh, berkeluh kesah, selalu menyalahkan keadaan dan mudah menyerah. Bayangkan saja moso iya seorang pemimpin bermental cengeng? (bisa kali ye..kalau ia menjadi pemimpin negeri liliput, dan kurcaci banci he..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Fighting Spirite &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapapun dia, dimana pun tinggal maka untuk menjadi survive manusia harus memiliki fighting spirite . Indikator sikap fighting spirite tertuang dalam, QS. Al baqarah : 148, QS. Al Ma’idah : 48, QS. Al Hadiid : 21. Yakni  :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memiliki tujuan dan orientasi hidup yang jelas&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fastabikul khoerot&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki mental kompetitif dalam meraih prestasi iman, ilmu dan amal sholeh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersabar&lt;br /&gt;Bersabar adalah tidak berputus asa dalam mengharap ridho Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Setelah menulis tulisan ini, jadi malu pada diri sendiri,  saat diri banyak mengeluh, merasa tidak siap menghadapi resiko sebagai pengemban amanah Nabi.&lt;br /&gt;Ya Allah berilah hamba  kekuatan iman, mental dan fisik dalam mengemban amanah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115440567064997847?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115440567064997847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115440567064997847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440567064997847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440567064997847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/05/tubuh-rambo-hati-rinto.html' title='Tubuh Rambo Hati Rinto'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389390450152347</id><published>2006-04-25T12:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T13:05:04.690+07:00</updated><title type='text'>Percekcokan Dalam Rumah Tangga Bernilai Ibadah ? Benarkah ?</title><content type='html'>&lt;em&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karuniaaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."&lt;/em&gt; (QS. An Nuur (24) : 32).&lt;br /&gt;Salah satu anjuran Rasulullah untuk Menikah :&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;em&gt;"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(&lt;/em&gt;HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan menyatukan dua energi besar untuk sama-sama berjuang menggapai ridlo Allah SWT. Penyatuan energi sehingga membentuk suatu sinergi tentunya membutuhkan waktu untuk saling menyesuaikan diri. Dalam proses penyesuaian itulah akan banyak ditemui ketidakcocokan, pergesekan yang menimbulkan konflik dari masing –masing pasangan. Betapa tidak masing-masing memiliki latar belakang budaya, kebiasaan, karakter yang berbeda untuk diselaraskan sesuai dengan keinginan Allah SWT dalam sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar konflik dan masalah dalam berrumah tangga dapat diminimalisir maka setiap pasangan harus memiliki pengetahuan yang cukup sebelum mereka memasuki jenjang pernikahan, sehingga dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka sudah siap menghadapi goncangan, pergesakan dan hambatan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan  adalah konsep sakral dari sebuah kontak (ijab Qobul) secara syah yang dilakukan oleh pasangan lelaki dan perempuan sesuai tata nilai hukum yang berlaku, baik hukum positif maupun hukum religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul artinya seseorang menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan menerima. Ijab qabul adalah seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya, untuk menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan menerima pernikahannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa:Sahl bin Said berkata: "Seorang perempuan datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata: "Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat padanya." Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: "Aku kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu." (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tujuan suatu penikahan menurut Islam adalah untuk mencapai ridho Allah, secara khusus yakni :&lt;br /&gt;1.      Mengabdi ke hadapan Allah.&lt;br /&gt;2.      Malaksanakan sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;3.      Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;br /&gt;4.      Membentuk suatu  masyarakat islami.&lt;br /&gt;5.      Mendapatkan ketenangan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka mereka ( adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;". (QS At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Percekcokan dalam Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu interaksi dua manusia yang berlatar belakang beda baik secara kultur, karakter dan gaya hdup sudah dapat dipastikan tidak akan lepas dari suatu pergesekan nilai dan kebiasaan, sehingga menimbulkan suatu percekcokan.Hal ini  sangat wajar dan manusiawi, jangankan pasangan seperti kita manusia biasa, rumah tangga Rasulullah pun tidak lepas dari percekcokan, yang membedakannya dengan kita Rasulullah memiliki akhlaq yang mulia dan dibimbing oleh Allah untuk menjadi contoh bagi ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keluarga muslim yang hanya karena masalah kecil mengakhiri pernikahan, suatu ikatan yang telah Allah kokohkan. Masalah bisa saja hanya bermula dari salah persepsi karena komunikasi yang tidak lancar sehingga menimbulkan salah pengertian atau mungkin kebiasaan kecil suami yang tidak disukai isteri atau juga ketidaktepatan mengekspresikan emosi seperti kecewa, marah. Semuanya bisa saja terjadi hanya saja ada pasangan yang mampu mengatasi masalah kecil tersebut dengan baik ada juga yang tidak mampu menyelesaikannya sehingga masalah kecil tersebut menumpuk dan menjadi bom waktu yang akan menghancurkan bahtera rumah tangga yang sedang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor penyebab terjadinya percekcokan dalam rumah  tangga  adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.      Kurang lancarnya komunikasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi menjadi bagian yang sangat penting dalam berrumah tangga, bagaimana mungkin masing-masing pasangan mengetahui keinginan dan harapan pasangannnya kalau tidak adanya komunikasi yang baik sehingga keinginan dan harapan tersampaikan dan tidak salah persepsi. Seorang suami atau isteri hendaknya menyampaikan pesan dengan lembut dan baik, tentunya dengan mempertimbangkan pula waktu dalam menyampaikan pesan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang baru saja pulang kerja dengan badan yang lelah dan perut yang lapar tidak mungkin seorang isteri menyampaikan keluhannya sepanjang siang itu, tapi harus menunggu waktu yang tepat dimana suami dalam keadaan yang santai dan tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.      Kurangnya pengetahuan/ ilmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum memasuki jenjang berrumah tangga calon suami atau isteri sebaiknya menggali dan menyempurnakan ilmu tentang pernikahan, dengan ilmu maka kita akan paham seperti apa rumah tangga yang dicontohkan Rasulullah dan bagaimana melajukan bahtera di tengah lautan kehidupan yang bergelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.      Kurangnya pengendalian diri masing-masing pasangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum menikah mungkin segalanya tampak indah di depan mata. Satu, dua, tiga bulan pertama semuanya bak di syurga dunia, tapi ketika usia pernikahan memasuki bulan keempat mulailah masalah bermunculan. Disini kita harus mampu mengendalikan diri kita. Kemampuan kita dalam mengendalikan diri diuji oleh Allah. Sikap yang tepat dalam menghadapi dan mengatasi masalah adalah dengan senantiasa berlindung dan memohon pertolongan Allah untuk tetap tenang, diberi kemudahan untuk berpikir jernih dan bertindak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaklah belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah berpengalaman dalam berrumah tangga, khususnya keluarga-keluarga mukmin, bagaimanakah mereka mengatasi konflik rumaha tangga, bagaimanakah mereka mengendalikan diri ketika menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.      Tidak adanya kesadaran sebagai hamba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seorang hamba Allah sepanjang hidupnya selalu mengabdi, segala aktifitasnya harus selalu  bernilai ibadah di hadapan Allah dalam QS. Adz Dzaariyaat : 55 dikatakan ” dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi (beribadah) kepadaKu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang hamba Allah akan meninggalkan semua sikap dan perilakunya yang tidak bernilai ibadah. Semua yang dilakukannya harus untuk dan atas nama Allah, dengan bertitik tolak pada &lt;strong&gt;”Sukakah Allah dengan apa yang akan kulakukan?”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;           &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Benarkah Budaya Jawa ”Nrimo” Sesuai Syariat Islam?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perempuan  adalah mahluk yang sangat istimewa dengan kehalusan budi pekerti, kelembutan cinta, wajah nan anggun berwibawa, suara yang lirih, langkah yang gemulai dan sikap yang taat, patuh, hormat pada orang tua serta berbakti pada suami, merupakan gambaran perempuan di mata bangsa Jawa dan beberapa bagian di Indonesia. Tabu jika ada seorang perempuan yang lantang, memberontak terhadap suatu keputusan orang tua atau suaminya, melanggar adat katanya. Bahkan ketika seorang suami menyakitinya, menjadikannya isteri simpanan pun tabu baginya untuk menolak apa lagi melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai tersebut semakin menguat dengan datangnya Islam ke Pulau Jawa, walau salah kaprah dalam memahaminya budaya ’nrimo’ sudah menjadi bagian dari kehidupan beragama di Jawa. Suami adalah pimpinan rumah tangga sehingga apa yang dikatakannya mutlak harus ditaati ’pamali’ jika membantah atau menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perintah taat dalam Islam tidak demikian, selalu diikuti kata ”selama  pimpinan (baik kepala rumah tangga, pemimpin masyarakat dan pimpinan negara) tersebut tunduk dan taat kepada Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan kepada ulil amri merupakan ketaatan bersyarat yakni taat manakala ulil amri tersebut berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, apalagi ketaatan terhadap seorang suami. Taat  dan patuh kepada suami adalah semata-mata hanya karena Allah telah memerintahkannya, sehingga semua yang dilakukan suami atau isteri akan bernilai ibadah manakala ia melakukannya atas nama Allah SWT, mencintai  suami atau isteri merupakan bentuk kecintaan terhadap Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala seorang pimpinan berbuat menyimpang dari Al Qur’an dan sunnah Rasulullah maka ketaatan tersebut menjadi batal adanya. Dalam berrumah tangga jika suami berbuat salah maka isteri wajib mengingatkannya, mengajaknya kembali ke jalan yang benar, tetapi jika berbagai cara telah dilakukan untuk mengingatkan suami maka  suami tersebut tidak wajib untuk ditaati, sehingga ’nrimo’ nya Jawa tidak berlaku. Dalam hal ini manakala suami menyimpang dari ketentuan Allah SWT maka isteri tampil bak seorang ’Srikandi’ di medan perang gigih berjuang melemahkan nafsu syetan yang ada dalam diri suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan di atas QS At Taubah : 71 "Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka mereka ( adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami isteri harus merupakan penolong menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah pada hal yang munkar, sehingga ketika percekcokan suami isteri karena salah satunya menyimpang dari ketentuan Allah, maka pasangannya mengingatkan dan meluruskannya, sehingga percekcokan tersebut akan bernilai ibadah. Percekcokan inilah yang dibenarkan oleh Allah SWT dan bahkan dianjurkan, seperti dalam hadits Bukhori Muslim&lt;br /&gt;”Jika melihat kemunkaran cegahlah dengan tanganmu, jika tidak mampu cegah dengan lisanmu dan jika tidak mampu cukuplah dengan hati maka itulah selemah-lemahnya iman”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suami dan Isteri Sebagai Partner&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Era globalisasi informasi telah mengubah pandangan tentang wanita dan isteri, posisi wanita bukan berada di bawah telunjuk pria atau kaum suami tetapi memiliki kedudukan yang sama bahkan lebih tinggi. Fenomena pandangan tentang wanita ’mampu mengerjakan semua pekerjaan seperti halnya pria’  telah  menyeret wanita meniggalkan fitrahnya,banyak ditemukan keputusan dan pengelolaan rumah tangga mutlak di tangan isteri, sehingga suami kehilangan wibawa dan pengaruhnya dalam memimpin rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dien yang menjunjung tinggi wanita, dalam Islam wanita adalah partner dalam menjalani biduk rumah tangga. Wanita dan pria sama-sama sebagai subyek bukan obyek. Namun tetap pria dengan berbagai kelebihan yang Allah berikan ia sebagai pemimpin dalam berrumah tangga. Isteri dalam hal ini sebagai partner, sebagai wakil di rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika fitrah yang Allah tetapkan ini dilanggar maka lihatlah kesudahan orang-orang yang tidak mentaati ketetapan Allah SWT, malapetaka dan kehancuran yang akan didapat., serta jauh dari rahmat dan kasih sayang Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan peran sebagai subyek dalam rumah tangga, berarti isteri memiliki kewajiban untuk menolong, meluruskan suami ketika suami berbuat menyalahi aturan Allah SWT, sudah barang tentu sebaliknya jika isteri menyimpang dari jalan Allah SWT maka suami berkewajiban mendidik dan mengarahkannya ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam menjalankan perannya baik suami atau isteri tidak mau mendengarkan tausyiah kita maka percekcokan akan terjadi, namun percekcokan ini akan menjadi ibadah di hadapan Allah, sehingga tidak perlu khawatir selama kita benar sesuai dengan ketetapan Allah janganlah takut atau merasa bersalah pada saat kita harus adu mulut atau mungkin adu otot dengan pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas maka sebaiknya calon isteri atau suami sebelum memasuki jenjang pernikahan, sempurnakanlah ilmu dan pengetahuan tentang berrumah tangga sesuai tuntunan Rasulullah SAW .Melalui tahapan seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.      Ta’aruf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;” Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal&lt;/em&gt;.” (QS.Al Hujurat : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’aruf tidak identik dengan pacaran, ta’aruf artinya saling mengenali diri masing- masing. Proses ta’aruf sebelum menikah hanya dibolehkan jika sesuai syariat yang telah Allah tetapkan, bukan liar dan tidak terkontrol. Ta’aruf yang dibenarkan memiliki rambu-rambu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;bertujuan mengenali pasangan untuk menuju jenjang pernikan (bukan untuk eksploitasi hawa nafsu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak berduaan, harus ada muhrim dari pihak calon mempelai perempuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pembicaraan tidak mengarah pada hal-hal yang menimbulkan birahi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;saling menyesuaikan diri satu sama lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dalam ta’aruf ini hendaknya masing-masing pasangan saling bertanya mengenai :&lt;br /&gt;-         Apa yang menjadi tujuan dan hidup pasangannya?&lt;br /&gt;-         Apa saja  yang disukai?&lt;br /&gt;-         Apa yang dibenci?&lt;br /&gt;-         Apa saja yang membuatnya kecewa?&lt;br /&gt;-         Apa saja yang membuatnya marah ?&lt;br /&gt;-         Apa cita-citanya?&lt;br /&gt;-         Apa tujuan menikah?&lt;br /&gt;-         Bagaimana cara mengatasi masalah selama ini?&lt;br /&gt;-         Dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jika masing-masing pasangan mengenai kebiasaan dan sifat calon istri atau suaminya, ia memiliki bahan untuk saling menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.      Tafahum&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tafahum adalah saling memahami, setelah masing-masing pasangan saling mengenal maka tahapan selanjutnya adalah saling paham, mengerti dan menyesuaikan diri  kebiasaan masing-masing, sehingga semua masalah dihadapi dengan tenang karena masing-masing mengetahui cara pandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.      Ta’awun&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;"Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka mereka ( adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’awun berarti saling menolong, seperti ayat di atas bahwa suami/isteri adalah penolong bagi pasangannya, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kebaikan dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.      Takaful&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Takaful artinya penyeimbang, pasangan suami isteri harus menjadi penyeimbang dari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan yang dimiliki isteri hendaknya dilengkapi oleh kelebihan yang dimiliki suami begitupun sebaliknya, sehingga sama-sama berproses untuk saling melengkapi dan saling menyempurnakan untuk menjadi hamba allah yang berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389390450152347?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389390450152347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389390450152347' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389390450152347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389390450152347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/04/percekcokan-dalam-rumah-tangga.html' title='Percekcokan Dalam Rumah Tangga Bernilai Ibadah ? Benarkah ?'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115440024213384683</id><published>2006-04-20T09:39:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T09:44:02.236+07:00</updated><title type='text'>Temper Tantrum</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dulu ketika masih usia 3 tahun zaki anakku yang sulung sering ngamuk, nangis engga karuan begini salah, begitu salah, bukan yang ini, bukan yang itu,…sesekali kepalanya ia bentur2 kan ke dinding….kalau sudah begini aku suka bingung maunya apa…aku sering bertanya pada beberapa teman tapi jawabannya tidak ke subtansi masalah. Alhamdulillah Allah mempertemukan aku dengan Zaonaina Yuhaditsi yang  beberapa tahun belakangan aku akrab dengan beliau. Tidak seperti dugaan teman2 beliau orang yang bersahaja, orang yang memiliki semangat hidup yang sangat tinggi, sikapnya yang tegas, jelas, lugas (mirip motto Media Indonesia…he..he..) ada yang menyatukan kami yaitu  kesungguhannya untuk konsen di dunia pendidikan, kami sama2 orang yg memiliki kepeduliaan terhadap pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering bertukar pikiran dengannya tentang berbagai hal…tentang anak yang suka ngompol, anak yang suka ngemut jari, anak yang suka ngamuk…….dan kami pun sering mendiskusikan isi buku tentang psikologi anak atau majalah yang berkenaan tentang itu seperti  Ayahbunda&lt;br /&gt;Dari beberapa obrolan kucoba tulis mengenai temper tantrum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Temper tantrum………….&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama yang aneh bukan….(kalo temanku bilang…mahluk apa temper tantrum itu….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temper tantrum adalah mengamuk, amarah yang meledak-ledak yang sering terjadi pada usia 2-4 tahun di saat mereka ingin menunjukkan kemandirian dan sikap negativistiknya, biasanya amukan ini merupakan jeritan, tangisan, membentur-benturkan kepala, memukul-mukul,menyepak, berguling-guling dan kekakuan tubuh ( dalam basa sunda namanya  jejengkeng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebab??&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Terlalu lelah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jangankan anak orang tua pun sama jika kondisi kita sedang lelah/cape (meminjam istilah teman…rungsing….) kita sulit untuk mengendalikan emosi kita, oleh karena itu cegahlah anak untuk tidak terlalu cape, pastikan anak cukup tidur dan makan. Jika anak kita terlihat tegang ajarkan relaksas dengan cara menarik nafas atau mengajaknya bercanda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Keinginan tidak terpenuhi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Balita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, eksplorasi, gemar bertanya tentang ini dan itu,  dan keinginan untuk selalu mencoba banyak hal termasuk keinginan-keinginan yang tidak masuk akal. merupakan cirri utama masa kanak-kanak. Kadang-kadang ada permintaan atau keinginan2 yg sulit dikabulkan, sehingga memicu anak untuk temper tantrum&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Frustasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(hehehe..ternyata anak2 kenal juga prustasi ya…) gagal melakukan sesuatu akan membuat anak2 kecewa dan emmicu meraka untuk mengamuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Keterbelakangan Mental&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mengalami keterbelakangan mental misalnya anak dengan gangguan bicara, pada saat ia kesulitan mengungkapkan keinginannya, ia pun akan temper tantrum&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Ada contoh (melihat orang lain)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang yang terdekat dengan anak tentunya akan menjadi rujukan mereka dalam bersikap, misalnya orang tua yang tidak bisa mengendalikan emosi, mudah marah dalam menghadapi masalah akan membuat anak-anak mencontoh perilaku kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Faktor kondisional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Situasi yang sangat tidak menyenangkan yang dialami anak misalnya seperti kesal dengan teman yang sering meledek, atau keasyikan bermain terganggu karena orang tua memaksa melakukan sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Penanganan??&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada 10 cara menangani temper tantrum&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Hadapi dengan tenang&lt;br /&gt;Hadapi anak dengan tenang, kendalikan emosi kita (….ingat kita sedang berhadapan dengan anak yg akan meniru prilaku kita…)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Abaikan amukan anak&lt;br /&gt;Buatlah anak sadar bahwa perbuatannya sia-sia (dicuekin gitu lho…..) ketika kita membiarkannya jangan sekali-kali melihat kearahnya, karena satu lirikan saja tertangkap oleh anak bias menjadi alas an bagi anak untuk meningkatkan intensitas amukannya, jadi berlagaklah tak acuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ulangi perintah/ memperjelas perintah&lt;br /&gt;Hentikan amukan anak dengan memperjelas dan mengulang perintah, mungkin tangisan anak akan mengeras tapi jangan pedulikan tangisannya, misalnya jika kamu mau ikut ibu, mandi dulu …atau hentikan dulu tangisanmu….(jika penyebabnya anak ingin ikut ibu….)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Gunakan time out&lt;br /&gt;Dudukkan anak di kursi/ sudut ruangan dan sebelumnya katakan “kamu boleh ngamuk tapi kalau kesal ibupun boleh mengamuk seperti kamu, diamlah…) lalu awasi dari kejauhan reaksinya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Pegang dan peluk&lt;br /&gt;Seringkali anak mengamuk dengan melakukan hal yang berbahaya, bagi dirinya maupun orang lain, peluklah anak dari belakang dan segera bawa ke tempat yang tenang dan aman. Begitup anak mengendurkan agresivitasnya kita pun kendurkan pelukan kita, kemudian ajaklah ia bicara dari hati ke hati dengan suara yang rendah dan lembut, hendari kata-kata mengancam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Lebih mendekatkan diri pada anak&lt;br /&gt;Bila anak nampak sedih, kecewa dan frustasi berilah saran tentang jalan keluar masalahnya dan biarkan ia menentukan yang mana yang akan ia ambil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Perkuat dengan hadiah&lt;br /&gt;Beri anak perlakuan ekstra jika berkelakuan manis namun hindari kata2” baguslah kamu tidak mengamuk..” tapi katakan “ Ibu senang kamu mau mendengarkan ibu…oleh karena itu ambillah es krim ini”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ajak anak bicara dari hati ke hati&lt;br /&gt;Berbicaralah dengan anak, sampaikan bagaimana perasaan kita dan terhadapnya dan gambarkan bagaimana perasaan kita dan dia ketika mengamuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ajarkan anak bicara dengan dirinya sendiri&lt;br /&gt;Ajarkan anak untuk menetralkan amarah dengan cara berkata-kata pada diri sendiri tentang kemarahannya dan bagaimana ia mengendalikannya misalnya “..&lt;em&gt;Tono memang menyebalkan tapi tak apalah mungkin ia habis dimarahi bapaknya…”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Lupakan anak pernah mengamuk&lt;br /&gt;Ajaklah anak bermain kembali seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa, tak usah menyebut-nyebut amukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam …………&lt;br /&gt;Kita harus belajar mengendalikan emosi karena kita sedang berhadapan dengan calon pemimpin bangsa masa depan yg butuh uswah dari kita……….&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115440024213384683?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115440024213384683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115440024213384683' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440024213384683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440024213384683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/04/temper-tantrum.html' title='Temper Tantrum'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389404705674546</id><published>2006-04-18T13:05:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T13:09:26.976+07:00</updated><title type='text'>Percekcokan Dalam Rumah Tangga Bernilai Ibadah ? Benarkah ?</title><content type='html'>&lt;em&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karuniaaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."&lt;/em&gt; (QS. An Nuur (24) : 32).&lt;br /&gt;Salah satu anjuran Rasulullah untuk Menikah :&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;em&gt;"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(&lt;/em&gt;HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan menyatukan dua energi besar untuk sama-sama berjuang menggapai ridlo Allah SWT. Penyatuan energi sehingga membentuk suatu sinergi tentunya membutuhkan waktu untuk saling menyesuaikan diri. Dalam proses penyesuaian itulah akan banyak ditemui ketidakcocokan, pergesekan yang menimbulkan konflik dari masing –masing pasangan. Betapa tidak masing-masing memiliki latar belakang budaya, kebiasaan, karakter yang berbeda untuk diselaraskan sesuai dengan keinginan Allah SWT dalam sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar konflik dan masalah dalam berrumah tangga dapat diminimalisir maka setiap pasangan harus memiliki pengetahuan yang cukup sebelum mereka memasuki jenjang pernikahan, sehingga dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka sudah siap menghadapi goncangan, pergesakan dan hambatan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah konsep sakral dari sebuah kontak (ijab Qobul) secara syah yang dilakukan oleh pasangan lelaki dan perempuan sesuai tata nilai hukum yang berlaku, baik hukum positif maupun hukum religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul artinya seseorang menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan menerima. Ijab qabul adalah seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya, untuk menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan menerima pernikahannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa:Sahl bin Said berkata: "Seorang perempuan datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata: "Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat padanya." Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: "Aku kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu." (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tujuan suatu penikahan menurut Islam adalah untuk mencapai ridho Allah, secara khusus yakni :&lt;br /&gt;1. Mengabdi ke hadapan Allah.&lt;br /&gt;2. Malaksanakan sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;3. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;br /&gt;4. Membentuk suatu masyarakat islami.&lt;br /&gt;5. Mendapatkan ketenangan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka mereka ( adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;". (QS At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Percekcokan dalam Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu interaksi dua manusia yang berlatar belakang beda baik secara kultur, karakter dan gaya hdup sudah dapat dipastikan tidak akan lepas dari suatu pergesekan nilai dan kebiasaan, sehingga menimbulkan suatu percekcokan.Hal ini sangat wajar dan manusiawi, jangankan pasangan seperti kita manusia biasa, rumah tangga Rasulullah pun tidak lepas dari percekcokan, yang membedakannya dengan kita Rasulullah memiliki akhlaq yang mulia dan dibimbing oleh Allah untuk menjadi contoh bagi ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keluarga muslim yang hanya karena masalah kecil mengakhiri pernikahan, suatu ikatan yang telah Allah kokohkan. Masalah bisa saja hanya bermula dari salah persepsi karena komunikasi yang tidak lancar sehingga menimbulkan salah pengertian atau mungkin kebiasaan kecil suami yang tidak disukai isteri atau juga ketidaktepatan mengekspresikan emosi seperti kecewa, marah. Semuanya bisa saja terjadi hanya saja ada pasangan yang mampu mengatasi masalah kecil tersebut dengan baik ada juga yang tidak mampu menyelesaikannya sehingga masalah kecil tersebut menumpuk dan menjadi bom waktu yang akan menghancurkan bahtera rumah tangga yang sedang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor penyebab terjadinya percekcokan dalam rumah tangga adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Kurang lancarnya komunikasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi menjadi bagian yang sangat penting dalam berrumah tangga, bagaimana mungkin masing-masing pasangan mengetahui keinginan dan harapan pasangannnya kalau tidak adanya komunikasi yang baik sehingga keinginan dan harapan tersampaikan dan tidak salah persepsi. Seorang suami atau isteri hendaknya menyampaikan pesan dengan lembut dan baik, tentunya dengan mempertimbangkan pula waktu dalam menyampaikan pesan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang baru saja pulang kerja dengan badan yang lelah dan perut yang lapar tidak mungkin seorang isteri menyampaikan keluhannya sepanjang siang itu, tapi harus menunggu waktu yang tepat dimana suami dalam keadaan yang santai dan tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kurangnya pengetahuan/ ilmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum memasuki jenjang berrumah tangga calon suami atau isteri sebaiknya menggali dan menyempurnakan ilmu tentang pernikahan, dengan ilmu maka kita akan paham seperti apa rumah tangga yang dicontohkan Rasulullah dan bagaimana melajukan bahtera di tengah lautan kehidupan yang bergelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Kurangnya pengendalian diri masing-masing pasangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum menikah mungkin segalanya tampak indah di depan mata. Satu, dua, tiga bulan pertama semuanya bak di syurga dunia, tapi ketika usia pernikahan memasuki bulan keempat mulailah masalah bermunculan. Disini kita harus mampu mengendalikan diri kita. Kemampuan kita dalam mengendalikan diri diuji oleh Allah. Sikap yang tepat dalam menghadapi dan mengatasi masalah adalah dengan senantiasa berlindung dan memohon pertolongan Allah untuk tetap tenang, diberi kemudahan untuk berpikir jernih dan bertindak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaklah belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah berpengalaman dalam berrumah tangga, khususnya keluarga-keluarga mukmin, bagaimanakah mereka mengatasi konflik rumaha tangga, bagaimanakah mereka mengendalikan diri ketika menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Tidak adanya kesadaran sebagai hamba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seorang hamba Allah sepanjang hidupnya selalu mengabdi, segala aktifitasnya harus selalu bernilai ibadah di hadapan Allah dalam QS. Adz Dzaariyaat : 55 dikatakan ” dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi (beribadah) kepadaKu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang hamba Allah akan meninggalkan semua sikap dan perilakunya yang tidak bernilai ibadah. Semua yang dilakukannya harus untuk dan atas nama Allah, dengan bertitik tolak pada &lt;strong&gt;”Sukakah Allah dengan apa yang akan kulakukan?”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Benarkah Budaya Jawa ”Nrimo” Sesuai Syariat Islam?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perempuan adalah mahluk yang sangat istimewa dengan kehalusan budi pekerti, kelembutan cinta, wajah nan anggun berwibawa, suara yang lirih, langkah yang gemulai dan sikap yang taat, patuh, hormat pada orang tua serta berbakti pada suami, merupakan gambaran perempuan di mata bangsa Jawa dan beberapa bagian di Indonesia. Tabu jika ada seorang perempuan yang lantang, memberontak terhadap suatu keputusan orang tua atau suaminya, melanggar adat katanya. Bahkan ketika seorang suami menyakitinya, menjadikannya isteri simpanan pun tabu baginya untuk menolak apa lagi melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai tersebut semakin menguat dengan datangnya Islam ke Pulau Jawa, walau salah kaprah dalam memahaminya budaya ’nrimo’ sudah menjadi bagian dari kehidupan beragama di Jawa. Suami adalah pimpinan rumah tangga sehingga apa yang dikatakannya mutlak harus ditaati ’pamali’ jika membantah atau menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perintah taat dalam Islam tidak demikian, selalu diikuti kata ”selama pimpinan (baik kepala rumah tangga, pemimpin masyarakat dan pimpinan negara) tersebut tunduk dan taat kepada Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan kepada ulil amri merupakan ketaatan bersyarat yakni taat manakala ulil amri tersebut berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, apalagi ketaatan terhadap seorang suami. Taat dan patuh kepada suami adalah semata-mata hanya karena Allah telah memerintahkannya, sehingga semua yang dilakukan suami atau isteri akan bernilai ibadah manakala ia melakukannya atas nama Allah SWT, mencintai suami atau isteri merupakan bentuk kecintaan terhadap Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala seorang pimpinan berbuat menyimpang dari Al Qur’an dan sunnah Rasulullah maka ketaatan tersebut menjadi batal adanya. Dalam berrumah tangga jika suami berbuat salah maka isteri wajib mengingatkannya, mengajaknya kembali ke jalan yang benar, tetapi jika berbagai cara telah dilakukan untuk mengingatkan suami maka suami tersebut tidak wajib untuk ditaati, sehingga ’nrimo’ nya Jawa tidak berlaku. Dalam hal ini manakala suami menyimpang dari ketentuan Allah SWT maka isteri tampil bak seorang ’Srikandi’ di medan perang gigih berjuang melemahkan nafsu syetan yang ada dalam diri suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan di atas QS At Taubah : 71 "Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka mereka ( adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami isteri harus merupakan penolong menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah pada hal yang munkar, sehingga ketika percekcokan suami isteri karena salah satunya menyimpang dari ketentuan Allah, maka pasangannya mengingatkan dan meluruskannya, sehingga percekcokan tersebut akan bernilai ibadah. Percekcokan inilah yang dibenarkan oleh Allah SWT dan bahkan dianjurkan, seperti dalam hadits Bukhori Muslim&lt;br /&gt;”Jika melihat kemunkaran cegahlah dengan tanganmu, jika tidak mampu cegah dengan lisanmu dan jika tidak mampu cukuplah dengan hati maka itulah selemah-lemahnya iman”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suami dan Isteri Sebagai Partner&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Era globalisasi informasi telah mengubah pandangan tentang wanita dan isteri, posisi wanita bukan berada di bawah telunjuk pria atau kaum suami tetapi memiliki kedudukan yang sama bahkan lebih tinggi. Fenomena pandangan tentang wanita ’mampu mengerjakan semua pekerjaan seperti halnya pria’ telah menyeret wanita meniggalkan fitrahnya,banyak ditemukan keputusan dan pengelolaan rumah tangga mutlak di tangan isteri, sehingga suami kehilangan wibawa dan pengaruhnya dalam memimpin rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dien yang menjunjung tinggi wanita, dalam Islam wanita adalah partner dalam menjalani biduk rumah tangga. Wanita dan pria sama-sama sebagai subyek bukan obyek. Namun tetap pria dengan berbagai kelebihan yang Allah berikan ia sebagai pemimpin dalam berrumah tangga. Isteri dalam hal ini sebagai partner, sebagai wakil di rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika fitrah yang Allah tetapkan ini dilanggar maka lihatlah kesudahan orang-orang yang tidak mentaati ketetapan Allah SWT, malapetaka dan kehancuran yang akan didapat., serta jauh dari rahmat dan kasih sayang Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan peran sebagai subyek dalam rumah tangga, berarti isteri memiliki kewajiban untuk menolong, meluruskan suami ketika suami berbuat menyalahi aturan Allah SWT, sudah barang tentu sebaliknya jika isteri menyimpang dari jalan Allah SWT maka suami berkewajiban mendidik dan mengarahkannya ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam menjalankan perannya baik suami atau isteri tidak mau mendengarkan tausyiah kita maka percekcokan akan terjadi, namun percekcokan ini akan menjadi ibadah di hadapan Allah, sehingga tidak perlu khawatir selama kita benar sesuai dengan ketetapan Allah janganlah takut atau merasa bersalah pada saat kita harus adu mulut atau mungkin adu otot dengan pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas maka sebaiknya calon isteri atau suami sebelum memasuki jenjang pernikahan, sempurnakanlah ilmu dan pengetahuan tentang berrumah tangga sesuai tuntunan Rasulullah SAW .Melalui tahapan seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Ta’aruf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;” Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal&lt;/em&gt;.” (QS.Al Hujurat : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’aruf tidak identik dengan pacaran, ta’aruf artinya saling mengenali diri masing- masing. Proses ta’aruf sebelum menikah hanya dibolehkan jika sesuai syariat yang telah Allah tetapkan, bukan liar dan tidak terkontrol. Ta’aruf yang dibenarkan memiliki rambu-rambu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;bertujuan mengenali pasangan untuk menuju jenjang pernikan (bukan untuk eksploitasi hawa nafsu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak berduaan, harus ada muhrim dari pihak calon mempelai perempuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pembicaraan tidak mengarah pada hal-hal yang menimbulkan birahi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;saling menyesuaikan diri satu sama lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dalam ta’aruf ini hendaknya masing-masing pasangan saling bertanya mengenai :&lt;br /&gt;- Apa yang menjadi tujuan dan hidup pasangannya?&lt;br /&gt;- Apa saja yang disukai?&lt;br /&gt;- Apa yang dibenci?&lt;br /&gt;- Apa saja yang membuatnya kecewa?&lt;br /&gt;- Apa saja yang membuatnya marah ?&lt;br /&gt;- Apa cita-citanya?&lt;br /&gt;- Apa tujuan menikah?&lt;br /&gt;- Bagaimana cara mengatasi masalah selama ini?&lt;br /&gt;- Dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jika masing-masing pasangan mengenai kebiasaan dan sifat calon istri atau suaminya, ia memiliki bahan untuk saling menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tafahum&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tafahum adalah saling memahami, setelah masing-masing pasangan saling mengenal maka tahapan selanjutnya adalah saling paham, mengerti dan menyesuaikan diri kebiasaan masing-masing, sehingga semua masalah dihadapi dengan tenang karena masing-masing mengetahui cara pandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Ta’awun&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;"Dan orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka mereka ( adalah) menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS At-Taubah: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’awun berarti saling menolong, seperti ayat di atas bahwa suami/isteri adalah penolong bagi pasangannya, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kebaikan dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Takaful&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Takaful artinya penyeimbang, pasangan suami isteri harus menjadi penyeimbang dari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan yang dimiliki isteri hendaknya dilengkapi oleh kelebihan yang dimiliki suami begitupun sebaliknya, sehingga sama-sama berproses untuk saling melengkapi dan saling menyempurnakan untuk menjadi hamba allah yang berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389404705674546?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389404705674546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389404705674546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389404705674546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389404705674546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/04/percekcokan-dalam-rumah-tangga_17.html' title='Percekcokan Dalam Rumah Tangga Bernilai Ibadah ? Benarkah ?'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389893264393860</id><published>2006-02-26T15:27:00.000+07:00</published><updated>2006-07-27T09:07:19.590+07:00</updated><title type='text'>Pertumbuhan dan Perkembangan Otak Anak</title><content type='html'>Gordon Drayden dan Jeannette Vos, Ed.D dalam bukunya The Learning Revolution menyebutkan :&lt;br /&gt;Otak memiliki satu trilyun sel termasuk&lt;br /&gt;· 100 milyar sel syaraf aktif&lt;br /&gt;· 900 milyar sel lainnya yang menempel, memberikan makan dan mengisolasi sel-sel yang aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dapat tumbuh hingga 20.000 cabang dan 100 milyar sel syaraf&lt;br /&gt;Memiliki tiga otak yang berbeda satu sama lainnya&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Otak insting&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otak emosional&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kulit otak yang menakjubkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Memiliki dua sisi yang bekerja selaras&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Otak ’akademik’ : otak bagian kiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otak ’kreatif’ : otak bagian kanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bekerja secepat/ seperti ”telephone exchange” yang mengumpulkan jutaan pesan dalam sedetik natara sisi kiri dan sisi kanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beroperasi pada sedikitnya 4 gelombang panjang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengontrol sistim transmisi yang memantulkan pesan-pesan elektrik kimia dengan segera ke setiap bagian dari tubuh and&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Otak tumbuh maksimum di usia 0 – 18 tahun, dan pertumbuhan yang pesat terjadi pada usia anak usia 0 – 5 tahun, para ahli mengatakannya sebagai The Golden Age (masa keemasan) sebab di usia ini otak tumbuh 90 % dann 100 % setelah anak berusia 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pertumbuhan dan perkembangan otak akan maksimal hanya jika anak mendapatkan rangsangan dari lingkungannya, rangsangan yang dimaksud adalah semua l obyek dan perlakuan yang didapat anak dari lingkungan yang melibatkan semua indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan dan indera pengecap. Semua alat indera ini harus dioptimalkan untuk menyerap semaksimal mungkin stimulus dari luar dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan orang tua sebagai orang yang terdekat dengan anak begitu besar dan sangat menentukan keberhasilan anak dalam perkembangan intelektual dan pribadinya. Anak akan menjadi apa dan siapa kelak di kemudian hari sangat tergantung pada bagaimana orang tua mengambil bagian dalam membentuk dan mengarahkannya sejak kecil. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peranan orang tua dalam meningkatkan intelektual anak &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Gaya mendidik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gaya mendidik harus banyak ’mendorong’ bukan banyak ’melarang’, dorongan akan membuat anak berani mencoba, suka tantangan sedangkan larangan membuat anak takut mencoba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Komunikasi yang baik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menjalin komunikasi yang baik, kembangkan bahasa anak dengan banyak dialog, bertanya, menanggapi sesuatu dan menjawab semua pertanyaan anak sesuai dengan kemampuan berpikirnya. Jangan pernah malarang anak untuk terus bertanya seperti ”sudah...diam dong banyak nanya...!” ucapan seperti itu membunuh kreatifitas dan rasa ingin tau anak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Sikap mendidik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sikap mendidik hendaknya menghindari mendidik dengan terlalu lemah, terlalu keras, memanjakan, over protective dan apalagi hanya memenuhi kebutuhan materi saja.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Perhatian yang cukup&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berilah perhatian sesuai kebutuhan mereka, luangkan waktu untuk bermain bersama, karena kebersamaan akan membuat mereka tentram, nyaman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Keteladanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aturan yang berlaku untuk anak anak berlaku juga untuk kita, jangan pernah menyuruh sesuatu kepada anak semntara kita tidak melakukannya atau melarang sesuatu kepada anak tetapi kita melakukannya. Jadilah model untuk anak-anak agar anak merasa bangga dengan kita, sehingga integrasi pribadinya akan terbentuk&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Menghindari Hukuman fisik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hukuman fisik akan melukai anak sepanjang hidupnya,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Memberi tanggung jawab yang tepat&lt;br /&gt;9. Hargai setiap prestasi yang ia raih&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti puisi di bawah ini orang tua dan guru bagai seorang pemahat .....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;The Sculptor (Pematung)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kuambil segumpal tanah liat&lt;br /&gt;Kubentuk dengan ku pijat-pijat&lt;br /&gt;Sementara jemariku menekan&lt;br /&gt;Terbentuklah yang kuinginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudatangi beberapa hari kemudian&lt;br /&gt;Tanah liat sudah membatu&lt;br /&gt;Bentuk buatan tanganku masih namapak jelas&lt;br /&gt;..........dan aku tak dapat lagi mengubahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kuambil tanah liat bernyawa&lt;br /&gt;Sebuah hati bocah lembut dan peka&lt;br /&gt;Dari hari ke hari, kubentuk dia&lt;br /&gt;Dengan segala kemampuan daya seni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian&lt;br /&gt;Si bocah telah menjadi orang&lt;br /&gt;Sifat-siafat bentukanku tetap tercermin&lt;br /&gt;..........dan kau tak dapat lagi mengubahnya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389893264393860?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389893264393860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389893264393860' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389893264393860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389893264393860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/02/pertumbuhan-dan-perkembangan-otak-anak.html' title='Pertumbuhan dan Perkembangan Otak Anak'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389243899168501</id><published>2006-02-22T13:37:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T12:40:38.996+07:00</updated><title type='text'>Abuse Child</title><content type='html'>&lt;em&gt;Abuse child&lt;/em&gt;, pemaksaan atau kekerasaan terhadap anak merupakan wacana yang orang beraneka ragam menerjemahkannya. Di jerman ada suatu aturan yang menerapkan abuse child dalam konteks memaksakan anak belajar sebagai bentuk pemaksaan terhadap anak dan termasuk tindakan melanggar hukum, dalam aturan tertulis secara rinci prilaku/ perlakuan-perlakuan yang tergolong atau terjerat dalam abuse child. Orang tua, guru atau pendidik sangat berhati-hati dalam menyikapi dan mengajar anak sebab mereka khawatir terjerat oleh hukum abuse child yang diberlakukan oleh pemerintah Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon ada seorang sahabat tinggal di Jerman, menyekolahkan anaknya ke suatu SD disana. Anaknya baru berusia 5 tahun tetapi ia sudah pandai membaca dan menulis, namun beberapa SD yang dikunjungi tidak bisa menerimanya dengan alasan bahwa anak tersebut sudah diperlakukan dengan paksa untuk belajar membaca dan menulis sehingga belum waktunya sudah menguasai kompetensi yang bukan fasenya. Anak temanku harus menunggu 2 tahun sampai usianya genap 7 tahun baru bisa memasuki bangku sekolah SD di Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia kita bisa melihat bagaimana anak usia 4 tahunan sudah pandai membaca, menulis dan menghitung (calistung). Mereka umumnya belajar calistung dari gurunya di TK, dari orang tuanya dan beberapa diantaranya memiliki guru les khususnya yang mengajarkan calistung di rumahnya. Orang tua merasa sangat bangga jika anaknya sudah pandai calistung, mereka menganggapnya ”..&lt;em&gt;kecil-kecil sudah pinter ya...”.,&lt;/em&gt; bagi oarng tua ini sebuah prestise baru yang berkembang diantara orang tua TK. Orang tua lain akan menganggapnya sebagai orang tua yang sukses mendidik anak. Begitu pun dengan lembaga pendidikan pra sekolah (Play group dan TK) yang mengajarkan murid-muridnya calistung menjadi sekolah yang pavorit jadi incaran masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain masyarakat Indonesia di kawasan terpencil kawasan timur utara desa nun jauh di sana Jawa Barat khususnya kita akan menemukan beberapa sekolah yang ada di daerah terpencil masih ada praktek-praktek kekerasan terhadap anak sekolah SD. Ketika ada siswa yang tidak memperhatikan guru yang sedang menerangkan di depan kelas, maka tak ayal lagi kapur atau bahkan penghapus kapur (yang terbuat dari kain berisi kapuk) pun melayang ke muka anak, belum lagi dengan teguran dan hardikan yang keras dari sang guru (hasil pengamatan penulis di beberapa SD di sebuah kabupaten di Jawa Barat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan reaksi anak dan orang tua di daerah tidak mengganggapnya sebagai suatu bentuk kekerasan. Mereka menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar terjadi karena guru adalah ’ wong atuo karo’ orang yang pinter yang akan membuat anaknya pintar dan jadi ’orang’ kelak. Ketika memasukan anaknya ke sekolah mereka sudah memasrahkan segala-galanya ” bade di beureumkeun bade di hideungkeun...mangga nyanggakeun..” mau di perlakukan merah atau hitam terserah guru, yang penting anak kami jadi pintar. Kepercayaan yang tulus dari orang tua untuk menitipkan anaknya ke sekolah akankah tega kita perlakukan anak mereka seenaknya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin keberagaman persepsi mengenai ’abuse child’ (kekerasan terhadap anak) yang berkembang diantara kita yang mengakibatkan berbagai perlakuan dianggap wajar atau tidak, bahkan belakang terakhir ini banyak kasus yang diungkap media massa kekerasan yang didapatkan anak-anak dari orang tua kandungnya sendiri, misalnya seperti yang dialami adik dan kakak yang dibakar hidup orang tua kandung mereka, atau ...........anak tiri yang disetrika ibu tirinya . Orang tuanya tidak merasa menyesal saedikitpun dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat seharusnya menjadi sosial kontrol terhadap terjadinya kekerasan terhadap anak-anak, sehingga kekerasan terhadap anak dapat dicegah, yang pada akhirnya dapat menguatkan social image terhadap kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak sebagai sesuatu yang tidak wajar dan harus dihindari walau sekecil apapun . Ingat anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga nasib bangsa di masa depan ada pada pundak mereka, bayangkan jika generasi yang akan datang adalah generasi yang pendendam, keras hati dan suka kekerasan bagaimana nasib bangsa ini selanjutnya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari motif apa yang dimiliki orang tua sehingga melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri semestinya kita sadar bahwa kekerasan yang dialami anak akan sangat berdampak terhadap perkembangan mental anak selanjutnya. Anak yang dibesarkan dengan kekerasan akan mendidik mereka menjadi agresif, keras hati, pendendam dan akan memiliki sifat yang sama seperti orang tuanya bahkan lebih sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan bagaimana Rasulullah memperlakukan anak, dalam sejarah dan hadits disebutkan rasulullah tidak pernah memperlakukan anak dengan kasar/ kekerasan fisik terhadap anak kecuali saat berusia 10 tahun, saat anak tersebut menolak untuk disuruh sholat &lt;em&gt;”....maka pukullah bagian kakinya ”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak ketika Rasulullah sedang sholat ia berada di depan tempat sujud Rasulullah lalu ibunya mengambilnya dengan paksa, setelah selesai sholat Rasulullah berkata pada ibu tersebut"....perlakuanmu akan terus membekas dalam pikiran anakmu sampai kelak ia dewasa...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan pernah cucu Rasulullah Hasan dan Husein menduduki pundak Rasulullah ketika beliau sedang sholat, Rasulullah mendiamkan mereka sampai mereka beranjak dari pundaknya barulah beliau bangun dari sujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari riwayat tersebut tidak ada dalam contoh Rasulullah memperlakukan anak dengan kasar kecuali jika ia menolak untuk sholat dan mengabdi pada allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sebagai amanah dari Allah SWT harus kita jaga , pelihara dengan sebaik-baiknya memberinya pendidikan yang benar sesuai dengan yang Allah kehendaki . Anak sebagai seorang individu yang memiliki potensi sama dengan orang dewasa memiliki perasaan dan akal pikiran maka hargailah ia sebagai mahluk Allah yang berpotensi untuk berkembang. Besarkanlah mereka dengan lingkungan yang kondusif, lingkungan yang sebaik-baiknya agar kelak ia bisa belajar menjadi ’manusia’ yang &lt;em&gt;kuntum khoerul ummat&lt;/em&gt;.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya semoga................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389243899168501?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389243899168501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389243899168501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389243899168501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389243899168501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/02/abuse-child.html' title='Abuse Child'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115440488964633555</id><published>2006-02-16T11:46:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T11:01:30.370+07:00</updated><title type='text'>MENYOAL  KEMISKINAN  BANGSA</title><content type='html'>Indonesia tercinta nampak dari luar  sebuah kawasan yang luas dengan kekayaan hayati, kekayaan bumi dan juga lautan tetapi tidak membuat rakyatnya tersenyum lega. Jamrud khatulistiwa kebanggaan seluruh negeri berubah rupa menjadi bencana penghancur.  Kini Ibu Pertiwi benar-benar sedang bersusah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”....air matanya berlinang,mas intan yang kau kenang…hutan gunung sawah lautan…simpanan kekayaan kini ibu sedang lara, merintih dan berdo’a….”&lt;/em&gt; benar mas, intan, hutan gunung, sawah dan lautan kini sudah tergadai tak ada lagi yang bisa dibanggakan dari negeri yang kaya raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya kemiskinan fisik yang dialami mulai dari banjir, longsor, gempa, kecelakaan pesawat, kapal feri  walaupun musibah ini bukan disengaja, namun ulah manusia adalah sebab yang konkrit timbulnya bencana, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi rakyat yang semakin hancur dengan naiknya minyak bumi dunia sehingga mengakibatkan terjadinya inflasi, rusaknya pertanian rakyat , pemberhentian pegawai besar-besaran di hampir setiap kawasan industri, sehingga stress dan depresi banyak dialami oleh sebagian masyarakat, terbukti dengan meningkatnya pasien yang mengalami gangguan jiwa hingga 100% sejak Oktober tahun lalu di RS Ghrasia dan RSUP Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan fisik yang dialami masyarakat tentunya akan sangat berdampak terhadap mentalitas bangsa, untuk memenuhi segala kebutuhannya maka segala cara akan dilakukan orang. Sulit menentukan siapa yang salah jika kejahatan dilakukan untuk memenuhi rasa lapar, ada anekdot yang membuat nyeri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Harga BBM naik maka rakyat miskin akan berkurang??&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin yang biasa naik angkot sekarang jalan kaki&lt;br /&gt;Ketabrak metromini yang sopirnya stress karena setoran tekor&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin lapar tidak mampu membeli beras dan minyak tanah&lt;br /&gt;Lalu nyolong ayam ketahuan warga, digebugin&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin berlama-lama menahan lapar,&lt;br /&gt;Lalu mengidap busung lapar&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin sakit kena flu burung, tidak bisa ke dokter&lt;br /&gt;Karena tak punya uang&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin mau minum tak punya air masak&lt;br /&gt;Karena tak punya minyak tanah,minum air mentah jadi muntaber&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang janda miskin tak bisa biaya keluarga&lt;br /&gt;Menjual diri lalu terkena AIDS&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Bapa stress baru di PHK, kantornya gulung tikar&lt;br /&gt;Tiduran di rel kereta api lalu tergilas&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda putus sekolah tak punya biaya&lt;br /&gt;Jadi pengamen, dikejar tibum lari...lalu ketabrak bus&lt;br /&gt;Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin ingin mau menyalakan lampu&lt;br /&gt;Listriknya tidak ada, nyolng listrik ke kabel PLN&lt;br /&gt;Lalu kesetrum. Maka orang miskin mati...(rakyat miskin berkurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Anekdot tak lucu itu memperlihatkan adanya korelasi antara kemiskinan fisik dengan kemiskinan mental, pantas saja Rasulullah berkata bahwa kemiskinan adalah musuh yang harus diperangi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Semestinya kemiskinan fisik ini harus menjadi energi yang besar untuk mengubah mental menjadi lebih  kuat, mental yang siap bertahan dalam kondisi apa pun. Sebagai anak negeri kita harus bangun dari keterpurukan agar menjadi bangsa yang memiliki harga diri dan sikap mental yang disegani bangsa lain. Kemiskinan seharusnya bukan alasan kita untuk berbuat salah. Tak ada yang lebih berharga selain kita mati dengan memiliki harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan tidak mungkin jika ada orang yang berkali-kali dengan sengaja melakukan kejahatan dan berkali-kali juga keluar masuk penjara dengan motif agar ia ditangkap untuk dimasukkan di penjara, karena saat ini penjara adalah satu-satunya tempat yang memberikan tempat untuk berlindung (rumah) dan mendapatkan jatah makan 3 kali sehari secara gratis (tidak perlu sewa rumah, tak perlu bayar lsitrik, ledeng dan tak perlu mengeluarkan uang untuk makan). Bagaimana jika pemikiran ini benar-benar dialami oleh sebagian besar masyarakat?  siapa yang patut disalahkan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat dagelan si Daan Project P, untuk menjadi bangsa yang bermental tinggi maka semuanya harus dinaikkan.........(maksudnya menaikkan mental bangsa he....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115440488964633555?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115440488964633555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115440488964633555' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440488964633555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440488964633555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/02/menyoal-kemiskinan-bangsa.html' title='MENYOAL  KEMISKINAN  BANGSA'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115440591202634483</id><published>2006-01-27T12:15:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T11:18:32.213+07:00</updated><title type='text'>Zero Activity</title><content type='html'>“ &lt;em&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perilaku yang tiada berguna(Lagwah)………”&lt;/em&gt; QS Al Mu’minuun ayat 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mukmin kita dituntut untuk selalu mengoreksi, mengevaluasi diri setiap saat, setiap waktu agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama pada waktu dan kesempatan yang sama. Merugilah orang-orang yang hari kemarin  sama dengan hari ini dan hari esok sama dengan hari ini. Sabda rasulullah itu mengisyaratkan bahwa kita harus selalu improving setiap hari,  sehingga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rutinitas keseharian tentunya kita sering terjebak dengan suatu aktifitas yang tidak bermanfaat yaitu aktifitas yang tak bernilai positif dan juga tak bernilai negative baik disadari atau tidak. Kebanyakan kita tidak menyadari apa yang sedang kita lakukan, baru sadar setelah kita dihadapkan pada sebuah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS. Adz Dzaariyat:56&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ Dan tidak semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kehadapanKu”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang mukmin tentunya hidup kita adalah bentuk pengabdian ke hadapan sang Kholik, semua gerak yang kita lakukan baik gerakan yang disadari atau gerakan yang tidak disadari merupakan ibadah, detak jantung, kedipan mata, denyut nadi, makan, tidur belajar, kerja semuanya harus bernilai ibadah sehingga tidak akan ada satu detik pun satu aktifitas kecil pun terbuang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adalah amanah terbesar setelah Iman Islam dari Allah SWT, setiap manusia memiliki jumlah waktu yang sama dalam sehari (24 jam) namun ada manusia dengan jumlah waktu tersebut mampu melakukan berpuluh –puluh aktifitas yang produktif dan ada juga manusia yang hanya tidak memanfaatkan waktu semaksimal mungkin sehingga dalam sehari tak satu pun aktifitas yang dilakukannya produktif. Seorang mukmin seharusnya mampu disiplin terhadap waktu sebab Allah pun pernah berjanji demi waktu QS. Al Ashr : 1-3 :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Demi waktu sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian , kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu seorang mukmin dituntut untuk mampu memanfaatkan waktu seoptimal dan seproduktif mungkin, me-manage dan mengorganisasikannya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zero activity (baca: aktifitas tak bernilai atau Lagwah)  merupakan perbuatan yang menyita waktu, dan tidak bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Dalam QS Al Mukminun ayat 3, seperti dikutip diatas Allah menyebutkan perbuatan lagwah, yaitu perbuatan yang bernilai 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kadang-kadang kesulitan untuk mendefinisikan aktifitas yang kita lakukan bernilai ibadah atau tidak  karena kita senantiasa mencari pembenaran diri melalui ayat-ayat Allah atau logika yang dibuat selogis mungkin agar orang lain dapat memaklumi, toleran dan menerimanya sehingga kita tidak merasa guilty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pembenaran diri adalah gambaran sikap mental yang ’sakit’ karena ia sedang membodohi dirinya sendiri, tidak untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa saja yang terkategori zero activity?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat pertama di atas menunjukkan bahwa salah satu sifat seorang mukmin adalah ia selalu menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia. Diantaranya perbuatan yang dimaksud termasuk seperti&lt;br /&gt;-         Obrolan sia-sia&lt;br /&gt;-         Tontonan TV dan radio sia-sia&lt;br /&gt;-         Kesenangan/ hobby yang sia-sia&lt;br /&gt;-         Melamun yang sia-sia&lt;br /&gt;-         Keisengan yang  sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk lagwah atau tidak aktifitas yang kita lakukan?  sangat relatif,  bergantung pada seberapa besar manfaat yang akan diperoleh oleh seseorang, dan ini dipengaruhi oleh faktor subyektifitas seseorang. Tetapi paling tidak mukmin memiliki patokan ketika akan memulai suatu aktifitas dengan ”Sukakah Allah dengan apa yang akan aku lakukan?”. Ini akan menjadi kontrol bagi diri sehingga lepas dari intervensi pribadi/ hawahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zero Activity Versus Negative Activity&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah aktifitas yang tak bernilai merupakan aktifitas yang merugikan karena membuang waktu dan energi, tapi akan jauh lebih merugi manakala aktifitas tersebut bergeser sedikit menjadi aktifitas negatif artinya aktifitas yang bernilai dosa, aktifitas model beginilah yang akan menghancurkan seluruh amalan baik, yang menjadi perantara bagi kita menuju pintu neraka laknatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan yang sangat tipis sekali dalam mengkategorikan aktifitas nol dengan negatif  karena negatif selalu dimulai dengan aktifitas nol artinya saat kita lengah, saat kita memiliki waktu yang tidak produktif maka kita rentan tergoda oleh syetan. Tadinya kita mengobrol mengenai model pakaian yang sedang trend misalnya, maka tiba-tiba secara tidak sadar kita sudah membicarakan cara berpakaian teman kita yang selalu tidak matching maka terperangkaplah kita dengan perbuatan ghibah (menggunjing/ mengupat orang lain). Mulanya hanya kumpul-kumpul dengan teman, lama-lama mengajak ke Pub dan akhirnya meneguk alkohol dan nge-drug&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah hebatnya syetan dalam menggoda manusia, maka berhati-hatilah dalam melakukan aktifitas yang minim manfaat atau bahkan tak bermanfaat sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bishowab&lt;br /&gt;Rina Mutaqinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115440591202634483?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115440591202634483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115440591202634483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440591202634483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440591202634483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/01/zero-activity.html' title='Zero Activity'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115439989457279501</id><published>2006-01-27T10:05:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T09:38:14.840+07:00</updated><title type='text'>Seharusnya berkarya seni seperti apa?.........</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Inna Allhuma jamilun wa yuhibbu al-jamil&lt;/em&gt; (sebuah hadits) yang artinya sesungguhnya Allah itu Maha indah dan mencintai keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Islam datang, paradigma yang berkembang di kalangan seniman Arab adalah “ ”&lt;em&gt;seni untuk seni&lt;/em&gt;” mereka menghasilkan karya seni hanya semata-mata pemuas nafsu belaka, sehingga Rasulullah menyerang habis-habisan pada para penyair yang karya seninya berisi eksploitasi nafsu semata seperti dalam QS As Syu’ra : 244 “&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt; Para penyair itu diikuti oleh orang-orang sesat…..”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seni untuk seni ini juga lah yang berkembang di masyarakat kita saat ini;  fornografi, fornoaksi yang dinilai oleh seniman kita sebagai sebuah maha karya seni (audzubillah...) mereka tidak mengenal tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Tayangan TV, sinetron, pagelaran musik, tayangan iklan sekali pun  tak henti-hentinya mempertontonkan erotisasi tubuh, kemegahan hidup, betapa nikmatnya hidup serba kecukupan dan simbol-simbol kekayaan dan glamoritas lainnya yang semuanya sangat jauh dari kenyataan kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak menampik kalau dalam tayangan seni di TV pun ada nilai positif yang mereka bawa, namun nilai positif tersebut tertutupi oleh gumpalan kabut hitam, bagai sebuah bungkusan dus kado yang besar ketika dibuka berisi dus kado di dalamnya, ketika dibuka dus yang kedua berisi dus kado lagi didalamnya begitu seterusnya sampai ditemukan sebongkah pasir dalam dus yang terakhir. Itulah kenyataan yang ada dunia seni kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa seniman kita sekarang ini bisa menciptakan karya-karya yang hanya menjadi pemuas nafsu belaka? Jawaban yang sering diutarakan adalah ’kebebasan’ . Kita memang sudah sepakat dalam seni ada kebebasan, tapi bukan kebebasan yang sudah tidak menghiraukan akal dan hati nurani, tetapi kebebasan yang menyadari kekuatan maha indah yang mengikatnya untuk tunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni itu keindahan, keindahan yang bermuara pada perasaan halus seseorang dengan sifatnya yang menggetarkan. Getaran ini terjadi secara langsung ketika seseorang mendengar, melihat sesuatu yang bernilai estetika. Seorang mukmin sering merasakan getaran itu ketika dibacakannya ayat-ayat Allah seperti firman allah SWT :&lt;br /&gt;QS. Al Anfaal:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;” Sesungguhnya orang-orang beriman adalah orang-orang ketika disebutkan asma Allah maka bergetarlah hatinya, apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah segera bertambahlah iman segera bertambahlah iman mereka dan mereka bertakwa kepada Tuhannya”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam filsafat keindahan terbagi dua : natural dan artifisial. Keindahan alam dan seisinya merupakan keindahan natural, sedangkan keindahan karya seni bikinan manusia termasuk keindahan artifisial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan natural (alam) pada hakikatnya merupakan keindahan Ilahi. Alam berguna sebagai media sakramen pengambaran terhadap yang Maha Tak Terlihat. Penghayatan dan penjiwaan akan alam membawa kita pada satu kesadaran dan keindahan transenden, yang kemudian membuat pribadi seseorang merasakan adanya kelembutan dan kehalusan yang dalam mendorong jiwa seseorang menjadi lebih halus, lebih rendah diri dan akhirnya menyelaraskan hidupnya dengan harmoni alam, bertasbih, ruku dan sujud pada yang menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan keindahan artifisial pada hakikatnya merupakan sebuah tiruan keindahan alam, sesuai namanya ”seni” berasal dari bahasa Yunani mimetik=imitasi merupakan hubungan imitasi dari objek-objek di dunia yang merupakan bentuk tak sempurna dari bentuk yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang mukmin menciptakan karya seni, mereka manumpahkan segenap perasaannya untuk bisa menggetarkan ruhaniahnya serta bisa mengalirkannya ke muara kasih sayang dan kemanusiaan, seiring dengan penghayatannya dan pengolahan nilai rasa yang terus berproses di kehidupannya menghasilkan pengalaman spiritual yang pada akhirnya akan membawa kita melebur dalam keindahan dan kebenaran universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini fenomena yang berkembang mendefinisikan karya seni Islami sangat identik   dengan kaligrafi, musik nasyid, qasidah, monumen mesjid jika demikian miskin sekali karya seni Islam. Sebenarnya jika seni identik dengan keindahan maka Islam memandang segala sesuatu sebagai suatu karya indah manakala mampu membangkitkan nilai-nilai estetika yang mampu mendekatkan manusia dengan sang maha pencipta keindahan, sehingga bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauz Noor dalam bukunya menyebutkan Nilai estetis itu terrangkum dalam 3 prinsip ideal: yaitu kebenaran, kebaikan dan keindahan. Ketika seorang seniman kembali pada realitas kehidupanm masyarakat, penegasan akan kebenaran itu akan membumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni dalam Islam adalah seni yang bertanggung jawab yang mempunyai komitmen terhadap masyarakat serta memberikan pencerahan dan keselamatan. Disinilah kita harus meramu seni dengan unsur solidaritas sosial. Seni seharusnya dibentuk mendapatkan pengalaman estetika sehingga mampu menyentuh dimensi spiritual manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman estetika keagamaan yang bersifat spiritual yang pada akhirnya akan mengantarkan kita ke sebuah dialog iman melalui seni. Dalam suatu ritus keagamaan yang sanggup memberikan pengalaman estetis keagamaan, kita akan memasuki satu dunia maha indah, satu dunia yang disinari cahaya Ilahi. Oleh karena itu pengalaman estetika dan pengalaman spiritual pada akhirnya akan bertemu dalam kedewasaan berpikir dengan mengakui bahwa hakikatnya semua itu menghantarkan manusia dekat dengan Allah serta mengakui kebesaran Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115439989457279501?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115439989457279501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115439989457279501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115439989457279501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115439989457279501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/01/seharusnya-berkarya-seni-seperti-apa.html' title='Seharusnya berkarya seni seperti apa?.........'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115450109985849971</id><published>2006-01-24T14:36:00.000+07:00</published><updated>2006-08-02T13:45:00.123+07:00</updated><title type='text'>Belajar Tidak Makan</title><content type='html'>&lt;em&gt;“ You are what you eat’&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;kamu adalah seperti apa yang kau makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formalin, borax, pewarna tekstil dan bakso daging tikus menjadi sangat heboh akhir-akhir ini, menjadi head line di beberapa surat kabar. Bagai gunung es yang mulai mencair issu ini menjadi santer, padahal selama 20 tahun para pedagang dan pengusaha sudah menggunakannya terutama formalin sebagai suatu obat yang dapat mengawetkan makanan tanpa merubah rasa dan warna dan lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah nampaknya harus jeli dan bijak menanggapi masalah ini, selain membuat resah masyarakat juga membuat para pedagang dan pengusaha gulung tikar dibuatnya, yang  lebih dirugikan adalah para pedagang dan pengusaha yang tidak termasuk kategori ’nakal’ atau bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin praktek ini dilakukan  para pedagang dan pengusaha karena ketidaktahuan mereka akan besarnya efek yang ditimbulkan oleh obat-obat tersebut, yang mereka tahu hanya bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan cara yang mudah dan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sisi yang bisa kita telaah lebih mendalam, ”mengapa issu ini menjadi sangat mencuat belakangan ini?,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah keresahan yang dialami masyarakat tentunya ada pembelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada mengkonsumsi berbagai produk makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang kita konsumsi saat ini selalu lekat dengan bahan-bahan kimiawi sekalipun sayuran tapi pestisida yang digunakan pun menjadi bom waktu bagi tubuh kita untuk menyimpannya dalam tubuh menjadi pemicu berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu harus bagaimanakah kita saat ini??. Tulisan ini tidak bermaksud membuat kita semua untuk berhenti makan tapi berhentilah makan makanan yang mengandung ’racun’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an Allah mengatakan dengan sangat jelas dalam surat (al-Baqarah: 172)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wahai orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepadaNya saja kamu menyembah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin hendaknya menjaga makanannya dari makanan haram, tidak toyyibah dan meragukan (subhat), artinya Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halalan toyyibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat saat masa kecil di kampung, kalau  mau makan tinggal ambil di kebun belakang rumah. Ada kacang panjang, cabe rawit, kencur, ikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115450109985849971?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115450109985849971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115450109985849971' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115450109985849971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115450109985849971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2006/01/belajar-tidak-makan.html' title='Belajar Tidak Makan'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115407582375354627</id><published>2005-12-07T16:29:00.000+07:00</published><updated>2006-07-28T15:37:14.936+07:00</updated><title type='text'>Aku-1</title><content type='html'>Kita ini siapa ibu…. ?&lt;br /&gt;Aku renungkan pertanyaan anakku, mirip seperti pertanyaan Socrates “siapa kita?” aku heran mengapa pertanyaan seperti ini muncul dari anak seusia anakku, pertanyaan ini mengandung makna yang luas dan dalam hanya orang dewasa yang mampu bertanya dan menjawab pertanyaan seperti itu, itu pun hanya orang dewasa mengenal jati dirinya yang mampu menjawab pertanyaan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingat pertanyaan yang sama sempat ditanyakan oleh salah seorang kader HMI kepadaku saat aku masih kuliah dulu, dalam perjalanan hidupku pertanyaan itu baru termaknai beberapa tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapa Aku…??&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jarang sekali manusia bertanya pada dirinya  tentang hakekat dirinya sendiri karena manusia selalu berorientasi  pada luar dirinya yang bersifat badani dan social bukan ke dalam dirinya. Kalau boleh kukatakan manusia seperti sapi………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah mahluk yang Allah ciptakan dengan nama ‘manusia’ yang terdiri dari unsur bumi dan unsur langit (unsure fisik yang terdapat pada saripati tanah, dan unsure langit berupa jiwa, ruhani yang tunduk pada sang Maha Pencipta mahluk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui siapa aku, maka harus bertanya kepada siapa yang menciptakan aku? Dalam hidupku yang panjang tak ada pedoman hidup yang sesempurna Al Qur'an sehingga kuyakini hanya inilah pedoman hidup yang tak ada keraguan sedikitpun didalamnya, petunjuk bagi seluruh manusia dan orang-orang yang beriman  (QS. Al Baqoroh : 2-4 ) Semua persoalan hidup terjawab disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku dan Kau&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;em&gt;Aku bukan kau dan  kau bukan aku, tapi aku dan kau sama-sama manusia. Struktur jasmaniah dan struktur rohaniah kita sama. Aku bukan binatang dan kau pun bukan binatang mengapa kita tidak bisa hidup bersama secara benar? Mengapa kita saling bersikukuh bahwa aku adalah aku, dan kita memang berbeda dan kita tidak mungkin hidup bersama?” (Jakub Sumardjo)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Jakob Sumardjo di atas, tiap kita adalah beda Allah menciptakan milyaran mahluk tapi tak satupun punya karakteristik yang sama persis, bahkan sidik jari masing-masing kita pun tidak ada yang sama Subhanallah….tapi kita sama, sama-sama mahluk Allah yang memiliki tugas mengabdi kepadaNya, dalam lingkup sebagai masyarakat dunia, sepetak bumi Allah lainnya, keluarga dan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan kau diciptakan untuk berpasangan, bekerja sama..mengapa kita tidak bisa bekerja sama?...Apa yang salah dari diri kita? Allah telah menyatukan kita dalam Al Islam dan bahkan seorang suami dan istri disatukan Allah dalam ikatan pernikahan…Sandaran hidup kita pun sama…Tujuan hidup pun sama…Uswah kita pun sama …Alasan apa yang membuat kita tidak bisa bekerja sama…Mengapa kita saling menyakiti…Apa yang salah dengan otak dan hati kita…??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115407582375354627?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115407582375354627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115407582375354627' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115407582375354627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115407582375354627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/12/aku-1.html' title='Aku-1'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115450413680829633</id><published>2005-10-21T13:45:00.000+07:00</published><updated>2006-08-02T14:56:05.486+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Wanita Karir Tidak Bisa Exist di Rumah ????????</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Empat tahun yang lalu dalam sebuah diskusi panel di sebuah DKM salah satu perguruan tinggi swasta, saat itu aku berbicara dengan lantang mengutuk wanita karir yang lupa pada jati dirinya sebagai ‘wanita’ karena tidak sesuai dengan syariat Islam, meninggalkan suami, anak pergi sampai larut malam , pergi ke luar kota, ke luar negeri sendiri tanpa suami., lupa mengurus anak, tidak pernah memasak untuk keluarga apalgi membantu anak belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberi alternative kepada audiens, jenis pekerjaan yang sesuai dengan fitrah wanita yaitu jadi guru, perawat dan dokter. Saat itu ada salah satu audiens yang mengatakan bahwa Khodijah pun seorang pengusaha (konglomerat) “Tidakkakh itu pun tidak sesuai fitrah?”. Akhirnya diskusi itu berakhir pada sebuah kesimpulan bahwa pekerjaan apa pun dapat dilakukan wanita selama keahlian/ keterampilan wanita tersebut diperlukan oleh masyarakat dengan memperhatikan rambu-rambu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai ibu dan isteri&lt;br /&gt;- mendapat izin dan restu suami&lt;br /&gt;- menjaga hijab ketika di luar rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam masyarakat Islam jika ada wanita yang diharuskan bekerja di luar rumah karena memang keahlian dan keterampilannya diperlukan oleh masyarakat Islam maka harus ada jaminan bahwa beban dan amanah yang ia tinggalkan di rumah dapat diatasi oleh saudara mukmin lainnya..Jika wanita tersebut memiliki anak yang harus diasuh maka pengasuhan anak oleh wanita lain yang sama-sama mukmin (sebagai baby sitter) mutlak diperlukan selama ibunya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Mentertawakan Diri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hampir 10 bulan semua yang kukatakan tentang ‘image wanita karir’sangat terasa, ‘aku banget’ ternyata memang betapa sulit memanage waktu di rumah, kantor dan masyarakat. Seorang kawan yang kuanggap seperti kakakku sendiri bertanya padaku tentang harga barang pasca kenaikan BBM, kujawab&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ aku tidak tau harga barang-barang poko sekarang karena aku tak pernah belajan dan juga tak pernah masak&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;Ia bilang :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;“ MasyaAllah bener-bener ‘wanita karir’, bagaimana kita tau kalo harga2nya udah bener tidak salah hitung, bukankah dalam mu’amalah harus ada ijab qobul dan ricek harga?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku terperanjat , benar yang dikatakannya hal kecil seperti itu pun luput dari perhatianku. Selama ini suamiku yang selalu belanja kebutuhan rutin bulanan. Kutanyakan padanya apa ia merasa didholimi dengan melakukan semua itu, diluar dugaan jawaban suamiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;“Demi Allah aku senang melakukannya, mungkin baru segini yang bisa aku lakukan untuk membantu pekerjaan rumah, agar kau tenang bekerja aku mendukungmu sepenuhnya kau bekerja adalah bagian dari jihadmu padaNya dan aku melakukan ini pun bagian jihadku padaNya”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Oh my God….Ya Allah kukatakan padanya “&lt;em&gt; I luv u so much my hus, tq for all”.&lt;/em&gt; Ada sebuah peribahasa dibalik wanita sukses ada suami yang hebat (he…he…salah ya kebalik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah aku jika sebagai pekerja mendapatkan daya dukung dari rumah, hingga ingin kubuktikan kalau sebagai wanita karir bukan hambatan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik dan aktivis masyarakat, kata kunci masalahnya terletak pada “manajemen diri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin orang sepertiku akan mampu berprestasi dengan multi peran, kalau manajemen diri kita sudah benar. Aku sangat yakin bukan berita salah, kalau Rasulullah pun berprestasi sebagai hamba dengan multi peran juga dengan waktu yang sama yang diberikan Allah seperti yang kita miliki : 24 jam sehari, tapi mengapa dalam 24 jam rasulullah mampu melakukan banyak hal dari mulai mengurus ummat, negara, tetangga, para isterinya, hingga seorang anak kecil pun, bahkan semut pun tak luput dari perhatiannya. Bandingkan dengan kita, 24 jam sehari tak menghasilkan apa2 untuk agama, bangsa dan negara bahkan untuk dirinya sendiri pun tak ada yang bisa ia lakukan sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke…jangan Rasulullah lah perbandingannya, terlalu tinggi kita mengukur dan akan membuat kita mentoleransi diri dengan ”itu kan Rasulullah yang dibimbing wahyu”. Anggap saja lah si Fulan temanku seorang pimpinan di organisasi Islam, pekerja full time juga, aktifis LSM, da’i, guru, juga seabreg aktifitas yang bersifat temporer tapi ia masih sempet melakukan ibadah-ibadah sunnah bahkan dalam 3 tahun terakhir hafidz Qur’an hingga 8 juz luar biasa kan……….?? Yang tak kalah berhasilnya ia seorang kepala rumah tangga yang bisa dibilang sukses, tak pernah satu janji pun yang ia langgar, sekalipun jauh jarak yang harus ditempuh, jika ia sudah berjanji untuk datang maka ia akan memenuhinya walaupun dalam kondisi sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah literature aku sempat membaca bahwa manusia selevel Einstein baru menggunakan 4 % dari kapasitas otaknya luar biasa kan ?? itu artinya kita masih terus mampu meningkatkan diri, mengembangkan kapasitas otak kita, berprestasi menjadi hamba Allah., sehingga (dengan bahasaku) menjadi pribadi yang sempurna dengan ruhani yang mampu menggedor pintu langit , mengusik malaikat untuk memberi salam padanya dan menjadikan syetan menjauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam tak ada perbedaan jender jika ingin berprestasi di hadapan Allah, Allah memberi kita (para wanita) peluang sama seperti yang dimiliki kaum laki-laki untuk mendapatkan ridhonya, syurganya seperti yang Allah katakana dalam QS. An Nisaa : 124 &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;"Barang siapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun".&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan katakan &lt;em&gt;“aku tak punya cukup waktu untuk memperhatikan keluargaku”&lt;/em&gt; karena Allah telah memberi kita banyak potensi tinggal kita memanfaatkan dan mengeksploitasinya secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Langkah awal mulai memanage diri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buatlah agenda aktifitas harian&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;03.30 – 04.00 : sholat lail&lt;br /&gt;04.00 – 06.00 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;sholat shubuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;membaca Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;menyiapkan sarapan (jika tak punya pembantu)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;beberes rumah (jika tak punya pembantu)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;mengecek kesiapan sekolah anak (cek seragam, sepatu dan hal2 yang musti dibawa, bangunkan anak suruh sholat dan mandi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;06.00 – 06.30 : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;sholat dhuha&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;mempersiapkan diri pergi ke kantor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;06.30 – 08.00 :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Perjalanan menuju kantor (jangan lupa membawa bacaan ringan agar tdk terjebak lamunan yg terkategori zero activity (awas hanya untuk yg tdk mengendarai kendaraan sendiri...)&lt;br /&gt;bagi yang berkendaraan sendiri dengarlah berita di radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.00 – 12.00: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Bekerja sesuai agenda, disela-sela waktu kosong ngobrollah hal yang bermanfaat dengan teman untuk silaturrahiim (n agar tdk kuper)&lt;br /&gt;Disela2 waktu teleponlah sekolah bicaralah dengan anak dan wali kelas tentang kondisi sekolah hari ini (lakukan seminggu 2 x&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;12.00 – 13.00 :&lt;br /&gt;Sholat dhuhur ,makan siang (kalo tdk sedang shaum), browsing, searching info dan chatting di internet untuk pencerahan dan agar tdk suntuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;13.00 – 15.00 Bekerja kembali sesuai agenda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;15.00 – 16.00 Sholat Ashar&lt;br /&gt;16.00 – 17.30 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Perjalanan pulang isi waktu dengan bacaan ringan atau tidur di angkot (awas hanya untuk yg tdk mengendarai kendaraan sendiri...)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;17.30 – 18.00 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;sapalah anak2 dan pengasuh tanyakan kondisi dirinya dan kondisi rumah hari ini&lt;br /&gt;mandi dan makan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;18.00 – 20.00 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;sholat maghrib berjama’ah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;bimbing anak membaca Al Qur’an (agar efektif anakyg besar ajarin anak yg kecil, kita bimbing anak yg besar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;cek PR anak2, membimbing belajar anak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;sholat Isya berjamaah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;20.00 – 21.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;mengajak tidur anak2 bacakan dongeng (untuk membantu perkembangannya dan mendekatkan kita dg anak)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;membuat agenda yg akan dikerjakan di kantor esok hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;bicaralah dengan suami tentang apa saja yg kita rasakan, kejadian di kantor&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;dengarkan juga apa yang disampaikan suami keluhan atau apa saja (berilah komentar positif yg konstruktif, ini penting untuk membangun komunikasi dan memupuk cinta)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;21.30 – 03.30:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Istirahat (tidur)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Khusus Sabtu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lakukan seperti di atas&lt;br /&gt;08.00 – 14.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Pergi ke LSM atau keg.sosial lainnya (kalo aku seb. WKS aku ke sekolah) mengerjakan agenda yang telah disusun malam tadi, kalo perlu bawa anak2 untuk mengenalkan dunia ibunya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Pulang dan lakukan aktifitas keluarga dengan suami dan anak2&lt;br /&gt;Selanjutnya sama seperti diatas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Khusus Ahad&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lakukan seperti di atas&lt;br /&gt;08.00 – 14.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Pergi ke majelis ta’lim, bawa anak2 (kenalkan ajaran Allah)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Selanjutnya sama seperti diatas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;istirahat bagi seorang mukmin adalah menikmati aktifitas itu sendiri dan pada saat tidur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Sesekali lakukan refreshing ke gunung atau tempat rekreasi dg keluar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Tetap konsisten dengan program tapi fleksibel&lt;br /&gt;Patuhilah apa yang sudah kita azamkan walaupun tidak perlu kaku, sesuaikan dengan situasi dan kondisi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Lakukan evaluasi diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Melakukan evaluasi diri setiap akhir sholat lail&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Perbaiki bagian yang kurang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Memperbaiki program atau sikap yang salah agar tidak terulang pada hari berikutnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Hindari kesalahan yang sama pada kesempatan yang sama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Merugilah orang yang selalu terperosok pada lubang yang sama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Akhirnya kusampaikan sebuah kalimat dari seorang teman lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;"Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA , Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA utk orang banyak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Akhwat teruslah berkarya untuk Allah,jadilah wanita karir yang sukses di rumah, kantor dan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Salam takdim,&lt;br /&gt;Dengan gembira, with love&lt;br /&gt;Rina Mutaqinah TaufikThx you’re my spirite,my hus…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115450413680829633?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115450413680829633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115450413680829633' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115450413680829633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115450413680829633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/10/benarkah-wanita-karir-tidak-bisa-exist.html' title='Benarkah Wanita Karir Tidak Bisa Exist di Rumah ????????'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-116218987832803517</id><published>2005-10-10T13:28:00.000+07:00</published><updated>2006-10-30T13:31:18.783+07:00</updated><title type='text'>Grafiti Yang Menggelikan</title><content type='html'>Aku tidak tahu keadaan di beberapa negara yang mayoritas Islam apakah sama dengan di Indonesia atau tidak?. Di saat menjelang lebaran alias hari raya iedul fitri 1 syawal tahun hijriyah ada suatu kebiasaan yang bisa dikatakan sudah menjadi budaya khas muslim di Indoneasia yakni pulang kampung (baca:mudik ke kampung halaman ). Orang yang tinggal di Jakarta mudik ke Semarang, Tegal,Surabaya, Padang, Palangkaraya, Papua dan semua kota di seantero Indonesia begitupun orang yang tinggal di Surabaya pulang ke lampung, Jambi, dan kota lainnya. Bisa dibayangkan betapa semrautnya arus mudik tersebut dari timur menuju barat, dari selatan menuju utara, dari utara menuju barat, dari timur menuju selatan. Yang sangat repot tentunya yang mengatur lalu lintas yaitu Pak Polisi (dan ....orang yang tidak kebagian tiket kendaraan he…he…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kerepotan yang disengaja ini memang dinikmati oleh semua muslim di Indonesia walaupun harus desak-desakan mengantri tiket kereta atau berebut bis antar kota, hati mereka senang karena sudah terbayang di pelupuk mata betapa nikmatnya berkumpul dengan sanak keluarga yang lama ditinggal atau betapa leganya melepas kerinduan yang mendalam terhadap kampung halaman dan orang-orang yang dicinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alasan di atas tentunya ada juga alasan lain yang tersembunyi yang mendorong orang untuk pulang mudik yaitu keinginan yang besar untuk unjuk kemampuan, unjuk penampilan atau menunjukkan glamoritas kehidupan kota dengan gaya hidup yang ...wah....sehingga terbayang di benak orang-orang kampung betapa enaknya hidup di kota tinggal di rumah mewah seperti yang biasa mereka lihat di sinetron dan telenovela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari semua alasan di atas mudik menjelang iedul fitri memang menjadi pilihan yang tepat untuk saling bertemu, bersilaturahiim saling membebaskan dosa dan kekhilafan baik pada orang tua atau kerabat. Begitupun aku, aku pulang menemui orang tua (mertua tepatnya) dan sanak famili yang berbeda kota untuk bersilaturahiim dengan mereka, sungkeman dengan orang tua. Ada kebiasaan baik di rumah keluarga suamiku, mungkin juga di keluarga lainnya, jika datang saatnya sungkeman,  dari anak  yang paling tua sampai paling muda, menantu, cucu dan cicit berderet berurutan (anak mertuaku 12 orang semuanya sudah berkeluarga...kebayang kan betapa banyaknya...)sungkeman pada orang tua dan orang yang lebih tua. Saat itu selalu menimbulkan haru dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling mengesalkan dan membuat cape saat mudik adalah pada saat harus ngantri di jalanan terjebak kemacetan lalu lintas, walaupun semua kemacetan ini memang sudah biasa dan mafhum serta terprediksi sebelumnya tapi rasa kesal dan cape tetap saja ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu di hari ke 3 syawal aku dan keluargaku pulang, jalanan agak macet tapi masih dapat ditolerir, kunikmati perjalanan tersebut. 20 Km sudah kami lewati jalan, mobil pun mulai bertambah membuat jalanan menjadi padat. Laju kendaraan selalu di angka 20 km/jam. Keringat pun mulai bercucuran udara mulai panas dan karbon monoksida dari beribu kendaraan memenuhi udara yang kuhirup, penat, kesal menjalari perasaanku. Anak-anak kecil berlarian di tengah panasnya udara dengan ganjal mobil yang terbuat dari kayu di tangannya, mereka menawarkan jasa sewa ganjal kayu untuk mobil di kala macet di bidang yang menanjak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di persimpangan tiga (baca: jalan cagak) tepatnya di daerah Nagrek  dari sebelah kiriku muncul sebuah truk yang biasa digunakan mengangkut pasir syarat dengan penumpang  mendahului kami, mataku terfokus pada sesuatu, aku tersenyum dikulum tertawa tak jadi memperhatikan sebuah grafiti di belakang bak truk tersebut, sebuah gambar seorang wanita menor dengan tulisan ”kutunggu jandamu...” (hi...hi....gambarnya masyaAllah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garfiti model demikian nampaknya sudah sangat lekat dengan sopir-sopir truk, bagiku hal tersebut menunjukkan siapa ’si pemilik’ truk. Aku ingat sering juga melihat gambar dan tulisan seronok di setiap truk yang kutemui di jalanan. Ada gambar dengan tulisan ”kalau cinta ditolak, dukun bertindak”, ada juga ”sabar menanti...” yang semuanya dibarengi gambar perempuan yang (maaf.....) menjijikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang silam aku pernah terlibat  pembicaraan dengan salah satu teman bahwa ada sebuah fenomena yang khas dari grafiti di bak-bak truk tersebut, menurutnya walaupun semua grafiti tersebut nampak sejenis dan bertema sama namun bagi komunitas sopir truk hal itu dapat dibedakan berdasarkan tema-tema yang diambil yang menjadi sebuah tanda atau kekhasan tertentu bagi trayek/jalur-jalur truk, misalnya untuk truk jalur pantura maka grafiti biasanya bertema perempuan kesepian, untuk jalur timur maka tema grafiti seputar pemuda patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya itu membuat pikiranku berputar, rasa penat, kesal di jalanan terlupakan karena otakku sibuk memikirkan komunitas sopir truk dengan grafiti yang khas dan aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama tanpa kusadari aku sudah hampir sampai di jalan menuju rumahku kuucapkan ”Alhamdulillah.........” Ternyata di dunia ini banyak sekali komunitas yang terbentuk berdasarkan kepentingan yang sama untuk menggapai tujuan yang sama yang luput dari perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'alam bishowab&lt;br /&gt;Penulis : Rina M. Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-116218987832803517?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/116218987832803517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=116218987832803517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116218987832803517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/116218987832803517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/10/grafiti-yang-menggelikan.html' title='Grafiti Yang Menggelikan'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115397012946526432</id><published>2005-09-11T10:03:00.000+07:00</published><updated>2006-07-27T10:15:29.666+07:00</updated><title type='text'>Berteman Dengan Kuman</title><content type='html'>Mungkin pikiranku sama dengan yang lainnya di sebuah daerah yang sangat dekat dengan ibukota negara ; Jakarta, tentunya tidak luput dengan angin globalisasi, futuristik, gaya hidup metropolitan, hedonisme dan sederet istilah yang menunjuk pada sebuah makna hidup modern. Paling tidak daerah ini pernah tertulis dalam sejarah proklamator negeri ini ketika akan memproklamasikan negara RI tanggal 17 Agustus 1945 setengah abad yang lalu.&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;Bahasa daerah yang digunakannya pun tidak begitu beda dengan bahasanya ”Mandra” tokoh betawi asli dalam serial TV si Doel. Karakter, bahasa tubuh menunjukkan Betawi kebanyakan. 40 km dari kota kabupaten lokasi yang akan kami kunjungi untuk ’pemotretan’ sekolah di Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  perjalanan  menuju  dusun tersebut pikiranku melayang-layang saat mendengar dari salah seorang guide kami yang mengatakan bahwa “jalan raya ini baru selesai kemarin diaspal, untuk menyambut kami ‘tamu dari pusat’….”. Ya Tuhan….aku tersanjung sebagai ‘tamu dari pusat’ datang untuk menginfeksi. Aku pun menyangka, jalan raya pun mereka aspal untuk menyambut kami apalagi kalau kami datang di lokasi, mungkin red carpet pun akan di gelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun siapa sangka ternyata,......... semuanya sebuah paradoks. Bangunan sekolah dengan 3 kelas dengan dinding yang bolong-bolong, atap yang bukan lagi bocor tapi nyaris separuhnya bergelayut ke bawah, dinding pembatas kelas yang belepotan, tiang penyangga dimakan rayap,  ditambah 1 ruang guru yang kondisinya sangat kumuh dengan kursi yang bolong dan melengkung ke bawah (baca:mengantong) sehingga jika mau berdiri setelah duduk sangat berat karena harus mengeluarkan energi ekstra. Murid di SD tersebut semuanya berjumlah 140 orang dengan dua shift yakni pagi pukul 7 sampai pukul 9.30 untuk kelas 1,2,3 dan pukul 10.00 sampai dengan pukul 12.30 untuk kelas 4,5,6. dalam sehari mereka belajar hanya 2,5 jam selain itu aku berpendapat nampaknya mereka tidak pernah merasa perlu ke toilet, karena sekolah tidak memiliki toilet (baca: WC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak habis sampai disitu keterkejutanku, ada pemandangan yang sangat menggelikan sekaligus memprihatinkan dan membuatku bergidik, mungkin bagi sebagian orang keadaan ini adalah hal yang sangat biasa dan wajar, sepanjang jalan yang kulalui memanjang sebuah kali yang bisa dibilang sumber penghidupan dan kehidupan masyarakat di situ, betapa tidak aktifitas keseharian seperti mandi, mencuci baju, mencuci piring, , memandikan kerbau, bebek , irigasi sawah bahkan buang air besar pun mereka lakukan di kali tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, ketika seorang Bapa Guru mengantarku ke penginapan 11 kilo di kota kecamatan kurang lebih 12 km dari sekolah, sambil memperhatikan aktifitas warga di sepanjang kali, aku bertanya&lt;br /&gt;” Pak...mengapa mereka melakukannya di kali?”&lt;br /&gt;” Iya Bu disini memang begini, sudah kebiasaan”&lt;br /&gt;” Mengapa mereka tidak membuat sumur?”&lt;br /&gt;”Bu...disini kita tidak bisa membuat sumur, air nya tidak enak asin dan gatal, jadi air kali  satu-satunya  sumber air di sini, karena airnya tawar”&lt;br /&gt;” Pak, kalau air minum didapat dari mana? ” tanyaku lagi&lt;br /&gt;” Ya...dari sini...” (gubrak......)&lt;br /&gt;Rasanya perutku pun mau muntah, ingin kukeluarkan seluruh makanan dan minuman yang terlanjur kutelan kemarin, tapi...kucoba memahami dan memakluminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benakku pun mulai sibuk mencerna, merorganisasi dan mentafakuri informasi yang baru kudengar, dalam diam aku bertanya mengapa mereka tidak sakit, padahal bakteri e-colli, kholera, tyfus ada di setiap denyut nadinya, karena bagaimana tidak,  mandi, cuci, sikat gigi buang air bahkan minum pun dari air yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku teringat istilah yang digunakan seorang teman pakar Biologi  ”imunisasi alami”, ya...mungkin itu mereka menjadi kebal terhadap kuman, karena saat kuman akan masuk dan meyerang,  tubuh mereka say hello ”hello...jangan menyerang kita teman, sesama teman tidak boleh saling menyerang” tapi bagaimana denganku, bukankah aku tidak biasa mengkonsumsi air kotor??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 3 hari aku selalu was-was, kalau-kalau aku akan sakit. Kucoba tenangkan diri, kupasrah atas semua yang akan terjadi kepadaNya dan sampai aku kembali dari daerah tersebut, ternyata aku sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian itu Aku pun mulai sadar dan membuktikan sendiri kalau sehat benar-benar milik Allah SWT, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk bisa sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di Karawang, 1 Oktober 2005&lt;br /&gt;Rina Mutaqinah Taufik&lt;br /&gt;www.muhasabahrinataufik.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115397012946526432?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115397012946526432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115397012946526432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115397012946526432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115397012946526432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/09/berteman-dengan-kuman.html' title='Berteman Dengan Kuman'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115419485902961709</id><published>2005-09-08T00:31:00.000+07:00</published><updated>2006-07-30T00:40:59.296+07:00</updated><title type='text'>DIALOG  AYAH  DAN  ANAK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ketika kuperhatikan dia saat ada dalam gendonganku, aku selalu merasa was-was akan masa depan anakku kelak, aku sangat kuaatir kalau anakku akan berbeda jauh lebih buruk dariku.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;“ Apa yang sedang Bapa pikirkan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Aku..?’’ aku terkejut mendengar suaranya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terang sudah lama berganti gelapnya malam . Suara kodok terdengar dari kejauhan. Isteriku telah lelap. Dan di gendonganku,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anakku dengan mata sipitnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan rambut sedikit &lt;i style=""&gt;rada jocong&lt;/i&gt; tersenyum menatapku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Apa yang Bapa pikirkan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Kau mengajakku bicara Nak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;Dia hanya tersenyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE" style=""&gt;”Baik Nak, aku sedang berpikir tentang kau”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Aku kuatir dengan masa depanmu“ kataku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE" style=""&gt;”ha...ha...ha...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE" style=""&gt;”Kenapa kamu tertawa...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE" style=""&gt;”Orang tua selalu kuatir dengan masa depan anaknya, tetapi selalu gagal memberikan contoh dan teladan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kepada anaknya untuk tumbuh menjadi manusia benar.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”..Hush...kamu masih bayi ....tak patut berkata seperti itu...“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Orang tua selalu begitu, takut dikritik tak mau mengaca diri dan selalu berlindung dibalik ketuaan dan keegoisan diri, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkata kalau tak egois bukan Bapa tapi banci.... Bukankah Bapa ingin mengatakan kalau saya adalah anak kemarin sore &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang belum tahu indahnya Paris atau betapa sulitnya menjadi kaya di tanah air? dan bapak sudah kenyang dengan asam garam kehidupan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Sejujurnya aku mengkhawatirkan diriku sendiri. Aku takut ketika kelak kau dewasa, aku tak bisa toleran melihat keliaran dan keberanianmu menjebol tatanan orang dewasa ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Bukankah Bapa sendiri cukup liar? Misalnya ketika Bapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberontak dengan memanjangkan rambut, menghisap rokok dan berkeliaran sampai pagi ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih SMA dulu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Begitulah, apakah aku cukup toleran ketika kau memakai anting2 di hidungmu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Sebentar pa, apakah bapa bisa bantu aku membetulkan popokku yang melorot ke bawah?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”OK”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Nah begitu lebih baik..., kembali ke soal tadi...bukankah Bapa juga menikmati keliaran ketika Bapa memutuskan untuk keluar kuliah dan memilih jadi pemain band, padahal kakek berharap bapa jadi insinyur?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Aku takut kelak apa aku cukup toleran ketika kau memutuskan untuk berhenti kuliah sama sekali dan memilih jadi pembalap, sementara aku berharap kau jadi pengusaha atau konglomerat”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Bapa juga menikmati keliaran ketika mempermainkan banyak wanita”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Begitulah, aku pun tidak tahu apa aku cukup toleran ketika kau banyak mempermainkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan bergantian cewek &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tanpa satu pun kau nikahi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Bapa, kemarilah...ada yang ingin aku bisikkan, bukankah Bapa akhir-akhir ini menikmati keliaran Bapa dengan berteman dengan banyak wanita tanpa sepengetahuan ibu???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;” Apa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sekarang pun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bapa menikmati keliaran dengan alkohol dan dunia malam”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Ssssttt...anakku aku akan menghentikannya, aku tidak akan tahan jika kau kelak begitu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Baiklah pa, adakah cara yang tepat agar aku tidak terjebak seperti Bapa sekarang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;”Temukan ilmu dan amalkan dalam hidupmu, carilah teman yang baik dan benar , janganlah kau menyerah dengan keadaan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;juga selalulah menerima kritik dan masukan dari siapa pun dengan lapang dada, maka kau akan temukan kebahagian yang tak ternilai kau akan mendapatkan rasa kecukupan dalam hidupmu karena di hatimu cukuplah Allah yang akan jadi penolongmu................”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115419485902961709?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115419485902961709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115419485902961709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115419485902961709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115419485902961709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/09/dialog-ayah-dan-anak.html' title='DIALOG  AYAH  DAN  ANAK'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115440372382387882</id><published>2005-08-10T10:40:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T10:42:03.990+07:00</updated><title type='text'>Bertanya Pada Preman</title><content type='html'>&lt;span style="color:#003300;"&gt;Dalam sebuah aksi massa kompanye salah satu calon Pemimpin Negerinya Si Picung, nampak seorang orator maju ke atas panggung sambil mengumandangkan yel yel ia memulai orasinya ala Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;“ Saudara-saudara kita berkumpul disini…untuk memberikan dukungan moril bagi calon pemimpin bangsa masa depan ….pemimpin yang akan membawa rakyat untuk berpikir global, berpikir maju, modern, pemimpin yang akan mensejahterakan kita rakyat kecil….seperti kami, yang setiap harinya meronta-ronta mencari masukan untuk perut, untuk rumah, untuk sekolah, dan untuk….dan untuk….”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;“Marilah kita dukung beliau untuk segera entaskan orang miskin…eh ..salah..entaskan kemiskinan, dan bangun masyarakat kaya…kaya harta…kaya…ilmu tuk jd kaya…kaya…seperti pemimpin…kaya…seperti milyuner…kaya seperti…monyet…kayak seperti buaya….kaya…...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita di sini, dalam panas dan terik untuk mendukung calon pemimpin kita agar mereka dapat hidup lebih baik dan cukup lebih dari kita…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara…saudara…oleh karena pilihlah….Mr. Kaya..agar kita pun menjadi kaya…”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku menyelinap masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang mendengarkan orasi…, hidung pun terasa ditusuk-tusuk…ada bau ketek…bau bebek, bau ayam,…bau suap,…bau nasi bungkus,…”ah…akhirnya aku berhasil menangkap sang orator untuk ku wawancara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;Begini Mas…, saya dengar tadi Mas…”&lt;br /&gt;“oh…aku Mas Preman..”&lt;br /&gt;“oh ya Mas Preman tadi anda sangat berapi-api dalam berorasi mendukung calon pemimpin besar kita Mr.Kaya, apa yang membuat Mas tertarik untuk mendukungnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya sudah barang tentu aku mendukungnya, karena aku sangat kasian sama beliau beliau itu kan terbiasa kaya, terbiasa memiliki jabatan…coba bayangkan kalau seandainya ia kehilangan jabatannya, tentu ia akan menderita sekali melebihi saya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lho…kenapa..Mas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha iya…karena beliau tidak biasa hidup di rumah kardus tentu badannya akan gatal-gatal dan borok…kalo kita kan sudah berteman dengan kuman, ia tidak biasa kalo makan sehari nasi bungkus plus tempe/tahu aja…perutnya akan mencret, kalo kita…kan sudah teramat biasa…, ia tidak biasa pergi keluar rumah tanpa kendaraan kalo naik angkot bisa demam n masuk angin…, makanya kita harus kasian pada orang medl begini, mereka itu rentan terhadap penyakit….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Misalnya…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“iya hipertensi, serangan jantung, gagal ginjal, asam urat, rheumatik…de el el.., selain itu mereka tak cukup survive untuk hidup apa adanya…tidak seperti kami”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya hidup Mas seperti apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sangat kaya…tidur beralas langit luas penuh bintang, berlampukan cahaya rembulan, ber-AC-kan angin malam yang terasa sejuk…, beralaskan tanah luas terhampar dan kekayaan terbesar kami adalah kami merasa cukup kaya dengan apa yang kami miliki, dan tubuh kami sangat kuat dan bertahan terhadap berbagai macam penyakit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh..ya jantung kami pun kuat terhadap shock…he..he..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas kenapa, Mas begitu sangat mencintai calon pemimpin negerinys si picung…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah ..saudara ini bagaimana…saya kan harus punya komitmen dengan pekerjaan dan profesi saya sekarang ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha…profesi macam apa yang sedang Mas tekuni sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;“…Ah jangan pura-pura tidak tau…sekarang kan lagi musimnya pemilihan calon pemimpin, itu kan proyek…saya bisa berdagang dong…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf…Mas dagang apa…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya dagang suara burung…,dagang otak-otak ikan,…dagang otot kuda dan dagang kambing conge…he…he…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho…koq..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lumayanlah Mba untuk memperpanjang rejeki…gitu lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduhhhhhhhhh……..mati aku…”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tulisan ini terinspirasi tulisannya Mas Faridl Ghaban, Bertanya Pada Cabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115440372382387882?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115440372382387882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115440372382387882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440372382387882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115440372382387882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/08/bertanya-pada-preman.html' title='Bertanya Pada Preman'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115407761647175357</id><published>2005-07-28T16:05:00.000+07:00</published><updated>2006-07-28T16:21:44.450+07:00</updated><title type='text'>Aku Dalam Diriku….</title><content type='html'>Aku adalah mahluk yang Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk, dengan kesempurnaan akal pikiran (QS At Tin : 4) inilah bedanya aku dengan sapi, aku diberi akal pikiran yang kugunakan seoptimal mungkin melahirkan ide , gagasan, budaya yang akan membawa manusia pada masa kejayaannya dimana akhlaq dan ilmu dijunjung mengubah konsep langit menjadi konsep bumi demi kesejahteraan manusia seantero bumi dan demi pengabdianku padaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diciptakan dari air yang hina kemudian Allah mengubahnya menjadi segumpal daging, ditiupkan ruh dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani (QS As Sadjah : 7-9). Unsur jasmaniah aku berasal dari sari pati tanah (QS Al Mu’minun : 12-14) artinya air mani (maaf…) yang akan menjadi cikal bakal aku adalah terdiri dari 1000 unsur tanah dan yang dikenal hanya 30 jenis saja, kita berasal dari sari pati tanah dan akan kembali ke tanah pula. Unsur unsure bumi inilah yang membentuk dorongan hawahu, dan kebutuhan biologis seperti makan, minum, seks, dan nafsu lainnya. Sedangkan ruhani yang fitri Allah ciptakan untuk senantiasa tunduk pada kebenaran dan kebaikan (QS. Al A’raaf : 172), kondisi ini dinamakan fitrah artinya terjaga kesucian dan kebersihannya, persaksian di alam sulbi ketika ruh ditiupkan adalah perjanjian pengakuan aku atas ketauhidan Allah, kemaha kuasaan Allah yang tidak boleh kita tandingi. Kemahakuasaan atas penciptaanNya, kekuasaanNya, aturanNya dan kerajaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi fitrah ini terpelihara sampai aku masuk pada fase aqil baligh, setelah aqil baligh apakah aku akan terus fitrah atau mengikuti jejak syetan yang melanggar perjanjian saat di alam sulbi tersebut ?. Semuanya bergantung pada usaha aku untuk tholabul ilmi, sehingga Allah memberinya hidayah untuk kembali pada kondisi fitrah dengan meneguhkan kembali perjanjian dengan Allah untuk tidak menyekutukanNya dalam hal apapun, sekecil apapun. Allah katakan dalam QS Al Balad 10 – 19 aku akan dihadapkan pada dua jalan yakni jalan yang baik dan yang buruk, jalan yang baik adalah jalan yang mendaki lagi sukar……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa dan untuk apa aku diciptakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Aku diciptakan untuk :&lt;br /&gt;Mengabdi kehadapanNya (QS Adz Dzaariyat:56), menjadi abid , menjadi hamba Allah&lt;br /&gt;Menjadi kholifah fil ard (QS Al Baqoroh : 30) dengan kembali pada fitarh&lt;br /&gt;(QS Ar Ruum : 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hamba Allah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengabdi berasal dari dari kata abadan, abdi artinya menyerahkan secara totalitas semua yang kita miliki kepada Allah termasuk factor subyektif yang dimiliki aku kepada Allah. Posisi abid adalah posisi yang teramat hina, kalau dianalogikan (namun Allah tidak bisa dianalogikan) maksudnya posisi abid adalah hamba sahaya pada jaman Rasulullah adalah posisi yang tak punya kuasa sedikitpun sekalipun hak untuk hidup. Jika seorang majikan menginginkan hamba sahayanya pergi atau mati maka dibunuhnya lah ia, artinya posisi abid tak punya hak untuk bertanya, berpendapat, membantah , meminta, memohon termasuk hak untuk hidup sekalipun. Semuanya bergantung kepada si pemilik hamba sahaya tersebut. Begitu pun diri kita di hadapan Allah, kita tidak punya hak apapun yang ada hanyalah kewajiban untuk tunduk dan taat kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban yang dimaksud adalah senantiasa mentaati semua perintah dan laranganNya tanpa reserve&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri hamba Allah adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Beriman dan beramal sholeh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keyakinan akan Allah dibuktikan dengan keyakinan hati, diucapkan dengan lisan dan beramal sholeh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memfungsikan 3 indera (pendengaran, penglihatan dan hati) sesuai dengan kehendak Allah bukan berdasar selera diri ( QS An Nahl : 78) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Proses untuk menjadi hamba Allah :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sadar akan posisi diri sebagai manusia untuk mengabdi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taubat, menyadari , menyesali kesalahan dan bertekad untuk tidak akan mengulanginya&lt;br /&gt;Amal sholeh, amal yang dilakukan dengan sadar untuk atas nama Allah bukan karena pamrih&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kholifah fil ard&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kholifah adalah pemimpin, kholifah fil ard adalah pemimpin di muka bumi. Setiap diri adalah pimpinan untuk dirinya, keluarganya dan masyarakatnya. Posisi kholifah sangat bertolak belakang dengan posisi hamba namun paradok ini adalah suatu tatalitas jati diri mukmin. Disamping sebagai hamba di hadapan Allah juga sekaligus sebagai pimpinan di muka bumi, di hadapan mahluk dan pemimpin sebagai kepanjangtanganan dari posisi Allah sebagai raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin untuk dirinya sendiri, ia bertanggung jawab atas amanah tubuh dan jiwanya untuk mengabdu hanya kepada Allah. Pemimpin dalam keluarga ia bertanggung jawab memimpin, mendidik, membimbing, menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. Sedangkan pemimpin bagi seluruh alam adalah ia bertanggung jawab atas amanah sumber daya alam dan manusia dan apapun yang Allah beri kepada seluruh manusia untuk digunakan dimanfaatkan dan diatur sesuai dengan keinginan sang maha mencipta sehingga menjadi rahmatan lil alamin: (QS Al Ambiyaa : 107)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ciri-ciri kholifah :&lt;br /&gt;- Hamba Allah yang sholeh&lt;br /&gt;- Beriman dan beramal sholeh dengan sabikul bil khoirot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang aku miliki untuk melaksanakan tugas dan fungsiku?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia dalam keadaan bayi, yang lemah dan tak berdaya Allah memberi sumber daya dan sumber dana untuk mengemban amanah dalam menterjemahkan, merealisasikan fungsi dirinya sebagai kholifah. Sumber daya dan sumber dana ini titipan yang harus dimanfaatkan dalam rangka penegakkan dien Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Dengan kata lain sumber daya dan sumber dana ini kita sepakati namanya sebagai sebuah potensi, potensi tersebut adalah :&lt;br /&gt;- Akal&lt;br /&gt;- Hati&lt;br /&gt;- Pendengaran&lt;br /&gt;- Penglihatan&lt;br /&gt;- Rizki&lt;br /&gt;- Alam sekitar&lt;br /&gt;- Bakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya harus dikerahkan sekecil apapun untuk menterjemahkan fungsinya, jangan pernah ada setitik pun potensi yang dimiliki tercecer dari tugas dan fungsi diri sebab kita akan mempertanggungjawabkan amanah yang telah Allah beri kepada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hamba Allah yang Papa&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115407761647175357?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115407761647175357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115407761647175357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115407761647175357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115407761647175357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/07/aku-dalam-diriku.html' title='Aku Dalam Diriku….'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389679143676092</id><published>2005-07-15T13:51:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T13:09:08.260+07:00</updated><title type='text'>C.I.N.T.A</title><content type='html'>C.I.N.T.A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan…….&lt;br /&gt;Saat aku menyukai seorang teman&lt;br /&gt;Ingatkanlah aku akan ada sebuah akhir&lt;br /&gt;Sehingga aku tetap bersama yang tak berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Ketika aku merindukan seorang kekasih&lt;br /&gt;Rindukan aku kepada yang rindu cinta sejatiMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Jika kembali mencintai seseorang&lt;br /&gt;Teruskan aku dengan orang yang mencintaiMu&lt;br /&gt;Agar bertambah kuat cintaku padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Ketika aku sedang jatuh cinta&lt;br /&gt;Agar tak melebihi cintaku padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;Ketika aku berucap aku cinta padaMu&lt;br /&gt;Biarlah kukatakan kepada yang hatinya terpaut padaMu&lt;br /&gt;Agar aku tak jatuh cinta&lt;br /&gt;Dalam cinta yang bukan karenaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana orang bijak berucap&lt;br /&gt;Mencintai seseorang bukan apa-apa&lt;br /&gt;Dicintai seseorang adalah sesuatu&lt;br /&gt;Dicintai oleh orang yang kau cinta&lt;br /&gt;Sangatlah berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi……..&lt;br /&gt;Dicintai oleh seorang pecinta&lt;br /&gt;Adalah segalanya……….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389679143676092?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389679143676092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389679143676092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389679143676092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389679143676092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/07/cinta_14.html' title='C.I.N.T.A'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115439736537462343</id><published>2005-07-15T08:52:00.000+07:00</published><updated>2006-08-01T08:56:05.713+07:00</updated><title type='text'>Cinta….???</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Kehidupan adalah jendela-jendela hati yang terdiri dari jendela sedih, gelisah, senag, susah, kesal, iri, dengki, sakit, kecewa. Jenuh rasanya jika kita tidak memiliki jendela-jendela hati kita, kita akan terus dan terus merasa senang dan terus dan terus merasa kecewa, terus dan terus merasa sedih, betapa sangat membosankan. Allah menciptakan berbagai cita rasa agar manusia dapat memaknai setiap jengkal asa, setiap inci kesedihan, setiap mili kesenangan. Hanya manusia yang mengenal jati dirinya lah yang mampu memaknainya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ruhani adalah raja dari  seonggok daging yang bernama tubuh. Ruhani ini yang menggerakkan hati dan pikiran manusia. Ruhani mengendalikan semua emosi diri termasuk didalamnya CINTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati adalah cinta yang tulus kepada sang Maha Pemilik Cinta, cinta yang inilah cinta yang tanpa pamrih, cinta yang total, cinta dengan penyerahan diri dan jiwa dengan pengorbanan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukatakan bohong jika ada si Pecinta mengatakan “&lt;em&gt;ku kan daki gunung himalaya demi kamu, ku kan seberangi lautan untukmu, ku kan daki langit demimu, ku kan petik bintang untukmu…..”&lt;/em&gt; sekali lagi ku katakan bohong besar, perayu gombal. Semuanya yang dikatakan para si Pecinta adalah pamrih, pamrih untuk mendapatkan balasan dari sang kekasih. Coba bayangkan, maukah pecinta tersebut jika sang kekasihnya tak membalas cintanya? Masihkah ia mau berkorban? Semuanya adalah cinta yang gombal dan rapuh. Aku ingat kata-kata bijak “ jangan bersandar pada sesuatu yang rapuh bersandarlah pada sandaran yang kuat dan abadi yang tak lapuk oleh waktu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta-cinta tersebut hanyalah permainan emosi, acrobating emotional dari jiwa yang sedang wisata, demi kepuasan sesaat, demi harapan yang nisbi. Dunia adalah panggung sandiwara dimana emosi dimainkan sesuai keinginan pemilik emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memainkan rasa adalah hal yang mudah, mengubah rasa benci jadi cinta, mengubah cinta jadi benci, asalkan berpatokan pada rel-rel yang Allah tetapkan, dengan senantiasa berpijak pada “ sukakah Allah dengan apa yang akan kulakukan?” bukan berangkat dari sukakah diri, karena kesukaan diri sangatlah subyektif sangat rentan diintervensi hawahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah benci jadi cinta kalau kuibaratkan seperti kisah petualangan pendaki gunung (Kang Nazaruddin dengan Wanadri nya  dalam suatu kesempatan bercerita kepadaku bagaimana ia mampu menaklukkan gunung Salak). Para pendaki selalu berharap untuk dapat menaklukkkan puncaknya, ada perasaan puas tak ternilai jika sudah berhasil sampai puncak gunung, walau keringat, rasa lapar, haus dan darah sekalipun mengucur dari tubuhnya tidak sebanding dengan rasa puas yang didapat . Walau orang selalu berkata &lt;em&gt;“ Untuk apa sih mendaki gunung pekerjaan yang melelahkan, sangat berbahaya, dan sia-sia&lt;/em&gt;” Bagi pendaki itu adalah kenikmatan yang tiada tertandingi. Di atas puncak, serasa dunia ada dalam genggamannya. Hanya orang-orang tertentu yang dapat merasakannya. Jengkal demi jengkal, tapak demi tapak, bebatuan yang curam menjulang, tanah pijakan yang rapuh, bau tanah, tetesan air yang keluar dari akar gantung semuanya menggambarkan keindahan tersendiri yang luar biasa saat menapakinya. Ada perjuangan, ada tantangan dan ada kerja keras di situ. Cape, lunglai, haus semuanya terasa indah saat menjadikan masalah tsb sebagai sebuah tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung, seperti juga emosi dalam diri, mendakinya, menguasainya, berada di puncaknya semuanya akan terasa sulit tapi akan jadi ringan dan indah saat kita menikmatinya setiap langkah dan tapak dalam mendaki dan menguasainya, mengendalikan gunung emosi, mengubah benci, menjadi cinta yang luar biasa saat kita berjuang dan bertawakal kepada Allah Sang Pembolak balik hati. Penguasa lembah dan gunung emosi, tidak akan lama perjuangan ini hanya sebatas hidup manusia yang kuarng lebih 60-70 tahunan, bandingkan dengan kehidupan akhirat satu hari sama dengan beribu bulan di bumi betapa panjangnya kenikmatan sejati yang akan kita rengkuh. Pilihlah sesuatu yang abadi jangan yang nisbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi Cinta Dalam Al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aku  ingat betul dalam sebuah seminar yang digelar DKM Ulil Albab Unpas Bandung, Zonaina Yuhadisi membeberkan bahwa kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam QS Ali Imron : 14  “&lt;em&gt;Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah  lah tempat kembali yang baik (syurga).”&lt;/em&gt; Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Wudda dalam QS Maryam : 96 &lt;em&gt;“ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ”&lt;/em&gt; jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan,  amal sholeh manusia. Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 “&lt;em&gt; Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir&lt;/em&gt;.” Dalam ayat inipun  Allah  menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan terraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta Nya kepada hamba yang dkehendakiNya. Allah yang akan mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah tidak menghendakiNya. Oleh karena itu terraihnya cinta—wudda pada satu pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yang Allah berikan pada pasangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya, cinta yang atas nama Allah, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Semoga engkau wahai Saudara, Kakak, Sahabat mendapatkan wudda dalam hidupmu dengan prestasi amalmu, Aku kan ada untukmu…bersama menggapai langit…menuju keharibaanNya, dalam kampung akhirat yang penuh wangi bunga, dengan air jernih mengalir di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada puisi indah, kalau aku tak salah mengingat begini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan…….&lt;br /&gt;Saat aku menyukai seseorang teman&lt;br /&gt;Ingatkanlah aku akan ada sebuah akhir&lt;br /&gt;Sehingga aku tetap bersama yang tak berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Ketika aku merindukan seorang kekasih&lt;br /&gt;Rindukan aku kepada yang rindu cinta sejatiMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Jika  kembali mencintai seseorang&lt;br /&gt;Teruskan aku dengan orang yang mencintaiMu&lt;br /&gt;Agar bertambah kuat cintaku padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Ketika aku sedang jatuh cinta&lt;br /&gt;Agar tak melebihi cintaku padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Ketika aku berucap aku cinta padaMu&lt;br /&gt;Biarlah kukatakan kepada yang hatinya terpau padaMu&lt;br /&gt;Agar aku tak jatuh cinta&lt;br /&gt;Dalam cinta yang bukan karenaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana orang bijak berucap&lt;br /&gt;Mencitai seseorang bukan apa-apa&lt;br /&gt;Dicintai seseorang adalah sesuatu&lt;br /&gt;Dicintai oleh orang yang kau cinta&lt;br /&gt;Sangatlah berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi……..&lt;br /&gt;Dicintai oleh seorang pecinta&lt;br /&gt;Adalah segalanya……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Taklukkan dan kuasailah gunung es yang ada dalam hatimu, dengan kehangatan cintaNya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah  mengharamkan sesuatu yang telah halalkan untukmu…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Semoga……&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115439736537462343?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115439736537462343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115439736537462343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115439736537462343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115439736537462343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/07/cinta.html' title='Cinta….???'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389142760957803</id><published>2005-07-08T12:15:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T12:34:41.536+07:00</updated><title type='text'>KOLONI  LEBAH</title><content type='html'>Kupastikan aku dalam posisiku&lt;br /&gt;Menjadi bagian membangun koloni&lt;br /&gt;Menjadi koordinat membentuk formasi&lt;br /&gt;Merapatkan diri dalam barisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggapai tujuan rafi koloni&lt;br /&gt;Meniti titian langkah tak bertepi&lt;br /&gt;Bersama kita mendaki lazuardi&lt;br /&gt;Bersama kita menggali bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tepis angin yang ditiupkan para burung&lt;br /&gt;Kita lantunkan harmoni lebah, yang dirindukan bunga&lt;br /&gt;Dengan bentuk formasi A ala lebah&lt;br /&gt;Kita serang dan sengat pasukan Abu Jahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi makanan halal yang kurengkuh&lt;br /&gt;Demi madu yang keluar dari duburku&lt;br /&gt;Kita tantang maut untukMu&lt;br /&gt;Kita bersihkan ghibah dan issu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kan tegakkan kebenaran demiMu&lt;br /&gt;Siapapun engkau wahai raja issu&lt;br /&gt;Kita tak takut oleh apapun dan oleh siapapun&lt;br /&gt;Wahai raja lebah, kami bersamamu menegakkan kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pecita yang tak teruji&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389142760957803?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389142760957803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389142760957803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389142760957803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389142760957803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/07/koloni-lebah.html' title='KOLONI  LEBAH'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115389189032736477</id><published>2005-06-07T12:23:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T12:31:30.330+07:00</updated><title type='text'>HADAPI  HARI  DENGAN  GEMBIRA</title><content type='html'>Rasulullah pernah berkata “ jadikan hari ini lebih baik dari kemarin dan jadikan esok lebih baik dari hari ini, maka merugilah orang-orang yang menjadikan hari ini sama dengan kemarin….” Sadarilah setiap aktifitas mukmin sekecil apapun adalah ibadah berbuatlah untuk Allah bukan untuk pamrih…tingkatkan prestasi setiap hari dengan aktifitas yang lebih bernilai…Berlomba-lombalah dalam kebaikan…Hindarilah melakukan kesalahan yang sama pada kesempatan yang sama…karena itu perbuatan orang yang merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalidasa, seorang penulis drama India bersajak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Salam Kepada Fajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanglah hari ini!&lt;br /&gt;Sebab inilah hidup, hidup yang benar-benar hidup&lt;br /&gt;Dalam jangkanya yang singkat ini&lt;br /&gt;Terletak semua kebenaran serta kenyataan eksistensimu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kebahagiaan pertumbuhanmu&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan perbuatanmu&lt;br /&gt;Kemegahan karyamu&lt;br /&gt;Sebab kemarin hanyalah mimpi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan esok hanyalah bayangan&lt;br /&gt;Tapi hari ini sungguh ada dan membuat kemarin jadi mimpi bahagia&lt;br /&gt;Dan esok jadi bayangan yang berpengharapan&lt;br /&gt;Oleh karena itu pandanglah hari ini&lt;br /&gt;Inilah salam kepada fajar&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sir Wiliam Osler tahun 1871 yang meraih penghargaan dengan pangkat tertinggi untuk bidang kedokteran  dari Kerajaan Inggris menjadi Regius Professor of Medicine di Oxford, ia berceramah di depan mahasiswanya di Yale University mengatakan bahwa dirinya bukan orang yang jenius tapi orang yang memiliki  kecerdasan pas-pasan namun keberhasilan yang ia raih berkat kata-kataThomas Carlyle:  “&lt;em&gt; Our main business is not to see what lies dimly at a distance, but to do what lies clearly at hand&lt;/em&gt;” ( Tindakan utama yang harus kita lakukan bukanlah melihat apa yang terletak samar-samar di kejauhan sana, melainkan melaksanakan apa yang kelihatan dengan jelas di depan mata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita renungkan dengan seksama, kadang-kadang kita merasa khawatir dan takut dengan masa depan kita sendiri, setiap hari perasaan kita dikuasai oleh kegelisahan yang tak beralasan sehingga hari-hari yang kita lalui tidak bisa dinikmati dengan hati yang senang dan lapang. Tentunya kegelisahan ini akan sangat berpengaruh terhadap efektifitas kerja setiap hari. Setiap bangun tidur rasa malas untuk menghadapi hari baru, keinginan untuk tetap selamanya tidur, lepas dari masalah akan menjadi kebiasaan yang menahun bagi kita dan pada akhirnya kita akan lelah menghadapi hidup ini,  jenuh dan terjebak oleh rutinitas yang tidak menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu jadikan hari ini menjadi hari yang indah dengan mengunci rapat hari yang lalu dan menutup hari esok, hari ini adalah hari kita maka nikmatilah dengan hati yang senang. Setiap hari adalah kehidupan yang baru bagi orang bijak, tingkatkan produktifitas, lakukankanlah satu  persatu pekerjaan jangan menunggu sampai hari esok karena esok belum tentu kita masih hidup. Biarlah hari kemarin menjadi hari yang buruk toh kita hidup pada hari ini. Hari ini merupakan  satu-satunya harta yang paling berharga yang benar-benar sedang kita miliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115389189032736477?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115389189032736477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115389189032736477' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389189032736477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115389189032736477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/06/hadapi-hari-dengan-gembira.html' title='HADAPI  HARI  DENGAN  GEMBIRA'/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31673095.post-115388817344624093</id><published>2005-04-26T11:28:00.000+07:00</published><updated>2006-08-07T14:21:09.256+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Welcome........&lt;br /&gt;Assalamualaikum selamat datang di blog Rina Mutaqinah Taufik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31673095-115388817344624093?l=muhasabahrinataufik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/feeds/115388817344624093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31673095&amp;postID=115388817344624093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115388817344624093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31673095/posts/default/115388817344624093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhasabahrinataufik.blogspot.com/2005/04/welcome.html' title=''/><author><name>Rina Mutaqinah Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04300721912001219482</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5701/1239/1600/36.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
